Puas Memborbardir iOS, Para Cacing Dalam Worms 3 Ganti Sasaran ke Android

Worms-3-2

Salah satu game yang sukses mempertahankan mekanis gameplay-nya sejak pertama kali dirilis dua dekade yang lalu adalah Worms. Game strategi berbasis adu artileri ini datang dari developer asal Inggris, Team17, dan menampilkan kita mengendalikan satu pleton cacing yang bergerak di atas lansekap dengan permukaan atau medan yang berbeda-beda setiap levelnya, melawan pasukan cacing lain yang dikendalikan komputer atau player lain. Penampilannya begitu khas, animasi kartun yang lucu, dan mereka saling beradu menembakkan artileri yang dimilikinya. Siapa yang tercepat menghabisi pleton lawan, dialah yang menang.

Worms-3-3

Konsep tersebut terus bertahan sejak game ini diciptakan tahun 1995 lalu, dan sejauh ini sudah mendapatkan hingga 23 game, mulai game utama, rilis ulang, port ke platform lain, spin-off, dan expansion pack. Belum lagi spin-off bertema Worms lainnya, membuat para cacing tersebut begitu kaya. Salah satu game terbaru dari keluarga Worms adalah Worms 3, yang dirilis untuk iOS serta Max OS X sejak awal Agustus 2013 lalu.

Worms-3-7

Seperti seri sebelumnya, di sini kamu bisa mainkan mode story yang terdiri dari 27 misi single player melalui empat tema settingnya, seperti Beach, Spooky, Farmyard dan Sewer. Mekanis gameplay-nya sendiri masih membawa elemen yang sudah kita kena;, dimana para cacing menyerang bergiliran menggunakan beragam senjata dan item untuk memusnahkan tim musuh. Developer juga berinovasi. Melalui Worms 3 ini pertama kali mereka memasukkan mode kartu, yang memungkinkan kita mengatur kapan sebuah giliran dimulai dan diakhiri, hingga power-up atau modifier lainnya. Disediakan 41 kartu, yang sebelumnya juga perlu dikumpulkan dulu dengan cara membuka reward dalam game, atau membelinya. Selama berperang, hingga tiga kartu bisa digunakan.

Worms-3-4

Selain mekanis tradisional yang menemani upgrade visual dan audionya tersebut, kemudian disini developer juga membawa kelas serta senjata baru yang dikenalkan dalam Worms: Revolution, yang sudah dirilis untuk PS3, PS Vita, PC Windows, X360, dan Mac OS X pada tahun 2012 lalu. Kamu bisa memilih antara soldier, scout, heavy, dan healer untuk menyeimbangkan tim artileri. Developer juga memasukkan mode multiplayer dan online, melengkapi mode Bodycount, mode baru yang menantang pemain untuk mengalahkan nilai teman mereka dalam sebuah tantangan.

Suara melengking para cacing, senjata yang aneh dan unik, efek ledakan yang besar, dan tentu saja yang membuat kami menyukainya adalah masih diperlukan strategi untuk mengarahkan artileri yang ditembakkan, serta melihat bagaimana efek physics-nya bekerja ketika ledakan tersebut mengenai medan pertempuran cacing ini.

Worms-3-5

Setelah menunggu hampir setahun, akhirnya Android kebagian juga Worms 3, dan muncul kemarin di PlayStore dengan harga yang lumayan, Rp. 46,482, lebih murah daripada versi iOS-nya yang masih bertengger di harga Rp. 59,000. Itu pun masih diikuti dengan tawaran in-app purchase yang harganya rata-rata Rp. 12,000, dan untungnya dari pantauan kami, lebih difokuskan pada kemungkinnan kita untuk melompati level (melalui add-on Golden Donkey) atau sekadar elemen kosmetik saja (seperti topi) untuk membuat cacing-cacing tersebut tampil makin keren (melalui pack U.S.A, Great Britain dll), jadi sepenuhnya opsional mau dibeli atau tidak.

Worms-3-6

  • Dapatkan Worms 3 versi iOS melalui Apple App Store. Membutuhkan iOS minimal versi 5.1.1 dan kebutuhan storage 150 MB.
  • Dapatkan Worms 3 versi Android melalui Google Play Store. Membutuhkan Android minimal versi 2.3 dan kebutuhan storage 128 MB.

Worms 3 Official Trailer

Puas Memborbardir iOS, Para Cacing Dalam Worms 3 Ganti Sasaran ke Android

Salah satu game yang sukses mempertahankan mekanis gameplay-nya sejak pertama kali dirilis dua dekade yang lalu adalah Worms. Dan kini salah satu seri terbarunya, Worms 3, akhirnya hadir di Android.

Abaikan


SHARE
Previous articleFoto Pertama Arnold Schwarzenegger Sebagai T-800 di Lokasi Syuting Terminator: Genesis
Next articleCasCon Asia 2014: Mengenal Lebih Dekat Mintsphere, Salah Satu Jawara Indie Prize!
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.