Akhirnya King Batalkan Pendaftaran Merek Candy

Candy Swipe

Satu berita yang seringkali menjadi headline pada awal tahun 2014 ini berasal dari King, developer Candy Crush Saga. Namun sayangnya, berita-berita yang muncul bukan berita tentang seputar game tersebut, melainkan seputar aktivitas King yang mendaftarkan merk Candy. Sontak, aksi ini menuai banyak kecaman dari para developer, karena dengan didaftarkannya merek Candy ini tentunya akan mengekang kebebasan developer untuk berkreasi menggunakan kata tersebut dalam game mereka.

Setelah banyak menuai kecaman, hingga tudingan menjiplak hasil karya orang lain, akhirnya King menelan ludahnya sendiri. Seperti dilansir Kotaku, akhirnya awal minggu ini King secara resmi membatalkan pendaftaran tersebut dan menarik kembali aplikasi yang mereka daftarkan ke U.S. Trademark Office. King sendiri sudah mendaftarkan merek ini pada Februari 2013 lalu, dan dikabarkan memang tinggal selangkah lagi untuk mendapatkan hak atas merek Candy tersebut. Namun akhirnya semua batal dengan penarikan aplikasi ini.

Candy Crush Saga

King sendiri sudah mengkonfirmasikan secara resmi pembatalan ini melalui salah satu juru bicara mereka. “King telah menarik pendaftaran merek atas Candy di Amerika Serikat, yang kami daftarkan pada Februari 2013 sebelum kami mendapatkan lisensi atas Candy Crusher,” tulis pernyataan resmi dari King seperti dilansir dari Kotaku. “Masing-masing pasar operasi King memiliki pandangan yang berbeda terhadap IP. Kami rasa, dengan memiliki hak atas Candy Crusher adalah opsi terbaik untuk melindungi Candy Crush di pasar US. Hal ini tidak memberikan dampak untuk merk Candy kami di Eropa dan kami akan melanjutkan langkah-langkah yang tepat untuk melindungi IP kami,” tulis pernyataan tersebut lebih lanjut.

Sejak mendaftarkan merek Candy hingga tinggal selangkah lagi untuk mematenkannya, banyak reaksi didapatkan King dari para developer. Mulai dari salah satu game King, Pac Avoid yang dianggap sudah “mencuri” ide dari Scamperghost, hingga Candy Crush Saga-nya sendiri yang dianggap menjiplak dan mematikan potensi dari Candy Swipe. Bukan hanya itu, bahkan para developer indie di berbagai negara menunjukkan solidaritas mereka dengan mengadakan Candy Jam, sebuah game jam dengan misi memprotes aksi King tersebut.

[Sumber: Kotaku]


SHARE
Previous articlePertarungan Brutal Iko Uwais dalam Foto-foto Terbaru The Raid 2: Berandal
Next articleFIFA Online 3 Indonesia Masuki Fase Open Beta!

Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.