Phoenix Wright Kembali Serukan “Objection!” Dalam Kompilasi Trilogi Ace Attorney

Phoenix-Wright-Trilogy-2

Gyakuten Saiban 123 Naruhodou Selection, atau yang akan lebih jamak dikenal sebagai Phoenix Wright: Ace Attorney Trilogy, pertama kali diungkapkan Februari 2014 lalu, dan kemudian dirilis 17 April 2014 lalu di Jepang untuk 3DS. Dan kini Capcom mengumumkan akan membawanya ke Barat, dengan pertama kali mendemokannya selama E3 2014.

Game adventure tersebut menjadi kompilasi dari ketiga game pertama serial Gyakuten Saiban (Ace Attorney). Namun bukan sekadar game lama dijadikan satu saja, karena developer memberikan update visual, seperti yang mereka lakukan pada kompilasi Phoenix Wright: Ace Attorney Trilogy HD untuk platform mobile, serta mendapatkan dukungan tampilan stereoscopic 3D agar bisa memaksimalkan kemampuan hardware 3DS.

Phoenix-Wright-Trilogy-3

Sayangnya, berbeda seperti di Jepang yang dirilis secara retail, dan menyediakan bonus drama CD dalam bundlenya, untuk versi translasinya ini Capcom memilih jalan yang lebih aman (dan sebenarnya lebih hemat), dengan memasarkannya sebagai game download melalui Nintendo eShop. Belum adakan kepastian kapan tanggalnya, hanya disebutkan “Musim Dingin 2014” ini, dan sepertinya kita perlu menunggu E3 2014 minggu depan untuk detail lainnya. Sementara itu, nikmati saja dulu trailer pertamanya di bawah.

Phoenix Wright: Ace Attorney Trilogy – Announcement Trailer

Phoenix Wright Kembali Serukan “Objection!” Dalam Kompilasi Trilogi Ace Attorney

Gyakuten Saiban 123 Naruhodou Selection akan dirilis di Barat oleh Capcom. Pertama kali playable selama E3 2014, beriku trailer pertamanya.

Abaikan


SHARE
Previous articleBagian Perayaan 30 Tahun, Ubisoft Hadirkan Tetris Ultimate Untuk Platform Modern
Next articleSeharusnya Capcom Tidak Perlu Menyebut Dead Rising 3 “Only On Xbox One!”
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.