Dua Asus Transformer Pad Baru Dapatkan Prosesor Quad-Core 64-bit Dari Intel

Transformer-Pad-TF103C-2

Computex Taipei 2014 berlangsung mulai kemarin hingga tanggal 7 besok. Kita bisa berharap ada “mainan elektronik mahal” baru dikonfirmasikan di sana. Masih dari Asus, produsen asal Taiwan ini juga dikenal kreatif dalam desain produknya. Salah satu yang paling sering kami apresiasi ada lini perpaduan tablet dan notebook Android 2-in-1 Asus Transformer Pad. Dua tipe barunya dikonfirmasikan selama event Computex di Taiwan.

Seperti sebelumnya, Transformer Pad masih ditujukan untuk pengguna menengah hingga kelas atas, yang juga membutuhkan fungsi seperti laptop dari sebuah tablet Android. Melihat tipe yang diusung, sepertinya Transformer Pad TF103C dan TF303CL ini akan menyasar kelas menengah. Seperti sebagian besar produk baru Asus lainnya, keduanya diperkuat chipset Intel Atom terbaru, yaitu Z3745, dengan empat core prosesor 64-bit yang kecepatannya hingga 1.86GHz (tipe Transformer Pad sebelumnya menggunakan chipset nVidia Tegra 4), serta 2GB RAM. OS Android 4.4-nya juga bisa dijalankan dalam mode tablet atau laptop. Perbedaan diantara kedua model Transformer baru ini adalah resolusi layarnya, dengan TF303 mengajukan kualitas full HD 1920×1200-pixel, serta TF103 hanya HD 1280×800-pixel. Melalui keduanya, Asus juga mengaku mendesain ulang engsel docking keyboard-nya.

Transformer-Pad-TF303CL

Detail spesifikasinya, kedua Transformer Pad TF303CL dan TF103C dimensinya 257.4 x 178.4 x 9.9mm, kemudian sedikit menjadi lebih tebal menjadi 19.8mm ketika dipasangkan di atas docking-nya. Aksesoris docking keyboard-nya tersebut masih datang dengan tombol chiclet (sedikit terangkat) yang ergonomis, serta menyediakan beberapa akses satu tombol yang berguna untuk menjalankan task seperti Delete atau Screen Grab, fitur yang masih belum ditawarkan Asus ke dalam model sebelumnya.

Masih mengajukan ukuran layar 10.1-inchi seperti tipe sebelumnya, dengan perbedaan pada resolusinya, jelas TF103C akan ditawarkan lebih terjangkau nantinya. Selain layar IPS dengan resolusi 1280 x 800-pixel dengan sudut penglihatan 170-derajat (TF303Cl sudutnya mencapai 178-derajat), Asus juga melengkapinya dengan koneksi WiFi, serta GPS yang mendukung satelit GLONAS. Khusus Transformer Pad TF303CL, selain resolusi yang lebih rapat, juga didukung pemrosesan warna melalui teknologi Asus Splendid untuk menghasilkan visual yang lebih cerah, sedangkan speaker yang ditempatkan di sisi depan cukup kuat dengan dukungan pemrosesan audio SonicMaster serta MaxxAudio yang menhasilkan output suara yang kaya.

Transformer Pad TF103C juga dibekali akses data 4G LTE Cat 4 dengan kecepatan mencapai 150Mbit/s, membuat TF303CL ideal untuk mengunduh file berukuran besar, streaming video, atau memainkan game online online gaming. Sementara HDMI output dan dukungan Miracast membantu menampilkan konten di dalamnya pada layar yang lebih lebar.

Sementara ini belum diungkapkan kapan dan berapa kedua perangkat 2-in-1 tersebut akan dirilis. Namun Asus Transformer Pad TF303CL akan ditawarkan dengan pilihan warna biru atau emas, sedangkan Transformer Pad TF103C datang dengan warna hitam atau putih.

Experience the new ASUS Transformer Pad (TF103C)

Dua Asus Transformer Pad Baru Dapatkan Prosesor Quad-Core 64-bit Dari Intel

Asus kembali merevisi jajaran produk 2-in-1 Asus Transformer Pad dengan tipe barunya, yang mengusung prosesor 64-bit dari Intel, serta model engsel baru yang lebih tersembunyi posisinya.

Abaikan

Experience the new ASUS Transformer Pad (TF103CG)

Dua Asus Transformer Pad Baru Dapatkan Prosesor Quad-Core 64-bit Dari Intel

Asus kembali merevisi jajaran produk 2-in-1 Asus Transformer Pad dengan tipe barunya, yang mengusung prosesor 64-bit dari Intel, serta model engsel baru yang lebih tersembunyi posisinya.

Abaikan

[cb type=”company”]Asus[/cb]

Sumber: Asus (1)(2)


SHARE
Previous article“Bella dan Kelima Balon” Aplikasi Dongeng Interaktif untuk Hidupkan Komunikasi Orang Tua dan Anak
Next articlePenampakan Robot-robot baru di Trailer Transformers: Age of Extinction Versi Rusia
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.