E3 2014: Setelah Sempat Menghilang, Tomonobu Itagaki Berikan Devil’s Third Eksklusif Untuk Wii U

Devil's-Third-1

Nama Tomonobu Itagaki sudah identik dengan serial game fighting 3D Dead or Alive. Selain itu, dia juga berjasa karena sukses membangkitkan franchise Ninja Gaiden. Setelah bergabung dengan Tecmo mulai tahun 1992, kepopulerannya mengantarkan Itagaki mengepalai tim pengembangan Tecmo, Team Ninja. Namun setelah 16 tahun berkiprah bersama Tecmo, dia meninggalkan induknya tersebut pada tahun 2008, dan membentuk studio baru, Valhalla Game Studios bersama banyak anggota Team Ninja lainnya. Saat itulah nama proyek terbaru mereka langsung terdengar, yaitu Devil’s Third, yang selama E3 2014 akhirnya menjadi milik Nintendo eksklusif.

Devil's-Third-2

Sampai pada konfirmasi game ini untuk platform Nintendo, tidak banyak informasi diberikan Itagaki. Setidaknya yang sudah diketahui, ini sebuah third-person shooter, yang digabungkan dengan pertarungan melee, fitur online dan juga level editor. Ceritanya mengisahkan bagaimana sisa-sisa satelit yang mengorbit di luar angkasa akhirnya saling bertabrakan, mengarah pada kehancuran hampir semua satelit, baik satelit milik pemerintahan dan militer. Akibat kejadian tersebut, perang meletus di seluruh dunia karena keseimbangan kekuatan militer dalam kondisi kacau.

Devil's-Third-3

Sedikit melihat kebelakang, game ini berbeda dari game-game Itagaki sebelumnya yang bergenre hack and slash serta fighting, karena di sini third-person shooter. Timnya mengembangkan Devil’s Third menggunakan engine Phoenix yang juga digunakan dalam Darksiders II. Awalnya, dikembangkan untuk PC Windows, PS3 dan X360, serta Wii U hanya disebutkan bisa menjalankan game ini saja. Namun ketika THQ, yang seharusnya menjadi publisher game ini bangkrut, maka hal atas game ini pun kembali ke Valhalla Game Studios, sampai Nintendo mengambil alih peran publisher, dan menjadikannya sebagai game eksklusif untuk Wii U.

Devil's-Third-4

Itagaki hanya memberi pernyataan, Nintendo memahami visinya, karena itulah dia memilih bekerjasama dengan mereka. Meskipun ketika kita melihat seperti apa Devil’s Third, siapa pun akan kaget game “sedewasa” ini bisa menjadi eksklusif untuk platform tersebut. Yang lebih mengherankan adalah genrenya. Meskipun Gaiden sudah cukup menyumbang banyak gaya bertarung pedang jarak dekat yang keren, namun game ini lebih mirip sebuah SOCOM, susah untuk percaya ketika kita juga tahu Itagaki adalah pria dibalik ide game yang penuh unsur fanservice seperti Xtreme Beach Volleyball — setidaknya ada wanita yang berpakaian minim muncul dalam game ini, ketika kita berpikir Xtreme Beach Volleyball.

Devil's-Third-5

Trailer yang dirilis Nintendo mengiringi konfirmasi game ini selama E3 2014 tidak banyak memberi gambaran seperti apa gamenya. Yang kami ketahui, Devil’s Third memiliki mode multiplayer berbasis objective, single-player campaign, pergerakan karakter dan pertarungan diambil dalam sudut pandang third-person, sedangkan ketika karakter mau menembak akan berganti menjadi first-person, pertarungan melee yang sangat brutal-berdarah-dan memungkinkan memotong tubuh lawan, karakter bisa bergerak cepat, hingga kemampuan mereka berlari di dinding.

Devil's-Third-6

Itagaki juga menambahkan, jika kontroler Nintendo, GamePad berperan pending dalam pertarungan kompetisi, dengan layar digunakan untuk menyampaikan informasi mengenai pemain langsung ke depan mata kita. Kemudian untuk protagonis yang kalian kendalikan, dia adalah seorang mantan teroris yang memiliki semacam kekuatan mutan, dan sebagian besar boss dalam game ini sebenarnya adalah mantan teman-temannya. 

Wii U – Devil’s Third E3 2014 Trailer

E3 2014: Setelah Sempat Menghilang, Tomonobu Itagaki Berikan Devil’s Third Eksklusif Untuk Wii U

Pertama kali terdengar 2009 lalu, game terbaru Tomonabu Itagaki (Dead or Alive), Devil's Third, harus mengalami perjalanan panjang. Mulai ganti engine, publishernya bangkrut, dan kini muncul kembali selama E3 2014.

Abaikan


SHARE
Previous articleE3 2014: Nintendo dan Shigeru Miyamoto Konfirmasikan Star Fox, Project Giant Robot dan Project Guard
Next articleFatal Frame Siap Meneror Layar Lebar
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.