Meski Meraih Sukses, The Raid 2 Mendapat Perlawanan dari Ketua PPFI

Meski berhasil meraih sukses di dalam dan diluar negeri, The Raid 2: Berandal justru mendapat respon negatif dari ketua PPFI (Persatuan Produser Film Indonesia). Kenapa? Simak informasinya disini.

The-Raid-2-Poster-1

Siapa yang tidak tahu dengan film The Raid 2: Berandal, film besutan sutradara Gareth Evans ini tidak hanya berhasil meraih sukses di dalam negeri, namun film ini juga berhasil mencuri perhatian dunia. Tapi, seiring dengan kesuksesan yang diraih, film The Raid 2: Berandal justru mengundang kontroversi di Persatuan Produser Film Indonesia (PPFI). Dikutip dari detikHOT, Firman Bintang selaku ketua PPFI, menganggap kalau film ini justru memberikan citra yang buruk bagi Indonesia di mata dunia.

“PPFI kecewa kenapa pemerintah memberikan apresiasi kepada film bertemakan kekerasan. Khususnya, The Raid 2: Berandal,” ucap  Firman Bintang saat diskusi bersama di Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail.

“Dan, saya himbau mari kita membuat film bertema kekerasan. Karena apresiasi film terhadap The Raid 2: Berandal yang begitu besarnya,” tegas Firman Bintang.

Menurutnya, film yang dibintangi Iko Uwais ini lebih banyak menonjolkan adegan kekerasan daripada seni bela diri Pencak Silat itu sendiri. Firman juga mengatakan kalau reaksinya ini bukan karena ada rasa kecemburuan, namun dia berharap pemerintah bisa memberikan perhatian secara menyeluruh dan mendukung semua film buatan Indonesia.

“Pemerintah selalu menuntut PPFI dan anggota di dalamnya memproduksi film yang berisi kebudayaan, pendidikan dan kearifan lokal lain. Tapi tidak ada apresiasi. Kalau memang lewat kekerasan, tinggal saya bilang sama anggota untuk bikin.” ujar Firman Bintang.

Seperti yang kita tahu, sebelum tayang di Indonesia akhir bulan Maret kemarin, pemutaran perdana The Raid 2: Berandal dilakukan di The 30th Annual Sundance Film Festival 2014, yang diselenggarakan di Utah, Amerika Serikat, dan berhasil mencuri perhatian serta mendapat reaksi positif dari para penonton maupun kritikus film yang hadir dalam acara tersebut.

[youtube id=”Pg6IiGjJyM4″]

Sumber: detikHOT

Share this article

TENTANG PENULIS
Reza

Art Director di TouchOn Magazine (nama baru dari Zigma dan Omega) Memiliki interest yang besar dalam dunia design dan photography. Merupakan penggemar berat film serta salah satu penggebuk drum di redaksi yang kini menikmati hobi baru sebagai penulis.