Hideo Kojima Ingin Tinggalkan MGS untuk Melakukan Hal Baru

Nama Hideo Kojima tentu sangat identik dengan Metal Gear Solid (MGS). Tidak terasa, sudah 25 tahun Kojima menyumbangkan tenaga dan pikirannya untuk mengembangkan seri tersebut. Yang terbaru, bulan Maret 2014 yang akan datang dia bersama timnya di Kojima Productions akan kembali menelurkan judul MGS baru, MGS V: Ground Zeroes yang akan menjadi prolog dari bagian inti dari MGS V, The Phantom Pain. Lantas, bagaimana jadinya jika Kojima meninggalkan franchise yang sudah membesarkan namanya di dunia game tersebut?

Ya, itulah yang terbersit dari pernyataan-pernyataan Kojima saat diwawancarai oleh Game Informer, bahwasanya dirinya ingin meninggalkan franchise tersebut dan fokus untuk mengembangkan sesuatu yang baru. Sayangnya, dia menilai pergantian estafet dari dirinya ini belum menghasilkan sesuatu yang memuaskan. Dia menganalogikan keinginannya ini seperti apa yang terjadi dalam franchise Alien. “Dalam Kojima Productions, jika studio kami diibaratkan sebagai dapur dan kepala kokinya berubah, maka hal tersebut akan mengubah rasa dan segalanya. Dunia franchise biasanya akan lebih terbuka, seperti Alien,” ungkap Kojima mengawali wawancara tersebut.

“Sejujurnya, saya ingin melakukan hal serupa hanya untuk mengubah franchise MGS. Saya tidak tahu jika franchise MGS kadang-kadang terlalu berat untuk diemban dan sulit untuk ditangani. Tetapi sejauh ini, saya belum melihat kesuksesan pergantian estafet tersebut. Metal Gear Rising mungkin contoh yang sukses, namun judul tersebut hanyalah spin off,” lanjutnya. “Idealnya, saya ingin keluar sebagai produser dari franchise MGS, dan mendedikasikan diri saya untuk game lainnya. Sejauh ini, hal tersebut terbukti sangat sulit. Alien adalah contoh yang sangat sukses dengan kehadiran sutradara baru. Sayangnya, masalah kami lebih mirip dengan Terminator, dimana saat ditinggalkan James Cameron, franchise tersebut menjadi kacau,” paparnya.

cover-groundzeroes-2

Lantas, ke mana Kojima akan melangkah selanjutnya? “Saya ingin membuat lebih banyak game yang memiliki cita rasa game indie, atau sebuah tipe game yang sama sekali berbeda dengan game berbudjet besar,” paparnya. “Jika saya tidak kembali mengerjakan game, tentu saja saya ingin terlibat dalam film, atau menulis novel. Usia saya hampir 50 tahun, jadi saya tidak memiliki banyak waktu tersisa. Jika saya bisa menulis daftar apa yang ingin saya lakukan sebelum meninggal, daftar tersebut akan sangat panjang. Karena usia saya, saya mulai memikirkan hal lain yang akan saya lakukan sebelum meninggal,” urainya panjang lebar.

Yang menarik, Kojima justru ingin melihat franchise MGS memiliki pendekatan ala GTA. Seperti yang kita tahu, Kojima sangat mengagumi game hasil besutan Rockstar tersebut, dan The Phantom Pain nantinya akan memiliki elemen open world, satu elemen yang ditawarkan oleh GTA. “Satu hal dalam Kojima Productions, saya ingin memberikan semua usaha dan waktu saya dalam mengembangkan MGS seperti yang dilakukan Rockstar terhadap GTA mereka. Sayangnya, kasusnya bukan seperti itu, tetapi tetap sebuah bisnis. Dalam waktu bersamaan, kami harus bekerja untuk proyek lain dan menyeimbangkan Konami secara keseluruhan. Menemukan keseimbangan tersebut dan bagaimana kami bekerja dalam semua proyek kami adalah sebuah hal yang sulit,” pungkasnya.

Jika Kojima benar-benar meninggalkan MGS, kira-kira game seperti apa ya yang akan dia kembangkan? Dan kira-kira bagaimana ya jadinya MGS jika tanpa Kojima? Sebelum berandai-andai, sebaiknya kita menyiapkan diri untuk menikmati game yang mungkin akan menjadi MGS terakhirnya dalam MGS V: Ground Zeroes pada 18 Maret 2014 dan diikuti dengan MGS V: The Phantom Pain.

[Sumber: GameInformer/Wikipedia]