20,000 Leagues Above the Clouds, Pilihan Menjadi Pedagang Atau Pembajak di Atas Langit

20,000-Leagues-Above-2

Siapa yang tidak penasara ketika mengetahui ada game berjudul 20,000 Leagues Above the Clouds. Apalagi ketika melihat screenshot-nya yang ternyata menunjukkan kecantikan sebuan game adventure dengan konsep petualangan di udara.

20,000 Leagues Above the Clouds pertama kali dikonfirmasikan April 2013 lalu, dan dikembangkan oleh developer indie asal Stockholm, Swedia, That Brain. Developer yang baru memulai debut pertama dengan 20,000 Leagues dibentuk oleh beberapa orang yang namanya sudah familiar di dunia game… well, setidaknya, di tengah kalangan developer indie. Björn Albihn dan Jonatan Crafoord menjadi dua penggagas That Brain, dan sebelumnya mereka terlibat dalam proyek bersama developer Grin dan juga mengerjakan developer Media Molecule, dengan game seperti LittleBigPlanet 2, Bionic Commando: Rearmed, dan versi reboot 3D Bionic Commando.

20,000-Leagues-Above-3

20,000 Leagues Above the Clouds mengambil setting dunia di udara, dengan banyak pulau-pulau melayang. Dalam 20,000 Above (begitulah developer menyebutnya) kamu menyatu dalam sebuah perdagangan angkasa, berperan sebagai seorang kapten pesawat yang bisa memilih untuk berdagang, menyelundupkan barang, atau malah menjadi pembajak di udara. Di tengah aktivitas mengumpulkan kru kapal dan menyusuri langit, kamu juga bisa mengumpulkan sumber daya, dan melakukan quest, mengunjungi toko, berdialog dengan penduduk, menjalankan roda ekonomi dengan saling bertukar harta, atau juga meng-upgrade pesawat angkasamu.

20,000-Leagues-Above-4

Upgrade pesawat jelas diperlukan, karena akan ada sesi pertarungan pesawat. Dan pertarungan tersebut terjadi secara real-time, dengan kendali yang dibuat sangat mudah, sekadar point-and-click, seperti pada tipikal game advanture. Bukan tanpa alasan developer membuat kendalinya sangat sederhana, selain mereka ingin agar gamer bisa mempelajari mekanisnya, dan langsung memainkannya dengan mudah. Tujuan lain agar kita bisa menikmati elemen lain yang membuat 20,000 Above menarik, seperti sisi eksplorasi udara dan juga perdagangannya (bisa dengan rute yang aman, atau menegangkan dengan menjadi pembajak). Kemudian skenario lain, selain untuk PC dan Mac, kemungkinan besar game ini nanti juga akan ada versi mobilenya untuk iOS dan Android. Dan jelas gamer di platform tersebut akan sangat menerima pengendalian point-and-click.

20,000-Leagues-Above-5

Game single-player ini diakui banyak karakternya terinspirasi dari desain Baldur’s Gate-nya BioWare, dan juga serial televisi Firefly karya Joss Whedon, sedangkan atmosfer dunianya mengingatkan pada tipikal gambaran dunia dalam tipikal animasi karya Hayao Miyazaki. Sayangnya, meskipun kata single-player tersebut membuat kami berpikir akan ada mode seperti tipikal RPG, dimana kita bisa turun dari pesawat, dan berjalan-jalan ke dalam bagian terdalam sebuah pulau udara, ternyata developer membantahnya. Namun mereka mengatakan opsi turun dari pesawat, dan karakter bersama party bisa menyusuri pulau bisa saja ditambahkan dalam ekspansi barunya, termasuk juga mode multiplayer.

20,000-Leagues-Above-6

Melihat grafisnya, memang terlihat sanagt cantik. Tidak heran, karena kedua founder That Brain jebolan Grin dan MediaMolecule. Sekilas dengan ide pembajak di udara, mengingatkan penulis dengan salah satu RPG era 32-bit Skies of Arcadia, namun melihat beberapa bagian trailer lainnya, juga disisipi elemen simulasi seperti game-game awal Sid Meyer’s Pirates!.

20,000-Leagues-Above-7

20,000 Leagues Above the Clouds juga dikembangkan tanpa sumber pendanaan dari publisher besar. Developer hanya menggunakan uang dari kantong mereka sendiri, dan sejauh ini juga belum ada rencana crowfunding atau opsi melibatkan gamer ikut berpartisipasi dalam proyek pengembangan melalui early access. Hanya saja developer menyediakan kesempatan kita yang tertarik mencoba versi betanya (bisa diakses melalui tautan berikut), yang akan segera dijadwalkan. Dan ketika gamenya sudah selesai nanti, developer yang ingin game ini bisa dinikmato banyak gamer, mereka berencana menawarkannya sesuai dengan apa yang kita bayarkan, sebuah konsep penawaran game seperti Humble Indie Bundle. Ketika kalian ingin memainkan keseluruhan gamenya, saat itulah harga termahal harus ditebus.

20,000-Leagues-Above-10

Kita lihat saja nanti, apakah game dengan ide yang unik dan juga cara penawaran yang berbeda, “Pay-What-You-Want” tersebut bisa membuat gamer tertarik untuk mencobanya. Sementara itu, kita nikmati saja dulu trailernya berikut ini.

Introducing That Brain and 20,000 Above

20,000 Leagues Above the Clouds, Pilihan Menjadi Pedagang Atau Pembajak di Atas Langit

Siapa yang tidak penasara mengetahui ada game berjudul 20,000 Leagues Above the Clouds. Apalagi melihat screenshot-nya yang ternyata menunjukkan kecantikan sebuah game dengan konsep petualangan di udara.

Abaikan

A sneak peek at 20,000 Leagues Above the Clouds

20,000 Leagues Above the Clouds, Pilihan Menjadi Pedagang Atau Pembajak di Atas Langit

Siapa yang tidak penasara mengetahui ada game berjudul 20,000 Leagues Above the Clouds. Apalagi melihat screenshot-nya yang ternyata menunjukkan kecantikan sebuah game dengan konsep petualangan di udara.

Abaikan

Sumber: That Brain


SHARE
Previous articleOmega #126: Infectonator! Survivor, Dragon Nest, FIFA Online 3
Next articleThe Simpsons Persiapkan ‘The Yellow Wedding’
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.