Stranger of Sword City, Seperti Valkyrie Profile Dalam Tampilan Khas Dungeon RPG

Stranger-of-Sword-City-18

Seakan begitu janggal ketika di Jepang ada developer yang mengkonfirmasikan sedang mengembangkan game untuk konsol Microsoft, Xbox 360. Terjadi pertengahan 2012 laluKadokawa Games dan Experience diketahui tengah mengembangkan game RPG berbasis penjelajahan dungeon, yang saat itu disebut sebagai The Stranger in Alda, dan disebutkan game yang juga dikembangkan untuk PC tersebut akan dirilis tahun 2013.

Stranger-of-Sword-City-19

Namun ternyata pengembangannya terhambat, dan akhir 2013 lalu disebutkan jika game tersebut mundur jadwal rilisnya menjadi tahun 2014, dan awal Februari 2014 lalu judulnya pun berganti menjadi Stranger of Sword City. Saat itu mulai banyak informasi bergulir, termasuk kenyataan ternyata sekilas visualisasi gamenya berbeda dengan Demon Gaze, game RPG berbasis penjelajahan dungeon mereka lainnya yang baru saja dirilis di Barat akhir April 2014 kemarin. Hanya saja kami tetap menemukan ciri khas Experience dalam mendesain artwork yang cantik untuk game-game dungeon RPG-nya, seperti yang bisa kalian nikmati melalui beberapa artwork class karakternya (ada human, beasts, undead, spirit, demon, dan divine) dan juga monsternya. Menarik, dan beberapa artwork karakternya juga sempat mengingatkan kami pada salah satu RPG favorit pada masanya, Valkyrie Profile

Bersamaan dengan pengumuman perubahan judulnya awal Februari lalu, Experience juga mengatakan jika mereka menyiapkan Stranger of Sword City (di Jepang juga disebut sebagai Stranger of the Village of the Sword) untuk handheld Sony PlayStation Vita. Namun jika dua platform awalnya sudah dipastikan kapan kehadirannya, dengan X360 mendapatkannya 5 Juni besok, dan PC akan menyusul pada 22 Agustus 2014 nanti di Jepang, maka PS Vita perlu menunggu, karena sejauh ini belum ada informasi pasti kapan akan dirilis.

Stranger-of-Sword-City-20

Kemungkinan hal itu dikarenakan versi Xbox 360 dan Vita memiliki perbedaan subtitle. Untuk versi X360 dan Windows disebut Stranger of Sword City: Black Palace, sedangkan untuk PS Vita Stranger of Sword City: White Palace, yang mendapat dukungan untuk dimainkan melalui PS Vita TV dengan kontroler Dual Shock, atau kendali touchscreen seperti tipikal game PS Vita lainnya. Selain itu, sejauh ini juga tidak ada kabar apakah akan ada versi Inggrisnya, karena NIS America (publisher Demon Gaze) juga belum buka mulut sehubungan game ini.

Stranger-of-Sword-City-21

Sementara itu untuk gameplay-nya, seperti RPG dungeon crawler /penjelajahan dungeon, kamu melihat keseluruhan game dalam tampilan first-person, sehingga bisa melihat bagaimana karakter, monster dan juga lingkungannya digambarkan dengan sangat mendetail. Satu keunikannya adalah boss yang bisa bangkit kembali meskipun kamu sudah berhasil mengalahkannya. Satu-satunya cara untuk memusnahkannya adalah dengan memindahkan Pure Blood Crystal, ability yang hanya dimiliki oleh para “stranger” dan beberapa orang terpilih saja yang bisa melakukannya.

Kemudian seperti game penjelajahan dungon lainnya, aspek seperti peti yang berperan sekaligus jebakan, lantai yang memiliki racun, duri-duri yang terbuat dari es, serta bagian dungeon yang dipenuhi lava panas, akan menjadi tantangan selama melalui dungeon. Permainanmu bermula Stranger Guild, lokasi yang menjadu pusat operasi sebelum melangkah ke dalam dungeon. Selain itu, juga ada lokasi penting lainnya, seperti Royal Knight Palace dan juga perkampungan kumuh, yang dipercaya menjadi sarang para kriminal. Lokasi lainnya yang sudah diungkapkan berupa tempat pembuangan bangkai kapal, Ship Graveyard, yang sepertinya juga cocok menjadi setting salah satu dungeon.

Stranger-of-Sword-City-22

Oh ya, satu hal lagi, di balik nama Experience kita mungkin sering mendengar nama Team Muramasa disebut-sebut. Jika Experience adalah nama studionya, maka Team Muramasa adalah kelompok developer utamanya. Mereka sebelumnya bergabung dalam tim developer Michaelsoft, sebuah developer yang sempat menangani dua game Generation Xth, salah satu spin-off dari RPG dungein crawler legendaris, serial Wizardry. Setelah mereka bangkrut, sebagian besar pekerjanya membentuk Experience, termasuk juga tim developer Michaelsoft, Team Muramasa.

Stranger-of-Sword-City-23

Mereka inilah yang dianggap membangkitkan nuansa klasik serial Wizardry dengan banyak kloninganny yang berkonsep serupa (old-school, penjelajahan dungeon dengan tampilan first-person) di Jepang, dan perlahan juga di Barat. Kepopuleran game Wizardry mereka sebelumnya, Xth dan Xth 2 yang dirilis untuk PS2, yang kini berujung pada banyaknya game seperti Elminage, Etrian Odyssey, Unchained Blades, dan masih banyak game dungeon RPG lainnya.

Stranger-of-Sword-City-24

Wizardry seri Xth banyak mempengaruhi dungeon RPG modern, seperti konsep dunianya yang lebih open, sistem crafting yang dalam, dan banyak improvisasi dibandingkan formula lama Wizardry. Seperti yang diterapkan pada trilogi Generation Xth yang dirilis untuk PC mulai tahun 2009 lalu. Pasca menciptakan trilogi tersebut, Team Muramasa melanjutkanya dengan Meikyu X Cross Blood, kemudian Students of the Round, yang cukup sukses di Jepang, sehingga memberi tiket port versi X360 dan PSP. Dan kesuksesan game tersebut juga yang membuka kesempatan lahirnya kerjasama dengan Kadokawa melalui Demon Gaze serta Stranger of Sword City ini.

Stranger of Sword City, Seperti Valkyrie Profile Dalam Tampilan Khas Dungeon RPG

Penggemar RPG old-school, yang mengajukan gameplay perjalanan di dalam dungeon pasti mengenal serial Wizardry, yang dianggap sebagai cikal bakalnya. Dan berikut ini game terbaru dari salah saru developer Wizardry.

Abaikan

Sumber: Experience Official Web


SHARE
Previous articleSceenshot Kingdom Hearts HD 2.5 ReMIX Perlihatkan Sora Dalam Tampilan HD
Next article15 Easter Eggs Menarik dari X-Men: Days of Future Past
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.