Kesuksesan Yang Tertunda Dalam Dunia Video Game

Success-Yang-Tertunda-1

Yo guys, selamat hari Senin! hari yang dibenci para pecinta akhir pekan, dan hari yang dicintai para pekerja keras. Intinya, apapun kalian menganggap hari Senin ini, semoga semuanya sehat selalu dan tetap semangat ya!

Kali ini, saya akan sedikit membahas tentang kesuksesan yang tertunda dalam dunia game! Berikut adalah perusahaan-perusahaan yang kita kenal sekarang sebagai raksasa di dunia video game (baik itu hardware maupun software). Meskipun, tidak semua dari mereka ini memulai karirnya di game atau sesuatu yang dekat dengan permainan atau hiburan lho!

Mari kita simak!

Nintendo-1

1. Nintendo

Perusahaan yang hampir-pasti-tidak-ada-yang-tidak-kenal-sama-mereka ini memulai karir mereka dengan berjualan kartu. Pada tahun 1889, mereka dikenal sebagai perusahaan manufaktur untuk kartu bermain “Bunga” (hanafuda) di Kyoto. Hal ini terus berjalan hingga pada tahun 1963, mereka mulai mencoba peluang bisnis lain seperti perusahaan taxi, love hotel (hotel esek-esek ‘ndro…), perusahaan makanan instan, vacuum cleaner (makin absurd), yang secara finansial gagal semua. Namun, ada satu hal yang menjadi titik sukses bagi mereka, yaitu di bidang produksi mainan. Adalah Gunpei Yokoi, seorang maintenance engineer yang pada akhirnya menjadi penyelamat untuk Nintendo. Pada masa itu, Nintendo yang baru mulai merasakan nikmatnya kesuksesan di dunia mainan, harus bersaing dengan raksasa seperti Bandai dan Tomy. Akhirnya pada tahun 1970, mainan pertama yang menjadi titik sukses mereka adalah Ultra Hand, mainan yang diciptakan oleh Yokoi (yang menurut sejarah, ia menciptakan benda tersebut karena iseng), yang kesuksesan penjualannya mencapai jutaan unit. Berikut penampakan Ultra Hand:

Apakah ada yang pernah buat beginian hanya karena "iseng"?
Apakah ada yang pernah buat beginian hanya karena “iseng”?

Nah, setelah Ultra Hand, Nintendo mulai mendapatkan kepercayaan diri untuk mulai lebih produktif lagi dalam produksi mainan, hingga pada tahun 1975, mereka mulai ekspansi ke dunia video game. Titik pertama mereka di dunia game adalah sebagai distributor. Magnavox Oddysey, sebuah konsol video game pertama yang diciptakan oleh Ralph Baer (yang disebut-sebut sebagai bapak Video Game). Menurut saya keputusan Nintendo di sini sangat khas dengan karakteristik bangsa Jepang yang sangat hati-hati dalam mengambil keputusan, terutama dengan hal baru. Namun toh, itu juga lah hal yang membuat saya jatuh cinta dengan prinsip mereka, dengan sikap hati-hati namun tetap mencoba itu lah yang membuat mereka sangat berbahaya, bukan?

Dan ternyata memang keputusan mereka tepat. Mereka akhirnya mulai berani menciptakan video game sendiri, dan di tahun 1977, lahirlah Color TV Game 6, yang akhirnya menjadi titik awal hingga Nintendo sangat dikenal di dunia video game hari ini. Hebat sekali ya, dari kartu, hingga video game. Meskipun produk terakhir mereka Wii U kondisinya agak kritis, mereka toh tetap memiliki strategi-strategi bisnis yang patut diacungi jempol, seperti produk recycle mereka yang terbaru: Wii mini, yang dirilis akhir Maret lalu!

