Review Edge of Tomorrow: Ketika Kematian Tom Cruise Menjadi Hal Terpenting dalam Perang

edge-of-tomorrow-poster08

Menggunakan Tom Cruise dalam sebuah film memang akan menarik perhatian banyak orang. Aktor kawakan ini membawa magnet tersendiri untuk film yang dimainkan. Tapi, sebenarnya Tom Cruise bukanlah pilihan utama dalam film Edge of Tomorrow. Warner Bros dan Village Roadshow sebagai produser film sempat menunjuk Brad Pitt untuk bermain dalam film garapan Doug Liman.

Film adaptasi dari light novel Jepang, All You Need Is Kill karya Hiroshi Sakurazaka ini sempat menggunakan judul yang sama untuk filmnya ini. Namun, akhirnya diganti menjadi Edge of Tomorrow.

edge-of-tomorrow06

Kisah perjalanan mengulang hidup-mati-hidup-mati atau sesuai dengan jargonnya, Live.Die. Repeat. dimainkan oleh Major William Cage (Tom Cruise) seorang perwira militer yang tidak bekerja di lapangan, dan sama sekali tidak berpengalaman berperang. Hanya karena baju perang rancangan ia dan timnya, menjadi senjata yang dianggap mampu mengalahkan serangan alien, William Cage justru ditunjuk untuk ikut berperang bersama seluruh pasukan militer lain yang disebut super soldiers.

Beberapa saat turun ke medan perang, Cage langsung mati terbunuh alien yang dikenal dengan nama Alpha. Anehnya, ia justru hidup kembali ke beberapa waktu sebelumnya. Kejadian ini terus berulang sampai ia bertemu dengan prajurit spesial wanita, Rita Vrataski (Emily Blunt). Bagian ini menjadi humor tersendiri dalam film ini. Meski adegannya mengulang, tapi tidak membuat penontonnya bosan. Agak sedikit bikin gregetan, karena Tom Cruise selalu mati saat sedikit lagi berhasil mencapai tujuan.

edge-of-tomorrow07 edge-of-tomorrow-image01

Pertemuannya dengan Rita, melancarkan perjuangan Cage mengalahkan alien. Rita sebelumnya juga pernah memiliki kemampuan hidup kembali seperti Cage, tapi saat darahnya tercampur dengan darah orang lain, kemampuannya hilang. Cage mendapatkan pelatihan khusus dari Rita, bagaimana caranya bertarung dan mencari Omega, tempat yang harus dihancurkan untuk memusnahkan semua alien.

edge-of-tomorrow04

Penampilan Emily Blunt memang tidak seseksi petarung wanita lain, seperti Lara Croft-nya Angelina Jolie dalam Tomb Raider. Badannya pun tidak terlalu kekar untuk menggunakan baju besi ciri khas film ini. Akan tetapi, wataknya yang keras dan selalu tampak serius membuatnya pantas masuk dalam special forces. Hampir tidak ada lelucon yang keluar dari mulut wanita berambut pirang ini. Bahkan, kebersamaannya dengan Tom Cruise pun tidak tersaji adegan yang bisa dibilang romantis, satu ciuman di bagian akhir pun rasanya tidak berbekas di bibir mantan suami Katie Holmes ini.

Edge of Tomorrow sudah tayang sejak 30 Mei 2014 kemarin dan masih menjadi salah satu tontonan menarik di bulan ini. Apalagi bagi kalian yang juga membaca novelnya, pasti akan ada beberapa perbedaan yang ditemukan.


SHARE
Previous articleTelat Setahun, Akhirnya Hohokum Dirilis 12 Agustus Khusus Untuk PlayStation
Next articleReview Maleficent: Dongeng Peri (Jahat) dari Moors
Lulusan Politeknik Negeri Jakarta yang belum puas kuliah, tapi udah sering nulis di media online. Suka game dari kecil, tapi gak pernah fokus. Alhasil, cuma bisa nge-PES doang. Namun, dunia jurnalistik membawanya ingin mengetahui semua hal di dunia, terutama Game dan Sepak Bola. Dan sekarang, Ia coba mewujudkannya!