MWC 2014: Lenovo Yoga Tablet 10 HD+ Gunakan Mesin Snapdragon, Memory dan Kamera Juga Meningkat

Lenovo-Yoga-Tablet-10-2

Oktober 2013 lalu Lenovo mengkonfirmasikan Lenovo IdePad Yoga 8 dan 10. Keduanya menjadi pilihan tablet Android baru yang menggunakan nama Yoga, yang sebelumnya lebih identik melalui hybrid tablet notebook untuk Windows. Kelasnya yang premium menjadikan Yoga pilihan menarik bagi mereka yang mempertimbangkan kualitas dan juga kinerja hardware. Namun untuk dua Yoga pertama ber-OS Android tersebut, Lenovo memilih konsep desain hybrid (bisa dioperasikan dalam 3 mode berbeda, Hold, Tilt dan Stand) serta kualitas materialnya saja.

Lenovo-Yoga-Tablet-8

Untuk kinerja hardware, dengan harga yang ditawarkan di rentang Rp. 3.5 – 4.5 jutaan, Lenovo Yoga ber-OS Android tersebut hanya mampu mengajukan spesifikasi untuk kelas menengah saja dengan chipset MediaTek. Bagaimana pun, desainnya yang tidak biasa menjadi daya tarik tersendiri. Dan yang melegakan, Lenovo menjawab keluhan banyak pengguna Yoga Android tersebut, dengan mengkonfirmasikan versi upgrade-nya selama Mobile World Congress 2014.

Lenovo Yoga Tablet 10 HD+ kini mengajukan layar 10-inchi dengan resolusi full HD pada 1920 x 1200-pixel (sebelumnya 1280 x 800-pixel). Untuk mendukung resolusi layarnya yang meningkat, Yoga Tablet 10 HD+ juga menawarkan teknologi Smart Display, yang memungkinan Yoga Android ini otomatis mengatur gambar dan tulisan yang tampil pada layar agar sesuai dengan kondisi pencahayaan ruangan saat ini, sehingga menghasilkan gambar yang tetap terlihat tajam dalam semua kondisi cahaya.

lenovo-DOit-1

Selain aplikasi pendukung layar tersebut, Lenovo juga menyiapkan kumpulan aplikasi DOit untuk smartphone dan tablet mereka (yang sebenarnya juga bisa diakses oleh Android lainnya). Ada lima aplikasi DOit yang mereka kenalkan, yaitu SHAREit, SECUREit, SYNCit, SNAPit, dan SEEit, Setiap aplikasi memiliki fungsi yang unik, dan sudah tersedia melalui Play Store. SHAREit memungkinkan user untuk berbagi file antara sesama pengguna aplikasi tersebut memanfaatkan koneksi WiFi. Kemudian SECUREit berfungsi mengamankan Android yang terinstall aplikasi tersebut dari virus atau malware. SYNCit memberi opsi backup contact, message, dan call log. SNAPit sendiri menjadi aplikasi kamera baru Lenovo dengan fitur 10fps burst speed dan filter foto yang bisa di-preview atau diterapkan sebelum shutter ditekan. Dan cocok mendukung SNAPit adalah SEEit, untuk mengedit koleksi jepretan foto.

Di sisi hardware, Lenovo meng-upgrade mesin utamanya, dan kini Lenovo IdeaPad Yoga Tablet 10 HD+ bisa berjalan lebih kencang berkat chipset Qualcomm MSM8228 dengan prosesor Snapdragon 400 empat core yang kecepatannya 1.6GHz (sebelumnya MediaTek quad c0re 1.2 GHz), GPU Adreno 305 pada kecepatan 450 MHz (sebelumnya PowerVR SGX 544 pada 300 MHz), 2GB RAM (dari 1 GB), internal storage dengan opsi 16 dan 32 GB (sebelumnya hanya 16 GB, dan kamera utama 8-megapixel (meningkat dari 5-megapixel. Dan yang lebih melegakan lagi, Lenovo masih mempertahankan baterai berkapasitas tinggi 9,000-mAh dengan klaim ketahanan baterai mengagumkan, yang mencapai 18 jam.