Sony-Logo

2. SONY

Siapa yang tidak kenal pula dengan SONY? Perusahaan ini memulai karirnya di dunia audio (nama SONY sendiri diadaptasi dari bahasa latin bunyi, yaitu SONUS) pasca Perang Dunia 2. Tahun 1946, mereka membuka toko elektronik di sebuah pusat perbelanjaan di Tokyo. Pada awalnya nama perusahaan mereka adalah Tokyo Tsushin Kogyo. Benda pertama yang mereka produksi adalah sebuah tape recorder bernama Type-G. Baru pada tahun 1958, mereka menggunakan nama SONY.

Berikut penampakan Type-G.
Berikut penampakan Type-G.

Karir mereka berikutnya adalah produksi transistor. Pada tahun 1950an, salah satu founder Sony, Ibuka Masaru, mendapatkan lisensi transistor dari Bell Labs’, sebuah perusahaan IT dari Amerika Serikat. Mereka akhirnya berhasil sukses dengan produk transistor mereka di pasar AS yaitu melalui produk mereka TR-63. Mereka akhirnya berhasil membuka perusahaan cabang di Amerika pada tahun 1960. Kesuksesan mereka berlanjut hingga pada tahun 1980an, dan mereka adalah salah satu pionir yang membuat prestise produk yang memiliki label “Made in Japan“. Namun pada tahun 1980an pula, badai menghampiri SONY. Dimana saat itu sedang terjadi resesi, penjualan elektronik turun secara drastis. Presiden saat itu adalah Norio Ohga, yang akhirnya menggagas pengembangan Compact Disc (yap, CD salah satu penciptanya adalah SONY) dan Playstation di awal 1990an. Dan akhirnya, mereka memperkenalkan Playstation kepada dunia tahun 1994, yang terus bertahan hingga Playstation 4 yang dirilis tahun 2013 silam dan sedang menikmati tangga kesuksesan hingga hari ini.

Sekarang, SONY sudah sangat berjaya dengan multi-produk yang terdistribusi secara luas ke banyak negara berkembang dan maju. Di Indonesia sendiri, SONY termasuk salah satu perusahaan yang merajai pasar dengan produk-produk seperti TV, kamera, speaker, player, playstation, serta headphone dan produk lainnya yang berhubungan dengan audio visual. Tahun ini pun mereka memiliki slogan baru, yaitu BE MOVED!

Bravo untuk SONY!

Rovio-Logo

3. ROVIO

Nah, kalo yang ini, pertanyaan akan saya ganti menjadi:

Siapa tidak kenal dengan Angry Birds?

Angry-Birds-MEME

Game super adiktif pada era awal kesuksesan game mobile ini adalah game ke-52 ciptaan perusahaan yang dibentuk oleh trio Niklas Hed, Jarno Väkeväinen, dan Kim Dikert. Mereka adalah mahasiswa dari Aalto University School of Science yang mengikuti lomba mobile game development yang diadakan Nokia dan HP. King of the Cabbage World adalah game hasil perlombaan tersebut, yang membawa mereka kepada posisi juara. Mereka lalu menjual game tersebut ke Sumea Studios dan game tersebut berganti nama menjadi Mole War berhasil menjadi game real-time multiplayer online mobile game pertama di dunia. Pada tahun 2005, akhirnya mereka mengganti nama menjadi Rovio Mobile.

Memasuki tahun 2009, mereka merilis game ke-52 mereka yang berjudul Angry Birds, yang meraih kesuksesan luar biasa hingga mencapai angka 1 milyar download pada tahun 2012! Bravo untuk Rovio yang terus mencoba! (mengingat kesuksesan luar biasa mereka baru terlihat pada game ke 52 mereka). Saking suksesnya Angry Birds, sampai-sampai ekpansi judul Angry Birds menjadi seluas ini:

angrybird

Selain game, Rovio pun memiliki channel tersendiri yang bernama ToonsTV, yang menayangkan Angry Birds Toons (bisa kebayang dong seberapa cintanya mereka sama burung merah itu, karena membawa segitu besar kesuksesan). Dan akhirnya sekarang, salah satu divisi mereka yaitu ROVIO LVL11 merilis game yang berjudul RETRY yang sangat terinspirasi oleh Flappy Bird. Bravo sekali lagi untuk Rovio!!

