GDC 2014: Crytek dan Epic Games Tawarkan Engine Mereka untuk Developer Indie

duniaku-unreal-1

Dua developer papan atas yang terkenal dengan engine mereka, Crytek dan Epic Games menawarkan engine buatan mereka untuk digunakan oleh para developer indie. Baik CryEngine dari Crytek maupun Unreal Engine 4 dari Epic Games ditawarkan kepada para developer indie dengan skema pembayaran perbulan yang cukup terjangkau.

Untuk Unreal Engine 4, Epic Games menawarkannya dengan harga US $19 perbulan atau sekitar Rp 220.000 plus dengan royalti 5% untuk setiap game yang berhasil dipublikasikan. Tidak ada perbedaan antara developer indie yang menggunakan model langganan perbulan ini dengan developer besar yang membeli lisensi engine secara utuh. Tim Sweeney, Founder dan CEO dari Epic Games mengungkapkan bahwa langkah ini mereka tempuh bukan hanya untuk keuntungan Epic Games semata, melainkan juga untuk memajukan industri game secara keseluruhan.

duniaku-crossfire-unreal

“Semua orang bisa memasarkan produk komersial yang dibangun menggunakan Unreal Engine 4 dengan membayar royalti 5% dari pendapatannya,” ungkap Sweeney selama Game Developer Conference (GDC) 2014 yang berlangsung pertengahan Maret ini. “Tujuan Epic sendiri untuk membuat sebuah engine yang menarik minat semua orang terhadap pengembangan game dan konten 3D, dari yang independen hingga tim pengembang game AAA. Dengan US $19 perbulan, kamu bisa mendapatkan akses ke semua fitur yang disediakan, termasuk Unreal Editor dan kode program engine lengkap,” lanjut Sweeney.

Senada dengan Sweeney, Mark Rein yang merupakan wakil presiden dari Epic Games mengungkapkan bahwa engine ini sudah sangat siap digunakan untuk mengembangkan game PS4 dan Xbox One. Dia juga menyebutkan sudah banyak developer yang menggunakan engine ini untuk mengembangkan game di platform tersebut.

Senada dengan Epic Games, Crytek juga menyediakan CryEngine yang mereka buat untuk digunakan oleh para developer indie. Format yang ditawarkan juga menggunakan sistem berlangganan, dimana untuk penggunaan engine ini selama sebulan, developer indie harus merogoh kocek US $9.99 atau sekitar Rp 120.000. Berbeda dengan Unreal Engine 4, developer hanya perlu membayar biaya berlangganan saja, dan tidak akan dikenai royalti untuk setiap game yang dipublikasikan. Rencananya, program yang diberi nama dengan “Engine-as-a-Service” ini bisa dinikmati mulai bulan Mei 2014 yang akan datang.

[Sumber: VG247[2]]


SHARE
Previous articleFoto Adegan Terakhir Captain America: The Winter Soldier Terungkap!
Next articleBoBoiBoy Speedbattle, Game Mobile yang Menguji Otak dan Refleksmu!
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.