Far Cry 4 Kembali Bocor, Karakter Utamanya Diduga Berasal Dari India

Far-Cry-4-2

Setelah melalui rumor yang akhirnya menjadi kenyataan, kita mengetahui jika Ubisoft memang sedang menyiapkan Far Cry 4 sejak lama. Dan yang sudah dipastikan adalah setting utamanya, yang diambil di pegunungan terbesar di muka bumi, yaitu Himalaya. Cukup kontras bukan dibandingkan suasana hutan tropis yang hangat dalam Far Cry 3 lalu. Mengikuti konfirmasi awalnya pekan lalu, kembali kami mendapatkan bocoran sedikit penggalan skenario dalam game ini.

Far-Cry-4-5

Melalui halaman preorder yang tiba-tiba aktif melalui toko online Ubisoft, Uplay (sayangnya saat ini sudah dihapus, atau masuk saja cache-nya di tautan ini), yang juga menampilkan sedikit penjelasan Far Cry 4, kita bisa mendapatkan penjelasan singkat seperti apa ceritanya. Berikut isi dari penjelasan dalam halaman preorder tersebut:

“Hidden in the majestic Himalayas lies Kyrat, a country steeped in tradition and violence. You are Ajay Ghale. Traveling to Kyrat to fulfill your mother’s dying wish, you find yourself caught up in a civil war to overthrow the oppressive regime of dictator Pagan Min.

“Explore and navigate this vast open world, where danger and unpredictability lurk around every corner. Here, every decision counts, and every second is a story. Welcome to Kyrat.”

Sebelumnya kita mengetahui jika settingnya terfokus pada suatu area yang disebut Kyrat, yang dipimpin oleh seorang raja yang kejam — kemungkinan besar raja ini yang tergambar dalam box art game ini, pria yang mengenakan kostum warna ungu. Kemudian dari penjelasan di halaman preorder, ada satu nama yang menarik, yang berperan sebagai karakter protagonis. Dia adalah Ajay Ghale. Nama Ajay sendiri merupakan nama tradisional India, sedangkan Ghale merupakan nama Nepal. Sepertinya kehadirannya jelas untuk menggambarkan nuansa tradisional setting fiksi Kyrat yang saat ini digunakan, sekaligus menjadi langkah baru Ubisoft karena mereka beralih dari yang biasaya memilih karakter bule.

Far-Cry-4-3

Memang masih ada kemungkinan lain itu sekadar nama, dan Ajay Ghale akan kembali seperti karakter yang masih identik sebagai ikon Far Cry sebelumnya, Jack Carver, dan menjadi salah satu penduduk Amerika. Namun kita juga ingat dalam Far Cry 2 karakternya lebih luas, dengan banyak protagonis yang bisa dipilih serta ada beberapa yang memiliki kebangsaan yang memang tidak umum dipilih untuk karakter utama video game — termasuk di sana, Quarbani Singh (yang berasal dari India-Mauritus). Selain itu, sejauh ini dari semua karakter utama Far Cry, sepertinya Ubisoft masih belum berani mengajukan seorang wanita.

Hal menarik lainnya adalah antagonis utamanya, yang jelas dari penjelasan selama konfirmasinya, bukanlah pria bule, walaupun gambar di box art game ini agak susah menentukan apakah dia seorang asli wilayah Himalaya atau dari negara lain. Bahkan setelah munculnya box art game ini, sempat muncul kontroversi yang menunjuk pada penggambaran dua artwork karakter pada sampul game tersebut. Sampai-sampai lead designer creative director-nya, Alex Hutchinson mengkonfirmasikan melalui Twitter, bahwa pria yang terlihat bermuka jahat dalam cover game ini tidak berkulit putih, dan dia juga bukan karakter playable game ini. Kemudian juga tidak ada kepastian apakah pria berbaju ungu itu adalah Pagan Min seperti yang disebutkan dalam bocoran preorder.

 

Selain itu, masih sedikit yang diketahui dari Far Cry 4 yang akan dirilis untuk X1, PS4, X360, PS3 dan PC ini pada 18 November 2014 mendatang. Namun disebutkan jika akan ada lebih banyak unsur multiplayer dibandingkan Far Cry 3. Kami yakin, selama E3 2014 nanti akan ada lebih banyak informasi lainnya.


SHARE
Previous articleSeperti Inilah Hasil Permak HD Cabang Olahraga Baseball dan Boxing Untuk Wii Sports Club
Next articleScreenshot Pertama The Wolf Among Us Episode 4 “In Sheep’s Clothing”
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.