Nippon Ichi Kembangkan The Guided Fate Cross Thesis untuk PlayStation 3

Nippon Ichi Software saat ini tengah mengembangkan The Guided Fate Cross Thesis untuk PS3, yang menjadi sekuel dari The Guided Fate Paradox.

Hal ini dikonfirmasikan oleh NIS melalui majalah Famitsu edisi terbaru pekan ini. Tema utama dari The Guided Fate Cross Thesis adalah “pilihan terakhir”. Di sini kamu akan menemui dua heroine utama, yakni Jupiel Chuumi (disuarakan oleh Asami Imai) dan Aruru Toue (disuarakan oleh Yumi Hara). Jika kamu menyelamatkan salah satu heroine, maka heroine lainnya akan meninggal. Itulah pilihan terakhirmu, memilih satu di antara mereka berdua!

Yang bertanggung sebagai produser adalah Sohei Shinkawa, dan perencana serta pendesain game-nya adalah Kei Nanasato. Manajer proyeknya adalah Kentaro Niwa. Yang menangani desain karakter adalah Noizi Ito dan Airi Hori. Untuk musik, diserahkan pada sang komposer Yosei Teikoku.

The Guided Fate Cross Thesis melanjutkan kisah dari The Guided Fate Paradox. Setelah beberapa tahun lalu takdir seorang pemuda menjadi berubah, dan setelah Satanadia mengalami keterpurukan, kekuatan iblis tidak benar-benar hancur. Di lain sisi, surga menghadapi beragam perang gerilya. Para malaikat menggunakan Fate Awakening Crystal untuk mengubah sang protagonis utama menjadi dewa dan turut berpartisipasi dalam perang tersebut.

Berikut adalah sedikit penjelasan mengenai karakter dalam game ini.

Protagonis utama di sini adalah seorang cowok yang berubah menjadi dewa berkat Fate Awakening Crystal.

Jupiel Chuumi, salah satu heroine utama, adalah seorang malaikat yang menanti sang protagonis di tangan dan kakinya, serta memiliki kekuatan terkuat di kelasnya. Dia bekerja untuk kakak perempuannya, seorang malakat pimpinan, dan ingin sekali menjadi seperti kakaknya tersebut.

Aruru Toue, heroine utama kedua, adalah seorang iblis yang mengubah protagonis menjadi dewa. Dia menjadi tawanan dirinya sendiri, tapi mendapatkan kebebasan untuk menjelajahi surga dengan asumsi dia mempelajari para dewa. Tapi ada saja malaikat yang tidak akur dengannya, sehingga konflik pun sering tak tereelakkan.

Tidak seperti prekuelnya yang menggunakan grafis sprite 2D dengan area kotak-kotak isometris, di sini diubah menjadi grafis full 3D dengan tampilan sudut pandang dari atas. Tampilan grafisnya juga menggunakan toon shader, dan karakter ditampilkan dalam format Super Deformed. Tapi tetap dungeon acak tiap kali dimasuki kembali hadir di sini. Di dalam dungeon, kamu bisa mengambil beragam senjata atau item yang tergeletak di sana. Sistem upgrade-nya sendiri berkaitan dengan tema utama “pilihan terakhir”, dan akan diberikan detail lebih lanjutnya nanti. Dan karena sistem equipment di prekuelnya dirasa terlalu kompleks, maka kali ini akan dipermudah dan lebih mudah dipahami.

Tema utamanya adalah “pilihan terakhir”, dan hal itu akan benar-benar berpengaruh pada permainan. Di sini kamu tidak bisa menyelamatkan semua orang, harus orang-orang tertentu saja. Dan pastinya hal tersebut akan mempengaruhi ending yang didapatkan nantinya. Unsur percintaan antara protagonis dengan sang heroine juga akan ditampilkan di sini. Beberapa karakter  dari prekuelnya juga akan kembali hadir di sini.

Rencananya, NIS akan merilis The Guided Fate Cross Thesis untuk PlayStation 3 di Jepang pada tanggal 24 Juli 2014. Mereka merilisnya dalam tiga edisi, yakni edisi standar dengan harga 6,800 yen (belum termasuk pajak), edisi digital dengan harga 5,714 yen, dan edisi terbatas dengan harga 8,800 yen. Untuk edisi terbatasnya, NIS memberikan bonus CD soundtrack original (berisi gubahan musik permainan dan lagu yang dinyanyikan oleh kedua heroine utama) dan sebuah artbook. Bonus untuk copy pertama game ini adalah sebuah CD original radio The Guided Gate Cross Thesis X Nipoon Ichi Radio Special Version. Saat ini pengembangannya telah mencapai 65%.

[ Sumber : Game Nyarth, Famitsu, Gematsu (2), Siliconera ]


SHARE
Previous articleWB Konfirmasikan Arkham Knight, Seri Arkham Terakhir yang Kembali Ditangani Rocksteady
Next articleHumble Mobile Bundle 4, Lagi-lagi Kesempatan Berhemat Main Game Orisinal

Pecinta game (terutama RPG) yang dulunya merupakan fans dari Zigma – sekarang adalah Feature Editor Zigma Omega hingga saat ini. Sekarang Reyner telah menjadi apoteker lulusan salah satu fakultas negeri di Surabaya. Selain game, Reyner juga mengikuti update mengenai anime dan manga terbaru, dan juga sedikit melirik dunia gunpla.