E3 2014: Seperti Halo Untuk Xbox, Destiny Merapat ke PlayStation Dengan Giliran Pertama Akses Beta

Destiny-7

Destiny menjadi salah satu game yang paling ditunggu tahun 2014 ini. Selain karena ada nama Bungie di sana (ini game pertamanya setelah meninggalkan Halo), game ini menjanjikan perpaduan elemen role-playing game dengan first-person shooter, dalam dunia open-world, konsep dunia game yang makin marak diterapkan seiring dengan kemampuan konsol now-gen mendukung tercapainya setting yang lebih luas tanpa batas. Wajar banyak yang berharap kejutan di balik panggung E3 2014 untuk salah satu game unggulan ini.

Destiny-6

Melalui press conference Sony, kami sudah mengetahui jika Sony yang tertarik dengan nama besar Bungie dan serial Halo yang mengekor, berhasil mengamankan Destiny untuk mendukung platform mereka dari segi pemasaran. Seperti dengan adanya bundle khusus Destiny dengan PlayStation 4 Glacier White, yang bakal dirilis bersamaan dengan game tersebut di platform lainnya (PS3, X360 dan X1) pada 9 September 2014 mendatang. Bundel PS4 tersebut memiliki HDD 500 GB, vertical stand berukuran putih, kontroler dipilih varian Urban Camouflage DualShock 4, serta voucher 30-hari PlayStation Plus.

Versi beta Destiny juga bakal datang pertama kali untuk konsol PlayStation (PS3 dan PS4) pada 17 Juli 2014 nanti, sedangkan untuk versi alpha bakal mulai dijalankan 12 Juni ini juga untuk para pengguna PlayStation. Versi betanya akan dijalankan untuk pengguna Xbox menyusul setelah versi PS-nya. 

Destiny-4

Seperti yang pernah kami tuliskan sebelumnya, Destiny mengambil setting 700 tahun di masa depan, di tengah sebuah keadaan pasca kehancuran setelah manusia mencapai Golden Age, masa keemasan ekspolasi angkasa, keadaan damai dan juga kemajuan teknologi. Namun keadaan berubah saat manusia yang dikisahkan sudah menyebar dan membentuk koloni di Solar System, menghadapi satu peristiwa yang disebut “Collapse” ditandai dengan bubarnya koloni-koloni tersebut, hingga berakhirnya Golden Age, saat itu manusia berada di ambang kehancuran. Dan manusia yang selamat dari Collapse adalah mereka yang masih tersisa di Bumih, dan mereka ini diselamatkan “Traveller,” eksistensi misterius berwujud bulatan bercahaya yang dianggap sudah eksis berabad-abad sebelum manusia sanggup menggalakkan eksplorasi luar angkasa.

Destiny-5

Traveller yang kini terlihat melayang di atas kota terakhir manusia, dan kehadirannya memungkinkan “Guardians of the City,” sebutan manusia-manusia terakhir memiliki kemampuan misterius yang disebut sebagai “The Light.” Di sisi lain, pasca usaha manusia mengisi dan membangun kembali koloni mereka pasca Collapse, ternyata ras alien yang jahat menguasai koloni tersebut, dan mulai mendekat ke kota terakhir manusia. Kamu sebagai Guardian of the City, bertugas menyelidiki dan menghancurkan ancaman tersebut, sebelum peradaban manusia benar-benar musnah.

Destiny-3

Dalam game yang menurut Activision selaku publisher dan memegang kontrak 10 tahun dengan Bungie sudah membuat mereka merogoh “kantong” hingga US $500 juta (dua kali lebih besar dari US $260 juta yang dialokasikan Take-Two Interactive untuk mengembangkan dan memasarkan Grand Theft Auto 5) ini, kalian bakal mendapati dunia yang “hidup,” dan dijelaskan jika event yang terjadi dalam game tidak harus terskenario oleh developer, sehingga bakal menghasilkan pengalaman yang dinamis untuk gamer.

Destiny-2

Mekanis gamenya sendiri digambarkan sebagai first-person shooter yang memasukkan unsur massively multiplayer online game, atau yang oleh Bungie disebut sebagai “shared-world shooter,” karena tidak adanya karakteristik MMO tradisional, yang memungkinkan kita berinteraksi dengan siapa saja. Destiny justru hanya mengatur kecocokan antara pemain, sehingga kamu hanya bisa berinteraksi dengan pemain lain yang sepadan menurut Destiny. Proses matchmaking tersebut makin dinamis didukung engine baru Bungie yang memungkinkan global illumination dan real-time dynamic lighting terjadi bersamaan, dipadukan dengan teknologi “hopper,” yang sudah terbukti sukses menjadi pendukung sistem matchmaking serial Halo ketika mereka tangani, dan menghasilkan matchmaking yang lebih natural baik dalam mode cooperative atau competitive.

