Dead End, Ketika Akhir Kiamat Zombie Ditentukan Dari Bersihnya Kaca Jendela Mobil

Tema kekacauan dunia karena serbuan zombie memang tidak bosan-bosannya diangkat pengembang game. Dan Dead End ini mencoba membekalimu dengan muscle car Amerika, untuk tancap gas membantai para zombie.

Dead-End-1

Tema kekacauan dunia karena serbuan zombie memang tidak bosan-bosannya diangkat pengembang game. Tinggal mereka meramunya dalam genre apa. Dan Dead End ini mencoba memasukkan mekanis jalan tak berujung yang biasa kita dapati dalam tipikal endless runner, membekalimu dengan muscle car Amerika yang eksis di era tahun 70-an, dan langsung tancap gas untuk membantai para zombie di tengah jalanan pasca wabah zombie yang meluas. Kesan retronya pun makin dipertegas dengan grafis monokrom yang sederhana (mengingatkan pada game klasik Outrun), dan iringan musik rock-and-roll.

Dead-End-2

Dead End menjadi kolaborasi antara dua studio asal Perancis, Flying Oak Games dan Sparkling Vinegar. Racing bernuansa retro memang perlu selera khusus untuk bisa menikmati animasi grafisnya yang memang agak aneh. Namun justru dengan tampilan sederhana tersebut, cipratan darah zombie yang kamu tabrak menjadi tidak terlalu realistis, plus cewek sexy yang menghiasi jeda antara setiap misi pun tidak perlu kuatir mengundang pemikiran lebih para pemainnya, karena sekali lagi, tampilannya yang monokrom memang tidak bisa dinikmati terlalu jauh.

Dead-End-3

Namun kesan estetik game ini justru lebih terasa melalui mekanis gameplay-nya. Kamu dituntut mencium para zombie menggunakan bemper mobilmu, dan dengan cipratan darah mereka (digambarkan secara pixelated, bahkan tidak terlihat jelas seperti darah) bisa saja mengganggu pandangan, dan kamu perlu menggunakan wiper untuk membersihkan kaca mobilmu. windshield. Intinya, jika ketemu zxombie, tabrak saja. Namun jika ada jebakan, hindarilah. Uang akan menunggumu di akhir setiap misi.

Dead-End-4

Selain menyusuri lintasan penuh zombie, Dead End memberimu dollar di akhir misi dan menawarkan upgrade di garasi – mulai ban mobil, pelindung, wiper, dan juga steering wheel bisa dibuat lebih besar, kuat dan lebih cepat. Tidak heran jika game ini ditawarkan gratis, karena memang akan ada banyak in-app purchase menghiasi. Namun IAP tersebut hanya untuk versi Android dan iOS saja, meskipun kamu bisa mengunduhnya secara gratis, namun untuk membuka keseluruhan gamenya diperlukan biaya sekitar Rp. 12 ribu. Sedangkan untuk versi Windows Phone, karena memang OS tersebut tidak menawarkan dukungan IAP, maka kamu diwajibkan langsung  membayar US $0.99 untuk mendapatkannya, atau bisa juga mengunduh versi demonya terlebih dahulu. 

  • Dapatkan Dead End versi iOS melalui Apple App Store. Membutuhkan minimal iOS versi 7.0 dan storage 34.6 MB.
  • Dapatkan Dead End versi Android melalui Google Play Store. Membutuhkan minimal Android versi 4.0 dan storage 24 MB.
  • Dapatkan Dead End versi Windows Phone melalui Windows Phone Store. Membutuhkan minimal Windows Phone 8 dan 8.1 dan storage 16 MB. Sayangnya game ini tidak tersedia untuk WP Store di wilayah Indonesia.

[youtube id=”zzaEQGjdv7E”]

Sumber: Flying Oak

TENTANG PENULIS
Ura

Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.