CasCon Asia 2014: Firebeast Studio, Geliat Developer Game dari Medan

Firebeast Studio

Casual Connect Asia 2014 yang berlangsung 20 hingga 22 Mei 2014 lalu menyisakan banyak kisah menarik. Salah satunya adalah Firebeast Studio, developer dari Indonesia yang berhasil menempatkan salah satu game buatan mereka, Zombo Buster untuk ikut dalam ajang Indie Prize. Bukan hanya mendapatkan kesempatan untuk dipamerkan di Indie Prize Showcase, game ini juga menarik minat juri yang akhirnya menasbihkannya menjadi nominator dalam kategori Best Desktop Game.

Mungkin banyak dari kamu yang belum tahu, ternyata Firebeast Studio ini datang dari luar pulau Jawa, tepatnya dari kota Medan. Meskipun masih cukup muda dan datang dari kota yang selama ini di luar radar game developer Indonesia yang berpusat di Jawa, namun prestasi dari Firebeast sendiri sudah mulai terlihat tahun lalu. Pada saat itu, mereka berhasil menempatkan salah satu game mereka, Evilgeddon Spooky Max untuk menjadi nominator dalam ajang Flash Gaming Summit 2013. Selain Firebeast, satu lagi developer asal Medan yang juga mengikuti Indie Prize ini adalah Tactictos Studio, yang datang dengan membawa beberapa game puzzle mereka.

Di sela-sela perhelatan Indie Prize Showcase Casual Connect 2014 lalu, Duniaku sempat berbincang dengan Steven Aang, Co Founder dari Firebeast Studio. Kepada Duniaku, Steven membeberkan kesannya selama mengikuti Indie Prize, dan juga menceritakan sedikit bagaimana atmosfer game developer di Medan. Simak wawancaranya berikut ini!

Duniaku (D): Apa sih yang membuat Firebeast ingin ikut Indie Prize?

Steven (S): Sebenarnya tidak ada rencana dari Firebeast buat ikutan Indie Prize berhubung game-nya Firebeast pada culun-culun. Namun, entah kenapa tiba-tiba kami ingin submit dengan alasan just for fun. Akhirnya dihubungi oleh panitia Indie Prize dan diberitahu kalau kedua game kami lolos. Kami sebenarnya tidak menyangka juga, tapi bawa asyik aja deh!

D: Ekspektasi awalnya untuk Indie Prize seperti apa sih?

S: Awalnya saya kira Indie Prize adalah acara buat showcase doang tapi kenyataannya berbeda banget. Saya bertemu dengan banyak developer baik dari tanah air maupun luar negeri. Kami sharing banyak hal seputar game development dan saling mencoba game tentunya.

D: Bagaimana kesannya setelah ikut Indie Prize dan showcase di Casual Connect kemarin?

S: Suer seru banget! Selain belajar hal baru, saya juga mendapatkan banyak teman-teman baru. Saya pengen datang lagi tahun depan kalau game Firebeast ada yang lolos..hehe…

D: Apa masukan paling berkesan dari pengunjung mengenai game-game yang kalian bawa?

S: Masukan dari semua pengunjung hampir sama terutama dari publisher. Semuanya pada bertanya kapan game Firebeast dirilis untuk platform mobile. Kami juga dimotivasi untuk segera move on ke mobile karena menurut mereka, kami sudah terlalu lama terperangkap di platform flash.

D: Mengenai game developer di Medan sendiri, selama ini sepertinya masih di luar radar. Komunitas game developer di sana seperti apa sih? 

S: Personel game development di Medan sendiri masih tergolong sedikit. Ada beberapa game developer di Medan yang sudah banyak berkarya hanya saja belum diliput oleh media lokal. Kami sendiri salah satu contohnya, kalau bukan karena acara Indie Prize 2014, Firebeast tidak akan terekspose oleh media bukan?

Steven Aang saat mendemokan Zombo Buster

D: Apakah di sana ada acara rutin seperti gathering atau sejenisnya?

S: Kalau soal gathering akbar belum pernah, tetapi kalau kumpul bareng sesama developer yang sudah kenal lumayan sering kok.

D: Apa harapan Firebeast untuk komunitas game developer di Medan?

S: Walaupun profesi sebagai game developer di Medan masih dianggap sangat awam, kami berharap agar para game developer di Medan terus berkarya dan juga mudah-mudahan dapat segera membentuk sebuah komunitas. Mari jadikan game development sebagai harapan baru industri kreatif di Medan!

D: Mengenai Firebeast sendiri, kapan dibentuknya dan sampai sekarang berapa anggotanya?

S: Firebeast dibentuk dua tahun lalu tepatnya bulan Juni 2012. Anggotanya dari dulu sampai sekarang tetap empat orang. Indie banget kan?

D: Apa rencana terdekat dari Firebeast?

S: Rencana terdekat adalah menyelesaikan semua project kami yang sedang under development termasuk beberapa game kami yang sedang dalam tahap porting ke platform mobile.

D: Kalau jangka panjangnya?

S: Untuk jangka panjang, masih rahasia deh. Tunggu tanggal mainnya ya!

D: Selain dua game yang dibawa ke Indie Prize kemarin, saat ini tengah mengerjakan game apa?

S: Saat ini kami sedang mengerjakan sekuel dari Zombo Buster yaitu Zombo Buster Rising. Game ini rencananya akan dirilis ke platform mobile dan lainnya bila memungkinkan hehe…

D: Terima kasih buat waktunya. Sukses terus buat Firebeast Studio!

S: Sama-sama, terima kasih juga!

Tertarik untuk mencicipi game-game buatan asal Medan ini? Kamu bisa mencoba beberapa diantaranya melalui salah satu link berikut ini.

Maju terus developer game Indoenesia!


SHARE
Previous articleLEGO Batman 3 Dikonfirmasikan, Hadirkan Lebih dari 150 Karakter DC!
Next articleDunia Serasa Terbalik Berkat Lintasan “Anti Gravitasinya” Mario Kart 8
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.