Review Maleficent: Dongeng Peri (Jahat) dari Moors

maleficent-poster06

Maleficent. Tokoh yang mungkin namanya masing asing terdengar, meski sebenarnya dia adalah salah satu karakter Walt Disney yang cukup sering kita jumpai. Maleficent adalah peri jahat yang menjadi musuh dari Putri Aurora dalam kisah classic tahun 1959, Sleeping Beauty. Maleficent-lah yang membuat Putri Aurora tidur selama-lamanya dan hanya bisa bangun jika mendapatkan ciuman cinta sejati. Kini kita akan segera tahu kenapa Maleficent begitu jahat kepada putri cantik tersebut. Film Maleficent akan menceritakan kisah hidup Maleficent yang sebenarnya bukan peri yang amat jahat. Walt Disney membuatkan film khusus peri bertanduk dan bersayap besar ini dengan menggandeng Angelina Jolie sebagai pemeran utamanya.

maleficent-picture10

Meski dalam film ini cukup banyak adegan action yang biasa Jolie mainkan, tapi bermain dalam film fantasy bisa dibilang hal yang asing bagi aktris kelahiran 04 Juni 1975. Hal ini membuat penulis juga agak aneh melihat Angelina Jolie bermain-main dengan sayapnya atau berteriak seperti penyihir jahat. Robert Stromberg, sang sutradara yang pernah sukses dengan Alice in Wonderland, membuat film dark fantasy ini benar-benar seperti sebuah dongeng anak. Cerita Maleficent dimulai dari ia masih kecil, dengan iringan suara narasi yang ada sampai akhir film. Maleficent kecil diperankan oleh Ella Purnel dan Isobelle Molloy yang hidup di atas pohon di sebuah tempat bernama Moors. Moors merupakan sebuah tempat yang indah, dimana para peri dan mahluk-mahluk sejenisnya (The Pixies) tinggal. Maleficent merupakan peri yang menjaga tempat tersebut dari manusia yang sering masuk dan mencuri.

maleficent04 maleficent-picture02

Maleficent bukanlah peri yang jahat, namun ia merupakan peri yang paling kuat di sana. Suatu waktu ia bertemu dengan Stefan muda (Toby Regbo dan Michael Higgins) manusia yang masuk ke Moors dan mencuri sebuah batu. Keduanya lantas berteman akrab, karena tidak saling takut satu sama lain. Stefan pun setuju untuk tidak mencuri lagi dan berteman dengan Maleficent. Pertemanannya terus berlanjut sampai mereka dewasa, Maleficent yang semakin kuat terus menjaga Moors yang sering diserang oleh prajurit dari castle tempat Stefan tinggal. Stefan dewasa (Sharlto Copley) masih terus bermimpi untuk menjadi raja di castle tersebut. Membuatnya harus pergi menghilang dari kehidupan Maleficent. Namun, keinginan Raja Henry (penguasa castle) untuk menguasai Moors dan menjanjikan titah raja bagi siapa saja yang bisa membunuh Maleficent, membuat Stefan gelap mata dan mengingkari pertemanannya.

maleficent-image04maleficent-image05

Sampai akhirnya Stefan menjadi raja dan Maleficent kehilangan hal terpenting dari dirinya yang dirampas oleh Stefan. Maleficent murka, dendamnya dibalas dengan mengutuk Briar Rose (Elle Fanning) atau yang dikenal sebagai Putri Aurora anak Stefan dengan Hannah New, putri raja Henry. Kutukan itulah yang nantinya menjadi kisah Sleeping Beauty. Film Maleficent hanya berdurasi 97 menit, waktu yang cukup untuk ditonton anak-anak. Bila mengikuti ceritanya dengan seksama pun film ini akan terasa cukup lama. Karena adanya narasi film, serta cukup banyak adegan tanpa dialog. Kisah dongengnya pun benar-benar terasa, karena banyak kejadian yang terjadi secara tiba-tiba. Salah satunya adalah saat Princess Aurora bertemu dengan Pangeran Phillip (Brenton Thwaites) orang yang disinyalir mampu menyelamatkan Aurora.

maleficent-image07maleficent-image08

Maleficent tayang dalam format 3D dan IMAX, meski sebenarnya tidak ada animasi yang benar-benar menonjol dalam film ini. Hanya kisahnya saja yang patut dicermati oleh anak-anak, bahwa setiap kejahatan terjadi pasti ada sebabnya.


SHARE
Previous articleReview Edge of Tomorrow: Ketika Kematian Tom Cruise Menjadi Hal Terpenting dalam Perang
Next articleMurdered Soul Suspect, Ketika Kematian Bukan Akhir Dari Segalanya
Lulusan Politeknik Negeri Jakarta yang belum puas kuliah, tapi udah sering nulis di media online. Suka game dari kecil, tapi gak pernah fokus. Alhasil, cuma bisa nge-PES doang. Namun, dunia jurnalistik membawanya ingin mengetahui semua hal di dunia, terutama Game dan Sepak Bola. Dan sekarang, Ia coba mewujudkannya!