CasCon Asia 2014: Lima Kesalahan yang Dilakukan Developer Saat Merilis Game dan Bagaimana Mengatasinya

Saat kita merasa sudah puas dengan game yang dikembangkan dan percaya diri dengan hasilnya nanti, tentu yang kita lakukan adalah merilisnya di pasaran. Namun rupanya, banyak kesalahan yang dilakukan oleh developer saat merilis game, utamanya bagi mereka yang menarget pasar global. Di hari pertama Casual Connect Asia 2014 20 Mei 2014 lalu, VP of Publishing dari 6Waves Stephen Lee menggaris bawahi lima kesalahan yang dilakukan developer saat merilis game beserta bagaimana cara untuk mengatasinya secara cepat dan tepat.

Awalnya Stephen menjelaskan dua metode yang bisa dilakukan developer untuk merilis game, yaitu self publishing dan menggunakan publisher serta menunjukkan dimana plus dan minus masing-masing. Untuk self publishing lebih mudah dilakukan, namun developer harus memperhatikan beberapa hal yang mungkin menyita banyak perhatian saat melakukan publishing game, antara lain menyiapkan dana untuk marketing, bagaimana performanya saat mempublikasikan game untuk pasar global, dan juga waktu yang tidak sedikit untuk melakukan usaha marketing. Sedangkan jika bekerja sama dengan publisher, developer bisa mendapatkan keuntungan dari jaringan publisher tersebut serta pengetahuan yang dalam akan platform dan regional yang dituju, namun harus tunduk dengan peraturan publisher tersebut. Tetapi Stephen menjelaskan, bahwa saat ini publisher tidak seperti dulu, karena menurutnya publisher sekarang lebih fleksibel.

Selanjutnya, Stephen menjelaskan lima kesalahan yang dilakukan developer saat merilis game untuk global beserta bagaimana cara mengatasinya. Pertama, developer selalu beranggapan bahwa merilis game dalam bahasa Inggris adalah sebuah keharusan jika menarget pasar global. Kenyataannya tidak demikian, karena Stephen membeberkan bahwa 50% pendapatan game-game mobile di seluruh dunia didapatkan dari Asia. Jadi, penting bagi developer untuk melakukan lokalisasi ke beberapa bahasa karena bisa meningkatkan pendapatan secara drastis.

Kedua adalah jangan melakukan semuanya seorang diri. Ada kalanya developer harus bekerja sama dengan publisher, dengan mempertimbangkan keuntungan dan kerugian seperti yang dituliskan sebelumnya. Ketiga, banyak developer yang hanya berpikiran untuk merilis game di satu platform yang spesifik saja. Padahal fakta yang ada di lapangan menyebutkan, bahwa banyak game sukses saat dirilis di beberapa platform sekaligus.

Selanjutnya adalah visi yang jelas. Banyak developer yang saat merilis tidak tahu kemana mereka akan membawa game ini, dan bagaimana rencana ke depannya. Penting bagi developer untuk memiliki fokus pada saat perilisan dan juga arah seperti apa pendistribusian ke depannya. Dan yang terakhir adalah rencana setelah launching game selesai. Developer seringkali setelah merilis game langsung “melepasnya” begitu saja, tidak memperhatikan hal-hal yang mungkin muncul setelah game mulai bisa didapatkan di pasaran. Padahal banyak yang bisa dilakukan developer untuk memikat pengguna bahkan setelah game dirilis.


SHARE
Previous articleCasCon 2014: Meningkatkan Audiens Game dan Aplikasi Memanfaatkan Facebook
Next articleWhat If? Ketika Para Mutant Terkuat di Bumi Makan Burger!
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.