Berharap Dapatkan Narasi Emosional Khas Supergiant Games Melalui Transistor

Transistor-1

Kami yakin sudah banyak yang menunggu game yang satu ini, yaitu Transistor. Game tersebut dikembangkan oleh Supergiant Games, yang sebelumnya menghadirkan Bastion, nama yang pasti tidak asing di telinga gamer, terutama mereka yang paling menghargai game dari sisi cerita yang apalagi disampaikan dengan gaya yang puitis, seperti penulis ini (jadi bukan karena nama Ura juga eksis dalam permainan lho ya, hehe!).

Transistor-2

Bastion sukses memikat banyak pengamat game bukan hanya berkat narasi yang hebat, namun juga gameplay hack-and-slash yang generik namun terbukti juga afiktif. Visual dan musiknya pun tidak mengesankan sebuah game indie yang biasanya identik dikembangkan dengan keterbatasan. Dan 20 Mei besok, kita akan mendapatkan game baru lainnya dari Supergiant Games. Transistor jelas bukanlah Bastion, setting fantasi kini digantikan kota futuristis. Visual dan presentasi gameplay-nya pun berubah. Dan itulah yang penuli sukai dari sebuah developer indie. Game kedua mereka hampir dipastikan sesuatu yang fresh. Menjelang perilisannya, Supergiant Games merilis launch trailer Transistor, yang bisa kalian nikmati di bawah ini.

Transistor – Launch Trailer

Berharap Dapatkan Narasi Emosional Khas Supergiant Games Melalui Transistor

Sudah banyak yang menunggu Transistor, game dari Supergiant, developer Bastion, dan diharapkan juga akan membawa pengalaman narasi cerita yang emosional. Menjelang perilisannya, berikut launch trailer game tersebut.

Abaikan

Berbeda dengan Bastion, yang dirilis untuk PC Windows/Mac OS X, dan konsol hanya diwakili Xbox 360 saja, maka Transistor hanya dirilis untuk PC Windows dan PlayStation 4 saja pada 20 Mei 2014 besok. Sepertinya ini menjadi buah keberhasilan Sony Computer Entertainment yang berkomitmen mendukung dana developer kecil melalui langkah Pub Fund, sehingga makin banyak developer dan game indie yang merasa nyaman masuk ke dalam platform Sony.

Transistor-3

Dalam Transistor,  kamu mengendalikan Red, seorang penyanyi muda dari kota Cloudbank yang baru saja selamat dari usaha pembunuhan pasukan robot Process (atas perintah kelompok bernama Camerata), dan tidak sengaja mendapatkan senjata yang sangat kuat bernama Transistor, yang seharusnya digunakan untuk menghabisinya. Pedang yang bisa berbicara itu kemudian menuntun Red dalam petualangannya menghindari kejaran Process. Transistor itu sendiri sebelumnya ditanamkan ke dalam dada seorang pria yang diceritakan dekat dengan Red, namun kini telah tewas; sedangkan kesadaran dan suaranya ternyata diserap ke dalam pedang tersebut. Dan karena pedang tersebut, Camerata terus memburu Red. Melihat dari atmosfer settingnya, sepertinya kini lebih misterius dan gelap. Dan semoga, ceritanya tetap emosional seperti Bastion.

Transistor-4

Seperti yang kami tuliskan sebelunya, Transistor mengajukan mekanis gameplay yang menjadi perpaduan pergerakan bebas dalam konsep real time, namun tetap dibatasi unsur turn-based strategy yang dalam game ini disebut mode planning. Ketika action bar Red terisi penuh, dia bisa masuk mode planning yang disebut “Turn()”. Di sana kamu bisa memasukkan perintah gerakan dan aksi yang membutuhkan tenaga dari action bar. Namun ketika semua perintah tersebut dieksekusi, kamu akan melihatnya dalam gerakan yang sangat cepat. Setelah itu, Red juga harus menghindari musuh sampai Turn() penuh lagi.

Dari hasil pertarungannya, Red akan mendapatkan poin experience, dan juga bisa meningkatkan skill-nya, yang disini disebut sebagai Functions, yang dia dapatkan dari Process yang sudah kalah. Begitu diperkuat, sill tersebut akan berubah seperti mendapatkan efek damage yang lebih besar. Functions juga bisa diubah perannya menjadi kemampuan aktif, atau sebagai upgrade untuk fungsi aktif Functions lainnya.

Transistor-5

Dengan merilis Transistor hanya di dua platform saja, sepertinya Supergiant Games mampu terfokus menghadirkan pengalaman yang maksimal di masing-masing platform melalui beberapa aspek khusus. Seperti untuk versi PlayStation 4-nya, selama permainan Light Bar DualShock 4 akan berkedip selama pedang Transistor bersuara. Lalu ada lebih dari 30 Trophy (termasuk Platinum Trophy), dan juga dukungan Remote Play & Share Button.

Transistor-6

Sedangkan untuk gamer PC, kalian bisa memainkan Transistor menggunakan kontroler dan bebas mengatur fungsi tombolnya, dukungan Steamworks termasuk untuk cloud save, achievement dan trading card, dan yang paling penting, DRM-free, tidak perlu online untuk memainkannya. Untuk resolusi gamenya, kedua versi berjalan pada kualitas full HD 1080p, dan untuk PC ada mode untuk menurunkan resolusi ke 720p.

Spesifikasi Minimal Transistor

  • OS: Windows 7 or newer
  • CPU: 2.6GHz Dual Core CPU or greater
  • RAM: 4GB or greater
  • GPU: 1GB Video RAM or greater, e.g. Intel HD Graphics 3000, Nvidia 9400 GT, AMD HD 5450
  • Hard Drive Space: 4GB free

Sumber: Supergiant


SHARE
Previous articleMicrosoft Siapkan Remake Xbox One Semua Halo Dalam The Master Chief Collection
Next articleKillzone Shadow Fall Dapatkan Mode Online Co-Op Melalui Intercept
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.