Destiny-1

Dan tidak seperti tipikal MMO, kamu bukan memilih ras di sini (ada Human, Awoken, atau Exo), namun memilih class (Titan, Hunter dan Warlock) lebih memperi efek bagaimana selajutnya Destiny dimainkan, dan juga berpengaruh pada pengembangan karakter. Kamu bisa membuat beberapa karakter dari spesies dan class berbeda. Setiap class memiliki fokusnya sendiri, yaitu special ability yang bisa digunakan dalam misi co-op dan pertarungan competitive, yang efek ability tersebut disebutkan mampu dengan mudah merubah keadaan. Ability tersebut bisa berbentuk offensive, defensive, atau buffing. Salah satu ability yang sudah diketahui paling efektif disebut sebagai “super,” skill move yang bisa digunakan Guardian selama pertarungan. Setiap super memiliki skill tree-nya sendiri dan bisa di-upgrade.

Tiga class utama Destiny esensiny juga mengacu pada tiga kelas utama RPG, Fighter, Rogue dan Wizard. Titans adalah tipe Fighter, yang mengenakan armor berat dan tebal. Hunters masuk sebagai tipe Rogue, dan Warlocks juga cocok sebagai Wizard. Beberapa mjusuh yang akan kamu temui di Destiny dan sudah terunglap seperti Fallen, warriors yang menggunakan taktik gerilya untuk bertarung untuk menyerang musuh dan keudian segera menghilang. Kemudian ada musuh yang mirip ghoul bernama Hive, Cabal, dan juga tipe robot bernama Vex. Kamu bakal melawan mereka di sepanjang permukaan Bumi, Venus, Mars dan juga Luna, sebutan bulan dalam game ini.

Destiny-8

Sekadar melihat trailer-trailernya, kami menilai Destiny ini bakal sangat besar. Dan jika memang pengalaman terbaiknya adalah memainkannya di konsol now-gen, sementara kalian masih berkutat di konsol last-gen, jangan kuatir karena Bungie sudah menyiapkan solusi. Destiny memungkinkan kita mentransfer data save permainan di X360 dan PS3 ke X1 dan PS4. Sayang tidak ada (atau mungkin belum?) opsi transfer data save ke platform yang berseberangan. Seperti dari X360 ke PS4 misalnya.

Sementara itu, kalian bisa nikmati trailer terbaru Destiny yang dirilis selama E3 2014 di bawah ini, termasuk trailer yang menunjukkan gameplay yang diputar selama press conference Sony.

Official Destiny E3 Trailer — New Beginnings

E3 2014: Seperti Halo Untuk Xbox, Destiny Merapat ke PlayStation Dengan Giliran Pertama Akses Beta

Destiny menjadi salah satu game yang paling ditunggu tahun 2014 ini. Selain karena ada nama Bungie di sana, juga menjanjikan perpaduan elemen beberapa genre yang apik. Apa yang dibawa Bungie untuknya selama E3?

Abaikan

Official Destiny Strike Gameplay: The Devils’ Lair

E3 2014: Seperti Halo Untuk Xbox, Destiny Merapat ke PlayStation Dengan Giliran Pertama Akses Beta

Destiny menjadi salah satu game yang paling ditunggu tahun 2014 ini. Selain karena ada nama Bungie di sana, juga menjanjikan perpaduan elemen beberapa genre yang apik. Apa yang dibawa Bungie untuknya selama E3?

Abaikan

Destiny PS4 Dev Diary: Armor, Weapons, Loot

E3 2014: Seperti Halo Untuk Xbox, Destiny Merapat ke PlayStation Dengan Giliran Pertama Akses Beta

Destiny menjadi salah satu game yang paling ditunggu tahun 2014 ini. Selain karena ada nama Bungie di sana, juga menjanjikan perpaduan elemen beberapa genre yang apik. Apa yang dibawa Bungie untuknya selama E3?

Abaikan

Destiny Gameplay Trailer

E3 2014: Seperti Halo Untuk Xbox, Destiny Merapat ke PlayStation Dengan Giliran Pertama Akses Beta

Destiny menjadi salah satu game yang paling ditunggu tahun 2014 ini. Selain karena ada nama Bungie di sana, juga menjanjikan perpaduan elemen beberapa genre yang apik. Apa yang dibawa Bungie untuknya selama E3?

Abaikan


SHARE
Previous articleKerennya Star-Lord dan Drax dalam Dua Poster Karakter Guardians of the Galaxy
Next articleE3 2014: Mengenal Dua Karakter Baru dalam Mortal Kombat X
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.