War Thunder Dirilis 3 Juni Untuk PS4, MMO Gratisan Berbasis Simulasi Kendaraan Tempur

War-Thunder-3

War Thunder memulai debutnya sebagai proyek World of Planes, ketika Gaijin Entertainment mengumumkannya 1 April 2011 lalu. Saat itu banyak media menganggapnya sebagai sebuah lelucon April Fool, karena sebagai sebuah game online multiplayer, konsepnya berbeda dengan yang lainnya. Kamu justru dihadapkan pada sebuah simulasi perlengkapan militer seperti (awalnya) pesawat tempur, dan juga kapal perang dan tank.

Nama War Thunder sendiri mulai dipakai hampir setahun kemudian, pada Januari 2012, karena developer merasa ke depannya nanti dunia dalam game akan meluas bukan sekadar flight simulator dengan pesawat tempur, namun juga akan mengatur perlengkapan tempur di darat dan lautan, sehingga bisa lebih mensimulasikan suasana perang sesungguhnya ketika beberapa satuan pasukan dengan kendaraan berbeda bisa saling mendukung selama peperangan. Berlanjut 1 November 2012, developer membuka fase open beta untuk versi PC Windows, dan sukses menyedot hingga 1 juta pemain hanya dalam waktu 6 bulan. Jumlah tersebut bertambah menjadi 3 juta pemain hanya dalam waktu 4 bulan, membuktikan jika apa yang sedang disiapkan Gaijin ini bisa diterima baik di kalangan gamer online.

War-Thunder-2

Karena itulah, pertengahan Mei 2013 lalu, mereka juga mengkonfirmasikan pengembangannya untuk Sony PlayStation 4 (wajar, karena sebagai developer indie, Gaijin pasti mendapatkan perlakuan manis yang sama seperti developer indie lainnya yang dikelola Sony, dan bahkan kampanye tersebut juga akan masuk Indonesia), serta juga membuka masa open beta untuk gamer yang menggunakan Max OS X. Seperti game online lainnya, masa beta tersebut ditujukan sebagai masa percobaan agar pemain bisa memberi masukan dan mencari bug yang mungkin ditemui selama permainan, sebelum game ini resmi dirilis. Oh ya, alasan lain kenapa hanya PS4 yang dipilih, menurut pengembang game ini, karena platform Microsoft, khususnya X1, memiliki banyak batasan, khususnya untuk gameplay cross-platform untuk game yang free-to-play.

War-Thunder-4

Dan bicara kata “dirilis”, kemarin developer mengkonfirmasikan, jika game massively multiplayer online gratisan berbasis sejarah, yang bisa dimainkan secara cross-platform ini akan tersedia untuk para gamer PS4, lengkap dengan beberapa update yang sudah diberikan sepanjang 2013 lalu, seperti peluncuran expansion pack Ground Forces yang memungkinkan kita menggunakan kendaraan tempur darat seperti tank.

War-Thunder-5

Ketika dikonfirmasikan tahun lalu, disebutkan jika versi PS4 akan mendapatkan fitur khusus seperti perbaikan untuk sistem head-tracking menggunakan perangkat opsional kamera PlayStation Eye, fitur berbagi dengan jejaring sosial yang lebih mudah, bisa merekam dan streaming video gameplay buatan pemain sendiri. Tidak ketinggalan dilengkapi dengan yang sudah tersedia untuk PC melalui update dan ekspansi, seperti 350 pilihan pesawat (dari masa sebelum Perang Dunia II dan semasa Perang Korea), pertempuran antar skuadron, 150 misi multiplayer berbeda, dan juga campaign single-player, yang semuanya mengambil setting map berbasis banyak lokasi nyata perang dunia, dengan ukuran bervariasi, antara 65 km x 65 km, hingga 200 km x 200 km. Selain itu, versi PS4 juga bisa dimainkan menggunakan kombinasi keyboard-mouse tradisional. War Thunder juga mendukung penggunaan kontroler flight stick yang banyak tersedia untuk PC.

War Thunder: Ground Forces Launch trailer

War Thunder Dirilis 3 Juni Untuk PS4, MMO Gratisan Berbasis Simulasi Kendaraan Tempur

War Thunder memulai debutnya sebagai proyek World of Planes. Dan kini game MMO gratisan yang diklaim sudah menjaring jutaan pemain untuk versi PC-nya tersebut juga akan dirilis di PS4.

Abaikan

Sumber: Sony PlayStation


SHARE
Previous articleJ.League X Captain Tsubasa, Ketika Pemain J.League Mencoba Jurus Tendangan Tsubasa!
Next articleThe Book of Life, Film Animasi Terbaru dari Guillermo Del Toro
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.