Pandawa Games Siap Menghentikan Layanan Throne of Demons Online

Belum genap berusia satu tahun, Pandawa Games dalam waktu dekat akan segera menghentikan layanan Throne of Demons (TOD) Online. Apa sebabnya?

Kabar duka kembali datang dari dunia game MMO di Indonesia. Salah satu game MMO yang dipublikasikan oleh Pandawa Games, Throne of Demons (TOD) Online siap menghentikan layanan game di Indonesia dalam waktu dekat. TOD Online adalah sebuah MMORPG dengan gaya yang khas ditambah dengan fitur MOBA didalamnya. Game yang berlatar belakang kisah tentang perebutan sebuah senjata yang dibuat oleh para dewa untuk menaklukan iblis ini telah sukses dirilis dalam versi Open Beta sejak awal Oktober lalu.

TOD Online merupakan upaya Co-Development antara dua game developer dari dua negara yaitu Indonesia dan China. Dengan adanya kolaborasi tersebut merupakan titik awal untuk di masa depan akan mengusung pembuatan game besar yang dikembangkan sepenuhnya oleh developer lokal. Sayangnya, umur TOD Online yang belum genap satu tahun ini harus berakhir karena pihak developer luar tidak berkeinginan melanjutkan pengembangan game ini. Akibatnya, tentu saja tim TOD mengkonfirmasikan bahwa mereka siap untuk berpisah dengan para Heroes (sebutan para pemain TOD Online) untuk selamanya.

Berkaitan dengan penutupan layanan gamenya tersebut, Pandawa Games sebagai publisher menyatakan rasa penyesalan dan menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya pada para Heroes. Dengan ditutupnya layanan game TOD Online, tim TOD akan memberikan kompensasi istimewa kepada para Heroes yang telah meluangkan banyak energi di dalam item mall di TOD,  pada salah satu game yang telah dipublikasikan oleh Pandawa Games dan dikembangkan sendiri oleh Altermyth, yaitu Big Bang Kaboom dalam bentuk Tech Point.

TOD Online akan melakukan konversi Tael ke Tech Point (TP) pada tanggal 16 April 2014 dan resmi menutup server tanggal 17 April 2014.

Selamat jalan TOD Online

Share this article

TENTANG PENULIS
Febrizio

Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.