E3 2014: Kirby and the Rainbow Curse Kembalikan Gameplay “Menggambar Garis” Dari Canvas Curse

Kirby-and-the-Rainbow-Cur-1

Kirby and the Rainbow Curse dikonfirmasikan Nintendo selama E3 2014 kemarin, dan menjadi salah satu game yang oleh Nintendo difokuskan untuk menunjukkan bahwa kekuatan utama Wii U adalah GamePad-nya. Game yang masih dikembangkan oleh studio-nya serial Kirby, HAL Laboratory ini menjadi sekuel dari seri sebelumnya yang eksis tahun 2005 lalu untuk Nintendo DS, Kirby: Canvas Curse. Sayangnya, seperti banyak game Wii U lainnya, Kirby and the Rainbow Curse tidak akan hadir tahun ini.

Kirby-and-the-Rainbow-Cur-2

Mengadopsi banyak elemen Canvas Curse, sudah menjadi petunjuk seperti apa gameplay-nya. Kirby and the Rainbow Curse membawa gaya permainan yang sama seperti Canvas Curse, dengan cara menampilkan visual layaknya terbentuk dari tanah liat / lilin — Nintendo memang jago ya, membuat visual game mereka sangat menarik, seperti bagaimana game Yoshi terbaru sebuah obyek dan karakter terlihat seperti gumpalan benang. Kemudian mekanis utama dari Canvas Curse yang dibawa di sini adalah bagaimana kita menggambar garis untuk menuntun Kirby.

Kirby-and-the-Rainbow-Cur-3

Kamu menggunakan Wii U GamePad untuk membantu Kirby, yang terjebak di dalam wujud bola, melalui level dengan cara menggambar jalur gerakannya yang berbentuk garis berwarna pelangi melalui layar sentuh GamePad — jadi kalian tidak secara langsung mengendalikannya. Bergantung padamu bagaimana menyiapkan rute gerakannya, jika Kirby melalui jalur pelangi yang melengkung atau memutar seperti jalur rollercoaster, maka itu bakal mempercepat gerakannya (ingat tipikal game Sonic, dimana karaktermu itu akan bergerak lebih cepat jika jalur yang dilaluinya berbentuk bundar), atau bahkan melontarkannya ke udara. Sedangkan dengan menyentuhkan stylush ke Kirby, maka itu bakal membuatnya melakukan serangan berputar ke depan untuk menyerang musuh atau menghancurkan suatu obyek. Selama permainan, Kirby bakal bisa berubah ke beragam bentuk, seperti kapal selam, roket bahkan tank.

Kirby-and-the-Rainbow-Cur-4

GAme ini menjadi  satu contoh bagaimana ketangkasan kita dan berpikir lebih cepat dibutuhkan untuk menjaga agar Kirby tidak meluncur di luar kendali garis pelangi, atau terjatuh saat ada celah lebar mengancam jalannya. Menjaga momentum sampai Kirby menyentuh dinding, atau sentuh dia untuk melakukan gerakan memutar dan menyerang musuh, hingga menghancurkan obyek yang menghalangi langkahnya.

Kirby-and-the-Rainbow-Cur-5

Di tengah keterbatasan gerakannya tersebut, justru menjadi keunikan gameplay game ini. Developernya berhasil mempertahankan image platforming yang selama ini melekat dari seruial Kirby, meskipun kita tidak mengendalikannya secara langsung. Kirby juga bisa men-charge sebuah serangan dash yang lebih kuat, memungkinkannya mengalahkan beberapa musuh sekaligus. Gerakan tersebut akan berguna pada beberapa area bonus bintang tersembunyi dalam setiap level, yang mana beberapa diantaranya memerlukan timing dan presisi yang tepat untuk menyelesaikannya.

Wii U – Kirby and the Rainbow Curse E3 2014 Announcement Trailer

E3 2014: Kirby and the Rainbow Curse Kembalikan Gameplay “Menggambar Garis” Dari Canvas Curse

Kirby and the Rainbow Curse dikonfirmasikan Nintendo selama E3 2014 kemarin, dan menjadi salah satu game yang oleh Nintendo difokuskan untuk menunjukkan bahwa kekuatan utama Wii U adalah GamePad-nya.

Abaikan


SHARE
Previous articleTournament Heroes of Newerth Menyambut Arena e-Sport Baru
Next article“VIP Card Giveaway” Fantasy Saga Online Tingkatkan Kemampuan Pet
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.