Spesial Piala Dunia 2014: Mengintip Persaingan Masing-masing Grup

    Beberapa jam lagi, para penggemar sepakbola di seluruh dunia akan mendapatkan sajian berkelas yang selalu diadakan selama empat tahun sekali, Piala Dunia 2014. Piala Dunia 2014 diselenggarakan di Brazil, mulai tanggal 12 Juni hingga 13 Juli 2014 yang akan datang. Perhelatan tahun ini terasa cukup spesial, karena menandai kembalinya sepakbola ke kiblatnya sejak terakhir kali diselenggarakan di negeri Samba ini tahun 1950 lalu.

    Fuleco, Maskot dari Piala Dunia 2014 Brazil

    Ya, meskipun prestasinya beberapa tahun ini menurun, namun tidak ada yang menyangkal bahwa Brazil sampai saat ini masih menjadi salah satu kiblat sepakbola dunia. Dengan kekuatan yang dimiliki saat ini, Brazil masih digadang-gadang bakal merebut trofi keenamnya sepanjang sejarah Piala Dunia, dan menjauhkan diri dari kejaran Italia yang sudah mendapatkan empat trofi. Tentu saja perjalanan Brazil bakal tidak mulus, karena banyak negara-negara lain yang siap menghadang mereka. Dari benua Eropa, Spanyol masih menjadi kandidat kuat setelah meraih tiga gelar turnamen besar berturut-turut, mulai dari Euro 2008, Piala Dunia 2010 dan Euro 2012. Dari Amerika Latin, kekuatan klasik seperti Argentina dan Uruguay masih menjadi ancaman terbesar. Dari Asia dan Afrika, meskipun tidak memiliki tradisi yang bagus di Piala Dunia, tetapi berpeluang untuk menciptakan kejutan.

    Brazuca, bola resmi Piala Dunia 2014

    Menyambut Piala Dunia 2014 kali ini, Duniaku mengajakmu untuk mengintip persaingan masing-masing grup. Siapa yang berpeluang untuk maju ke babak selanjutnya? Atau siapakah yang bakal menjadi kuda hitam? Simak analisis kami berikut ini!

    Grup A (Brazil, Kroasia, Meksiko, Kamerun)

    Brazil, berharap tuah menjadi tuan rumah

    Di Grup A, tuan rumah Brazil akan bersaing dengan Kroasia, Meksiko dan Kamerun untuk merebut satu tempat ke babak 16 besar. Dengan kekuatan yang dimiliki saat ini plus keuntungan sebagai tuan rumah, Brazil diprediksi bakal melenggang dengan mudah ke babak selanjutnya. Satu tempat lain mungkin akan diperebutkan oleh Kroasia dan Meksiko.

    Meksiko, berpeluang menjadi kuda hitam grup A

    Kroasia tentu ingin kembali mengulang memori manisnya di Piala Dunia 1998, dimana pada saat itu mereka sukses menempati peringkat ketiga dengan mengandalkan kombinasi pemain muda berpotensial seperti Mateo Kovacic dengan pemain yang memiliki mental juara seperti Mario Mandzukic. Meksiko dengan deretan pemain mudanya tentu bukan lawan yang mudah dan memiliki tradisi yang cukup bagus di setiap penyelenggaraan Piala Dunia. Kamerun bisa menjadi kuda hitam, namun rasanya sulit untuk bersaing dengan tiga tim lainnya.

    Grup B (Spanyol, Belanda, Chile, Australia)

    Spanyol, pertandingan pertama sebagai penentu langkah ke babak selanjutnya

    Grup B seolah menjad “nostalgia” final Piala Dunia 2010 antara Spanyol dengan Belanda. Empat tahun lalu, Spanyol boleh saja berjaya dengan mengalahkan Belanda serta menjadi juara dunia. Namun, Belanda datang ke Piala Dunia kali ini dengan semangat revans plus catatan yang impresif selama babak kualifikasi. Menilik kekuatan di Grup B ini, sangat besar kemungkinan keduanya akan menjadi wakil grup ke babak selanjutnya. Pertanyaan mengenai siapa yang akan menjadi juara grup akan ditentukan di laga pertama saat keduanya bertemu di Salvador.

    Belanda, siap melakukan revans final Piala Dunia 2010

    Dua tim lain, Chile dan Australia mungkin hanya akan sebagai “pelengkap” dan bertarung untuk memperebutkan posisi ketiga. Namun, jika Spanyol dan Belanda tidak dalam performa terbaik mereka, siap-siap saja kedua negara ini memberikan kejutan dan lolos ke babak selanjutnya. Chile lebih berpeluang untuk memberikan kejutan lewat beberapa pemain top mereka yang bermain di Eropa, seperti Alexis Sanchez (Barcelona) dan Arturo Vidal (Juventus).

    1
    2
    3

    SHARE
    Previous articleWargaming : World of Tanks Update 9.1 Akan Meluncur di Bulan Ini
    Next articleSerba Baru di Masa Komersil Rusty Hearts Indonesia
    Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.