Kolaborasi Studio Bandung dan Jakarta Hasilkan Board Game Digital Kucing Sumput!

Dua studio yang berbasis di Bandung, Kummara dan Manikmaya Games serta satu developer dari Jakarta, Manticore Studio berkolaborasi untuk menghadirkan sebuah board game digital untuk Android yang menyenangkan untuk dimainkan bersama seluruh anggota keluarga berjudul Kucing Sumput. Ketiga studio tersebut memegang peranan yang berbeda dalam pengembangan Kucing Sumput, dimana Kummara bertanggung jawab untuk Game Design-nya, pengembangan dilakukan sepenuhnya oleh Manticore Studio, dan Manikmaya Games menjadi publisher.

Dengan gameplay yang ditawarkan, Kucing Sumput bisa menjadi pilihan media permainan interaktif yang menarik untuk seluruh anggota keluarga. Kucing sumput bisa dimainkan oleh  dua hingga empat pemain dalam satu device dan diharapkan bisa menghadirkan momen bermain positif bagi setiap keluarga di Indonesia. Studio Head dari Manticore Studio, Murdhi Purwohandoko, menyebutkan antusiasmenya terhadap kolaborasi ini dan berharap apa yang  coba dihadirkan lewat game ini bisa memotivasi berbagai bentuk kolaborasi lain untuk sama-sama menghasilkan game Indonesia yang berkualitas dan memiliki nilai-nilai yang positif.

Kucing Sumput mengisahkan tentang Ibu Kucing yang akan memandikan anak-anak kucingnya. Tetapi anak-anak kucing sudah bersembunyi terlebih dahulu di tong-tong sampah di samping rumah. Setiap pemain nantinya akan membantu sang Ibu Kucing untuk menemukan anak-anak kucingnya yang sedang bersembunyi.

Konsep permainan Kucing Sumput terinspirasi oleh permainan tradisional Ucing Sumput atau yang banyak dikenal dengan istilah Petak Umpet. Game designer dari Kucing Sumput yaitu Kanty Kusmayanty dari Kummara Studio ingin kembali mengangkat kesenangan bermain permainan tradisional dalam media yang modern dan umum dikenal keluarga saat ini. Lewat Kucing Sumput ini Kanty juga berharap semakin banyak keluarga bisa menikmati waktu yang berharga dengan bermain bersama buah hatinya.

Hal tersebut juga didukung oleh konsep visual dan animasi sederhana yang didesain khusus untuk family game. Tim Ilustrator/animator dari Kummara dan Manticore Studio melakukan proses pengembangan khusus untuk bisa menghadirkan visualisasi serta animasi yang optimal. Salah satu tantangan terbesar adalah adalah untuk memvisualisasikan karakter dari masing-masing anak kucing sehingga kemudian menjadi keunikan tersendiri dari game ini.

Permainan Kucing Sumput didesain untuk bisa dimainkan segala usia. Cara bermainnya sangat sederhana. Pemain akan secara bergiliran membantu Ibu Kucing menemukan anak kucing yang dicarinya dengan menyentuh tong yang ada di layar. Jika anak kucing yang berada di tong tersebut cocok dengan yang dicari oleh sang Ibu, maka pemain tersebut akan mendapat satu poin. Sebelum giliran pemain berikutnya tiba, pemain tadi boleh menempatkan satu tulang untuk diletakkan di piring makan sang anjing penjaga. Pemain tidak bisa mendekati tong yang dijaga oleh anjing penjaga.

Cara bermain tersebut secara tidak langsung akan melatih kemampuan mengingat dari tiap pemain. Konsep permainan yang harus dimainkan oleh lebih dari  seorang pemain juga memberi ruang untuk melatih kemampuan sosialisasi para pemain. Dengan mekanisme permainan dan dukungan visual yang menarik, game ini tentunya cocok menjadi game pilihan setiap keluarga.

Business Manager Manikmaya Games, Andre Dubari menyertakan harapan yang besar ke depannya bahwa Kucing Sumput menjadi salah satu pemicu munculnya judul-judul game lain yang juga bisa menumbuhkan kembali budaya bermain bersama dan mampu meningkatkan family bonding di setiap keluarga.

Tertarik untuk mencoba Kucing Sumput? Board game digital ini sudah bisa kamu dapatkan di Google Play Store melalui alamat berikut ini. Ayo bantu ibu kucing untuk mencari anak-anaknya yang bersembunyi!


SHARE
Previous articleCrazy Taxi Dreamcast Dari Harga 50 Ribuan Kini Digratiskan di Android dan iOS
Next articleWind Rises: Film Terakhir Hayao Miyazaki Yang Sangat Mengharukan!

Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.