Puas di iOS, Cut the Rope 2 Mengayunkan Permennya di Android

Cut-the-Rope-2-1

Dibandingkan Angry Birds, nama Cut the Rope mungkin masih kalah tenar. Namun jika menyinggung keunikan mekanis permainan puzzle-nya yang sarat akan efek fisika, maka siapa pun pasti akan menyukainya. Apalagi ZeptoLap selaku developernya berhasil mengenalkan ikon Om Nom, karakter monster imut sebagai tokoh sentralnya, menjadi figur yang sangat memorable yang bisa langsung membuat serial ini dikenali hanya sekadar mengenali senyum lebarnya tersebut. Seperti yang sudah kami ulas awal Desember 2013 lalu, sekuel pertamanya sudah disiapkan, dan pertama kali hadir untuk iOS sejak pertengahan Desember 2013. Kini setelah tiga bulan Om Nom menikmati memanen permen-permen manis di platform Apple, giliran pengguna Android yang bisa memainkannya.

Dengan game pertama dan spin-off-nya memusatkan permainan pada mekanis yang sederhana (namun juga kompleks) dimana kamu harus mengarahkan permen-permen ke mulut Om Nom dengan memotong tali dimana permen tersebut terikat, untuk sekuelnya ini developer masih belum merubah konsepnya terlalu jauh. Kamu juga masih bergantung pada efek fisika yang memaksa kita harus menepatkan timing ketika akan memotong tali dimana permen berada, dan kemudian masuk ke mulut Om Nom. Untuk menambah tantangan, akan ada banyak obyek lingkungan interaktif yang bisa membantu atau menghalangi jalannya permen jatuh ke arah mulut Om Nom. Karakter pembantu baru juga hadir untuk memperdalam ceritanya.

Cut-the-Rope-2-2

Namun para Nommies tersebut khususnya membuat mekanis permainannya lebih bervariasi. Teman-teman Om Nom tersebut seperti Roto, yang bisa membawa Om Nom ke platform lokasi terbarik dimana dia akan menangkap permen yang terjatuh; lalu ada Lick yang bisa membuat jembatan kecil degan lidah panjangnya untuk membantu Om Nom mencapai tujuannya; dan Blue bisa mengangkat Om Nom ke platform baru; sedangkan Toss bisa melempar obyek termasuk juga permen; serta terakhir Boo, bisa menakuti Om Nom sampai dia melompat ke lokasi yang lebih tinggi.

Cut-the-Rope-2-3

Jika untuk iOS ZeptoLap menawarkannya dengan harga Rp. 9.500, maka untuk versi Android ini bisa kamu mainkan secara gratis dan bisa diunduh melalui Google Play Store mulai 28 Maret 2014 kemarin. Selain itu, Cut the Rope 2 juga eksis di Amazon Appstore mulai 30 Maret 2014. Meskipun gratis, namun versi Android ini disisipi banyak power-up dalam game, hint untuk memecahkan puzzle, kustomisasi dan juga tambahan misi untuk setiap level, serta peta interaktif, yang semuanya itu ditawarkan sebagai bagian item in-app purchase dengan tawaran harga mulai Rp. 12.000 hingga Rp. 578.000! Hmmm, berapa banyak permen ya bisa kita dapat dengan duit hingga Rp. 600 ribuan?

Cut-the-Rope-2-4

Ini bukan berarti versi iOS-nya bebas IAP lho, karena kamu juga menemukan IAP yang sama dari versi iOS di Android ini. Untunglah untuk menghindari bobolnya tagihan kartu kredit para orang tua, ZeptoLab sudah memberi peringatan dari awal bahwa game mereka ini sarat IAP, dan jika game ini dimainkan oleh anak-anak, agar para orang tua bisa segera memeriksa setting-nya, agar anak-anak tidak dengan sengaja (jelas karena ketidaktahuannya) membeli banyak IAP yang ditawarkan.

Cut-the-Rope-2-5

Menurut ZeptoLab yang berbasis di Rusia, keseluruhan serial Cut the Rope sudah diunduh lebih dari 500 juta kali, termasuk Cut the Rope pertama, spin-off Time Travel dan juga Experiments. Jumlah yang fantastis untuk sebuah game mobile yang mengawali debutnya sejak akhir 2010 lalu.

  • Dapatkan Cut the Rope 2 versi iOS melalui Apple App Store. Membutuhkan minimal iOS versi 4.3 dan storage 84.4 MB.
  • Dapatkan Cut the Rope 2 versi Android melalui Google Play Store. Membutuhkan minimal Android versi 2.2 dan storage 41.53 MB.

Puas di iOS, Cut the Rope 2 Mengayunkan Permennya di Android

Sekuel pertama Cut the Rope sudah hadir untuk iOS sejak pertengahan Desember 2013. Kini setelah tiga bulan Om Nom memanen permen manis di platform Apple, giliran pengguna Android bisa memainkannya.

Abaikan


SHARE
Previous articleEdge of Tomorrow, Ketika Hidup Selalu Berulang di Waktu yang Sama
Next articleDice Roller, Menantang Kemampuan Matematika-mu dalam Memecahkan Puzzle!

Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY – yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi “ngoprek” smartphone.