MWC 2014: Archos Konfirmasikan 4 Android, Andalkan Archos 50c Oxygen Dengan Prosesor 8 Core

Archos 50c Oxygen
Archos 50c Oxygen

Selama CES 2014 awal tahun lalu Archos membawa beberapa smartphone kelas menengah dari keluarga Helium. Sedangkan untuk Mobile World Congress 2014, mereka mencoba mencuri perhatian dengan menawarkan tipe Oxygen dan juga satu tablet baru, yang spesifikasinya lebih tinggi.

Archos 80 Helium 4G
Archos 80 Helium 4G

Mulai dengan tabletnya, mereka membawa Archos 80 Helium 4G. Seperti tablet dari produsen asal Perancis ini sebelumnya, 80 Helium 4G ditawarkan dengan harga yang terjangkau, dan mereka mengklaim jika Archos 80 Helium 4G ini sebagai tablet 8-inchi pertama yang sudah mengajukan koneksi 4G LTE dengan harga di bawah US $250. Spesifikasinya sendiri antara lain layar IPS 8-inchi dengan resousi 1024 x 768-pixel, chipset Qualcomm MSM8926 dengan empat core prosesor Snapdragon 400 pada kecepatan 1.2 GHz, GPU Adreno 305, dipadukan dengan 1GB RAM, 8GB internal storage plus micro SD, baterai 3500-mAh, kamera utama 5-megapixel autofocus plus LED flash, kamera sekunder 2-megapixel dan Android 4.3 Jelly Bean. Spesifikasi tersebut setara dengan yang ditawarkan Motorola untuk Moto G dan LG untuk G2 mini. Selain 4G LT, konektifitas yang didukung tablet ini sepeeti WiFi dan WiFi Hotspot, 4G dan 3G, Bluetooth 4.0 dengan A2DP dan EDR, GPS dengan A-GPS, serta micro USB 2.0.

Archos 50c Oxygen
Archos 50c Oxygen

Kemudian untuk smartphone-nya, mereka membawa tiga unit selama MWC 2014. Semuanya menjalankan Android 4.2 Jelly Bean, dan diperkuat prosesor MediaTek. Pertama dengan Archos 50c Oxygen mengajukan prosesor terkuat yang dikonfirmasikan MediaTek akhir tahun lalu, yaitu MT6592 dengan delapan core (octa-core yang sebenarnya, semua core bisa aktif bersamaan) pada kecepatan 1.7GHz, dipadukan GPU Mali-450MP4 (4 core, tiap core kecepatannya 700 MHz). Spesifikasi lainnya, mulai layar 5-inchi dari material IPS pada resolusi HD 720×1280-pixel, 1 GB RAM, 8 GB storage plus micro SD, kamera utama 8-megapixel dengan sensor BSI, kamera sekunder 2-megapixel, WiFi, Bluetooth 4.0, dan baterai 2000-mAh.

Archos-64-Xenon
Archos 64 Xenon

Kedua, Archos 64 Xenon yang layar IPS-nya membesar menjadi 6.4-inchi pada resolusi HD, menjalankan MT6582, yang mulai banyak diterapkan pada Android baru yang masuk Indonesia di awal 2014 ini. Chipset tersebut memiliki empat core prosesor pada kecepatan 1.3GHz, dan dipadukan dengan GPU Mali-400MP2 (2 core, pada kecepatan 416 MHz). Dengan dimensi layarnya yang cukup lebar, menempatkanya sebagai pilihan yang pas antara smartphone dan tablet. Spesifikasi lainnya seperti RAM 1 GB, internal 4 GB plus slot micro SD, modul kamera yang sama seperti Oxygen, dan konektivitas seperti WiFi dan Bluetooth 3.0. Untuk baterainya, meningkat menjadi 2800-mAh

Archos-40b-Titanium
Archos 40b Titanium

Dan smartphone yang mereka tempatkan pada kelas bawah, adalah Archos 40b Titanium, yang mengajukan mesin MediaTek MT6572 denga  dua core prosesor pada kecepatan 1.3GHz, GPU Mali-400MP1 pada kecepatan 500 MHz, RAM 512MB, internal storage 4 GB plus micro SD, dimensi layar 4-inchi pada resolusi 480 x 800-pixel, kamera 5-megapixel + VGA untuk sisi depan, dan baterai 1400-mAh.

Ketiga smatphone tersebut memiliki dua slot kartu SIM GSM, dan ditawarkan dengan harga mulai US $249 atau sekitar Rp. 3 juta untuk tipe Oxygen, US $199 atau sekitar Rp. 2,4 juta untuk Xenon dan US $119 atau sekitar Rp. 1,4 juta untuk Titanium. Sangat terjangkau mengingat spesifikasi yang ditawarkan cukup tinggi. Pertanyaannya, walaupun Archos memiliki cabang pemasaran di Indonsia, namun dari pantauan penulis penyebarannya juga kurang merata, termasuk untuk jajaran smartphone-nya yang baru dikonfirmasikan tersebut. Semoga saja Archos mau memasukkannya ke pasar lokal, mengingat spesifikasi yang ditawarkan tidak mengecewakan. 

[cb type=”company”]Archos[/cb]

Sumber: Archos (1), (2), (3), (4), Press Release


SHARE
Previous articleLiputan Prototype Day 12: Ajang Pamer Game Baru
Next articleMWC 2014: Xperia M2, Smartphone Dual SIM Baru Sony Dengan Desain ala Xperia Z2

Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY – yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi “ngoprek” smartphone.