CasCon Asia 2014: Membangun Karakter yang Memikat ala Clumsy Ninja

Siapa yang tidak mengenal Clumsy Ninja? Game besutan NaturalMotion ini mungkin menjadi salah satu game yang popular di mobile. Tengok saja bagaimana pencapaiannya di beberapa toko aplikasi, baik di Google Play Store maupun iTunes. Untuk Google Play saja, aplikasi ini tercatat sudah mendapatkan download dalam kategori 1 juta hingga 5 juta kali di seluruh dunia. Karakter yang memikat dan sangat interaktif menjadi nilai jual utama game ini. Beruntung, CTO dari NaturalMotion, Simon Mack berkesempatan hadir dalam Casual Connect 2014 ini untuk memberikan kisah suksesnya dan memberikan beberapa tips untuk membuat sebuah karakter yang memikat dan sangat interaktif dengan gamer-nya.

Mack mengungkapkan, bahwa untuk mengembangkan Clumsy Ninja, NaturalMotion menggunakan sebuah engine yang disebut dengan Euphoria. Euphoria sendiri adalah sebuah engine yang sebelumnya sukses diterapkan di beberapa game konsol, seperti Grand Theft Auto (GTA) V, Red Dead Redemption dan Max Payne 3. Engine ini menawarkan sebuah reaksi karakter dinamis, yang akan bereaksi terhadap pengaruh sekitarnya baik dari lingkungan maupun karakter lain yang ada. NaturalMotion pun tertantang untuk membuat sebuah game mobile menggunakan engine ini, karena dia merasa bahwa interaksi fisik antara gamer dengan karakter di konsol kurang menarik. Dengan membawa interaksi ini ke mobile, gamer bisa seolah-olah berinteraksi sungguhan dengan karakter menggunakan sentuhan jari di touchscreen.

Setelah mengambil keputusan tersebut, mulailah mereka mengembangkan sebuah prototype yang disebut dengan Euphoria Toy. Prototype ini merespon interaksi baik dari gamer maupun lingkungan dengan sangat baik, namun sayang karakter dalam prototype ini tidak memikat dan menjual karena tidak memiliki bentuk yang jelas. Karakter ini juga belum memiliki kepribadian, sehingga gamer pasti tidak akan peduli dengan karakter tersebut. Tujuan mereka adalah untuk membuat sebuah karakter interaktif, yang membuat gamer peduli dan merasa bahwa karakter tersebut adalah “teman” mereka dalam dunia digital. Karakter tersebut juga harus memikat, sehingga gamer bisa berlama-lama bermain bersamanya, seolah-olah itu adalah temannya. Karena itulah, mereka mengubah karakter dalam prototype tersebut dengan ninja, sosok yang disukai oleh banyak orang.

Karena wujud ninja yang tertutup mulutnya, NaturalMotion memiliki “PR” ekstra untuk membuat ekspresi karakter ini bisa dilihat hanya dari sorot matanya. Dan untuk membuat karakter ini lebih hidup, sang Ninja pun seringkali melihat ke layar dan merespon segala interaksi yang diberikan gamer kepadanya. Saat sukses melakukan sebuah interaksi, sang Ninja mengajak pemain untuk tos, dan apabila ajakan tersebut tidak direspon setelah beberapa saat, Ninja pun menunjukkan raut kesedihan dan kekecewaannya.

Formula ini terbukti cukup sukses, dan Mack memberikan beberapa pelajaran yang telah didapatkannya dalam membuat Clumsy Ninja. Terdapat tiga hal yang perlu diperhatikan saat membuat sebuah karakter di dalam game, yaitu mengkombinasikan antara simulasi karakter, teknologi yang hebat, dengan karakter yang memikat gamer. Jika bisa menggabungkan keduanya plus gameplay dan art yang unik, maka developer bisa menciptakan sebuah pengalaman bermain yang hebat bagi gamer-nya.