Lenovo-Yoga-Tablet-10-3

Kemudian aspek lain yang kami sukai dari sebuah merk Yoga adalah finishingnya. Lenovo juga menggunakan lapisan aluminum dengan hiasan chrome pada casingnya, yang kini tidak hanya ditawarkan dalam pilihan warna silver saja, namun juga ada warna champagne yang menurut Lenovo hanya ditujukan untuk pasar Asia. Di sisi eksternalnya, Lenovo juga sedikit merubah sudut kemiringan kickstand-nya, sehingga makin memudahkan kita untuk mengetik ketika memposisikannya nyaris mendatar. Namun jika kamu lebih suka menggunakan keyboard eksternalnya yang dibanderol sekitar Rp. 700 ribuan, Lenovo juga mengatakan mereka sudah memperbaiki kestabilannya, sehingga lebih nyaman digunakan dalam jangka waktu lama.  Selain itu, kamera sekunder dari tablet dengan OS Android 4.3 Jelly Bean ini kini juga dipindahkan tepat ke tengah layar, sehingga memudahkan kita membuat foto diri.

Semua perbaikan tersebut ternyata tidak banyak meningkatkat harga penawarannya. Lenovo hanya menambahkan US $49 saja, sehingga kini menjadi US $349, atau sekitar Rp. 4 jutaan saja! Di Indonesia, Lenovo Yoga 10 ditawarkan dengan harga Rp. 4.5 jutaan, dan termasuk free keyboard Bluetooth orisinal Lenovo (yang juga berfungsi sebagai cover). Terpaut sekitar Rp. 500 ribuan dari harga di luar sana. Dan seandainya Lenovo Indonesia juga akan memasukkannya ke Indonesia dengan harga Rp. 5 jutaan, Yoga Tablet 10 HD+ menjadi salah satu pilihan yang menarik. Lenovo sendiri baru akan menjualnya di US dan Eropa pada bulan Juni 2014 mendatang.

Spesifikasi Lenovo Yoga Tablet 10 HD+

  • Chipset: Qualcomm MSM8228 Snapdragon 400 Quad Core 1.6 GHz (versi 3G), Qualcomm APQ8028 (versi WiFi)
  • Operating System: Android 4. 3 Jelly Bean (akan segera mendapatkan update ke 4.4 KitKat)
  • Layar: 10.1-inchi IPS full HD (1920×1200-pixel), multitouch dengan sudut penglihatan lebar 178 derajat
  • Memory RAM: 2GB LP-DDR2
  • Internal Storage: 16GB/32GB eMMC, plus micro SD hingga 64 GB
  • Sound: Dua speaker stereo menghadap depan, dengan pemrosesan teknologi Dolby mobile, microphone dengan mic kedua untuk noise reduction 
  • Konektifitas: micro USB, 3.5 millimeter audio jack, slot micro SIM, WiFi 802.11b/g/n Wi-Fi , 3G WCDMA (900/2100 MHz), GSM/EDGE (900/1800/1900MHz), Bluetooth 4.0
  • Kamera: 8-megapixel di belakang, 1.6-megapixel di depan, keduanya mampu membuat konten HD
  • Baterai: Li-Ion, 9000 mAh, dengan klaim ketahanan hingga 18 jam
  • Dimensi: 261 x 180 x (3.0-8.1 pada bagian tertebal)-mm, dengan berat 615-gram

Lenovo Unveiled: Yoga Tablet 10 HD+

Lenovo DOit Apps

[cb type=”company”]Lenovo[/cb]

Sumber: Lenovo


SHARE
Previous articleMWC 2014: Xperia M2, Smartphone Dual SIM Baru Sony Dengan Desain ala Xperia Z2
Next articleMWC 2014: Lenovo S660, MediaTek MT6582 Quad Core Dibalut Casing Bernuansa Metal
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.