Foursquare Kenalkan Swarm, Bukan Sekadar Cari Lokasi dan Berburu Pangkat Mayor

Swarm-2

Foursquare pertama kali mengenalkan jejaring sosial berbasis check-in lokasi, dan saat ini jumlah usernya sudah berkembang menjadi lebih dari 45 juta. Perkembangan terus dilakukan, hingga mereka menerapkan beberapa fitur penting, seperti yang sangat berguna adalah push notification yang berisi rekomendasi ketika user memasuki kota selain tempat dia tinggal, atau restoran baru, dan memunculkan notifikasi berisi saran apa yang apa enak untuk dimakan, atau tempat yang menarik utuk dikunjungi, berdasarkan tips yag dituliskan user Foursquare lainnya.

Swarm-3

Dengan pengalaman mendapatkan data lokasi menarik di hampir semua negara, Microsoft pun tertarik dengan jejaring sosial yang versi Windows Phone-nya dirilis Agustus 2013 lalu. Mereka pun memberikan dukungan dana sebesar US $15 juta, atau sekitar Rp. 171 milyar, khususnya untuk mendapatkan data lokasi Foursquare dan mengintegrasikannya dengan layanan mobile serta pencarian Bing yang dimiliki Microsoft, sekaligus membuat Foursquare kini bernilai hingga US $650 juta.

Swarm-4

Meskipun masuk kategori jejaring sosial, namun harus diakui jika apa yang di-share penggunanya sekadar informasi check-in saja, dengan interaksi yang menurut penulis masih kurang diantara penggunaya. Bisa jadi karena itulah Foursquare mengenalkan layanan baru mereka yang lebih terlihat seperti jejaring sosial pada umumnya, melalui Swarm.

Aplikasi baru ini bukan hanya terfokus pada pelaku bisnis dengan konsumennya saja seperti Foursquare, namun lebih mengutamakan apa yang kamu lakukan dan teman-teman di akun Foursquare-mu. Karena itulah ada beberapa fitur yang biasa kita dapati dalam sebuah jejaring sosial pada umumnya. Komponen pembangun Swarm adalah news feed seperti Facebook/Twitter, ada sistem perpesanan, dan juga social map. Mulai news feed, disana kamu mendapati event dan post singkat dari teman-temanmu, yang juga memasukkan user lainnya yang ter-tag dalam post tersebut. Sistem messaging-nya juga memasukkan fitur geolocation lokasi-lokasi yang terdata di Foursquare. Sedangkan social map menampilkan teman yang lokasinya dekat denganmu (meskipun mereka tidak check-in), serta apa yang merka lakukan (tentunya jika check-in). Kita juga bisa menyembunyikan dimana lokasi kita jika ingin menjaga privasi.

Swarm-5

Sementara itu opsi check-in yang identik Foursquare masih ada di sini, dengan layout yang rapi dan warna cerah, dan kita masih bisa membagikan informasi check-in tersebut ke Facebook atau Twitter. Kami juga merasa Swarm lebih cepat pergerakan interface-nya. Sayangnya, aplikasi ini seperti Fourquare juga masih dibatasi lokasi, hanya teman-temanmu saja yang lokasinya bedekatan, dan dia juga suka check-in dimana pun berada, yang akan muncul di news feed. Namun dengan Swarm, Foursquare menerapkan beberapa ide baru, seperti menyarankan rencana pada teman-teman Swarm (yang sama seperti daftar teman di Foursquare).

Swarm-6

Swarm juga memungkinkan penggunanya mencari data sejarah check-in yang pernah dilakukan penggunanya. Sayangnya, ada yang harus ditanggalkan, seperti mendapatkan poin dari check-in, sistem mayor, leaderboard, dan juga mekanis gamification lainnya yang seharusnya memicu kompetisi. Kamu masih bisa menemukan fitur tersebut dan juga eheck-in menggunakan aplikasi utama Foursquare, namun tidak untuk waktu lama. Karena rencananya juga akan digantikan dengan Foursquare baru yang nantinya lebih terfokus pada penemuan lokasi baru, yang rencananya akan diudarakan oleh Foursquare ke masing-masing platform mobile dalam beberapa minggu ke depan.

  • Dapatkan Swarm versi iOS melalui Apple App Store. Membutuhkan iOS minimal versi 7.0 dan membutuhkan storage 17.3 MB.
  • Dapatkan Swarm versi Android melalui Google Play Store. Membutuhkan Android minimal versi 2.3.3 dan membutuhkan storage 6.1 MB. 

SHARE
Previous articleTinker Games Bawa Game Action Pale Blue Menggalang Dukungan via Kickstarter!
Next articleXiaomi MiPad Menjadi yang Pertama Gunakan Mesin Mobile Terkuat, nVidia Tegra K1
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.