Square-Enix-1

4. SQUARE ENIX

Nah, poin terakhir saya dedikasikan kepada SQUAREENIX. Perusahaan fenomenal yang kali ini menjadi raksasa di dunia software multi-platform ini juga memiliki sejarah yang tidak kalah menarik. Mengawali karirnya dengan nama SQUARE, perusahaan yang berfokus pada software ini mengembangkan game pertama mereka untuk NEC PC-8801 yaitu Death Trap pada tahun 1986. Game ini didesain oleh Hironobu Sakaguchi, yang nantinya dikenal sebagai “bapak Final Fantasy”.

Mereka lalu mencoba merilis game pada platform konsol Famicom walau mereka mencium kesuksesan sepertinya tidak terlalu manis pada awalnya. Akhirnya, mereka mencoba merilis game terakhir (yang mereka pikir) yang berjudul Final Fantasy, sebuah turn-based RPG yang terinspirasi dari Dragon Quest buatan ENIX (yang lucunya menjadi partner merger mereka semenjak tahun 2003 hingga hari ini). Ternyata, kesuksesan game tersebut tidak se”final” yang mereka bayangkan. Hari ini, kita bisa menikmati produk mereka hingga Final Fantasy XV yang akan segera dirilis, serta kenyamanan bermain online di Final Fantasy XIV. Cerita tentang Final Fantasy dan Square ini sangat terkenal di kalangan gamers. Saking terkenalnya, sampai ada yang mau mendedikasikan sejarah mereka dalam website. Bisa disimak di sini. Saya suka dengan sub judul di laman website itu, yaitu “from Square one to Final Fantasy”. Square one dalam bahasa Inggris berarti starting point.

Dan hari ini, begitu besarnya nama SquareEnix (SE) hingga beberapa judul yang sangat tidak nyambung dengan kebesaran nama SE seperti Tomb Raider dan HITMAN pun menjadi milik SE. Mereka juga memiliki toko khusus yang menjual merchandise SE di Shinjuku yang bernama Artnia.

Keren sekali ya gedungnya!
Keren sekali ya gedungnya!

Tentu saja, segala keputusan pasti memiliki pro dan kontra. Dari keputusan merger dengan ENIX, keputusan Sakaguchi untuk mundur, keputusan mereka mengembangkan FF: The Spirits Within yang gagal di pasaran, keputusan mereka ekspansi ke online game, dll. , tetap saja kisah mereka inspiratif, yaitu “sebuah perusahaan software yang diselamatkan oleh RPG yang mereka pikir produk terakhir.”

Well, akhirnya kita sampe di akhir post, terimakasih sudah membaca dan intinya sih saya hanya ingin membagi tentang nilai moral yang mungkin bisa kita pelajari dari mereka-mereka ini para raksasa dalam dunia game, yaitu:

“Gagal adalah sukses yang tertunda. Ketika kita berhenti mencoba, di situlah baru kita gagal. -entah siapa-”

Mungkin masih banyak perusahaan lain atau perseorangan lainnya yang saya masih lewatkan, namun semoga empat nama di atas bisa cukup representatif untuk anda sekalian ya! Selamat hari Senin dan selamat berkarya!


SHARE
Previous articleWolfenstein: The New Order, Versi Reboot yang Membuat Blazkowicz Harus Beraksi Kembali
Next articleWhat If? Seandainya Watch Dogs Terjadi di Dunia Nyata Melalui Video Viral Promosi
Kelahiran 1991, asli Indonesia. Tertarik terhadap dunia seni dan teknologi, dan mendalami dunia musik dan game. Kuliah musik pada tahun 2009, lulus pada tahun 2013, dan menggali kehidupan hingga mencapai keabadian. Pendiri dan Direktur Musik dari "Black and White Wedding Music Entertainment", Guru Musik (Teori / Gitar Akustik / Vokal), Gitaris Akustik, Komponis, dan juga Penyanyi Baritone. Bisa ditemukan di SoundCloud / YouTube / Instagram.