Huawei Mulai Menjual Ascend Mate 2, Penuh Fitur Premium Dengan Harga Terjangkau

Ascend-Mate-2-2

Huawei pertama kali mengkonfirmasikan smartphone besar mereka, Ascend Mate 2 selama CES 2014 awal Januari 2014 lalu. Setelah lama tidak terdengar kabarnya, akhirnya mereka mulai menjual si bongsor di pasar luar Tiongkok, yaitu Amerika Serikat. Harganya pun sudah ditentukan, kini Ascend Mate 2 yang sudah mendukung koneksi 4G LTE tersebut ditawarkan dalam warna hitam dan putih dengan nilai US $299 saja, atau setara dengan Rp. 3.6 jutaan.

Ascend Mate pertama sendiri masih dijual di Indonsia, dan dari harga perkenalannya Rp. 4 juta kuartal ketiga 2013 lalu, kini bisa didapatkan dengan harga Rp. 2.999.000 saja. Dengan demikian, penerusnya, Ascend Mate 2 justru lebih murah. Wajar saja, dari segi hardware memang tidak banyak peningkatan yang diberikan Huawei. Mereka hanya fokus menawarkan smartphone dengan ukuran besar dan sudah mendukung koneksi 4G (yang banyak diminta oleh pasar Amerika) serta harga yang terjangkau.

Ascend-Mate-2-3

Ukurannya memang masif, dengan bidang layar 6.1-inchi yang resolusinya masih sama yaitu HD 720p, Huawei juga mempertahankan baterai berkasitas besar (di sini 3900-mAh, sedikit turun dari seri sebelumnya) yang diklaim memberi figur waktu bicara non-stop hingga 25 jam, dan juga sanggup men-charge smartphone lainnya. Kemudian sensor kameranya juga membaik, kini menawarkan modul 13-megapixel, dan di depan 5-megapixel, yang sepertinya menggunakan modul yang sama seperti pada Huawei Honor 3X, smartphone unggulannya yang menggunakan prosesor octa-core dari MediaTek, dan juga akan segera dijual di Indonesia.

Sedangkan untuk prosesornya, Huawei menyerah menggunakan chipset racikannya sendiri (yang menurut penulis GPU-nya mengalami masalah kompatibilitas dengan beberapa game), dan kini memilih Qualcomm 8928, Snapdragon 400 dengan empat core prosesor Cortex-A7 1.2 Ghz, GPU Adreno 305, namun yang melegakan, RAM-nya sudah 2GB. Konfigurasi itu dilengkapi internal storage 16GB dan slot microSD, serta mejalankan Android 4.3 dalam balutan interface Emotion UI — yang begitu mirip dengan interface iOS, dan banyak dipengaruhi interface MIUI dalam tipikal smartphone Xiaomi.

Ascend-Mate-2-4

Smartphone ini memang sudah tersedia di Amerika (selain Tiongkok), namun untuk Indonesia, dimana Ascend Mate pertama juga sempat menjadi idola penggemar smartphone berukuran besar, rupanya tidak ada kejelasan apakah Huawei Indonesia bakal memasukkannya ke pasar lokal. Sejauh ini yang sudah pasti eksis adalah duet smartphone affordable Huawei, Honor 3C dan Honor 3X, serta duo tablet premium mereka MediaPad X1 dan MediaPad M1.

Spesifikasi Huawei Ascend Mate 2 

  • Dimensi: 161 x 84.7 x 9.5mm, berat 202-gram
  • Layar: 6.1-inchi HD (1280 x 720-pixel) LTPS (Low Temperature Poly-Silicon), kerapatan 241ppi, berpelindung Corning Gorilla Glass 3
  • Multitouch: 10 titik
  • Chipset: Qualcomm Snapdragon 400; quad-core Cortex-A7 1.6GHz, Adreno 305 GPU, 2GB RAM dengan kecepatan 800 MHz
  • OS: Android 4.3 Jelly Bean
  • Kamera: 13-megapixel, Sony BSI Auto-Focus, aperture F2.2, focal lens 28mm, HDR, autofocus, LED flash. Dan 5-megapixel untuk kamera depan CMOS, F2.4 Aperture, 1.4µm sensor, 10-level auto face enhancement, magic preview windows, 88 degree wide angle, panoramic
  • Video: Merekam video full HD 1080p pada 30fps
  • Storage: 16GB built-in, slot microSD hingga 64GB
  • Koneksi: A-GPS+GLONASS, WLAN (2.4/5Ghz) a/b/g/n, USB Host, USB On-the-go, Bluetooth 4.0 LE
  • Baterai: 3,900 mAh
  • Fitur lain: FM Radio, accelerometer, proximity, gyroscope, compass
  • Pilihan warna: Crystal Black, Pure White

Sumber: Huawei


SHARE
Previous articleHasil Akhir Grand Final Point Blank National Championship 5
Next articleSusul Spanyol Tersingkir dari Piala Dunia 2014, Giliran Inggris Jadi Bahan Guyonan di Dunia Maya
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.