Path Pisahkan Fitur Messaging Dari Aplikasi Utama, Paksa Penggunanya Jalankan Talk

Path-Talk-2

Setelah mendapatkan pendanaan dari Bakrie Group pada 11 Januari 2014 lalu, tidak banyak update yang kami dapatkan dari Path. Sebagai salah satu jejaring sosial termuda, Path memiliki batasan teman yang bisa diajak berinteraksi, post yang dibagikan (mayoritas berupa foto) hanya bisa dinikmati oleh mereka yang berada dalam inner cirlce-nya, serta juga bebas dari gangguan iklan. Batasan tersebut dipandang menjadi kelebihan Path oleh penggunanya, yang sebagian besar dari Indonesia (mencapai 4 juta akun). Dan meskipun sepi update, namun sepertinya Dave Morin selaku CEO tidak berdiam diri. Akhir pekan lalu mereka merilis sebuah aplikasi messaging yang berdiri sendiri, dan mereka menyebutnya sebagai “Talk”. 

Talk bisa menjadi variasi bagi pengguna Path, yang bukan sekadar memanfaatkan jejaring sosial tersebut untuk mengisi waktu senggang dengan berbagi foto-foto unik. Path Talk yang sudah dirilis untuk Android dan iOS sebenarnya sekadar memisahkan fitur chat dalam Path ke dalam sebuah aplikasi khusus. Menurut Dave Morin, saat ini pengguna aktif harian Path sangat tinggi, mencapai 4 juta user. Dan sebagian besar dari mereka juga memanfaatkan fitur messasing di tengah jejaring sosial. Karena itulah Path memutuskan untuk memisahkan Talk dengan Path.

Path-Talk-3

Langkah tersebut sebenarnya tidak mengherankan, karena sebelumnya, Facebook juga merilis aplikasi messaging-nya yang berdiri sendiri melalui Messenger, dan Foursquare beberapa waktu lalu juga memisahkan fungsi “check-ins” dari jejaring sosial berbasis sharing lokasi tersebut, dan kini dikenal menjadi Swarm.

Path Talk didesain dengan memberikan apa yang disukai banyak usernya di Path, yaitu kepraktisan. Sepertinya baru aplikasi instant messaging ini saja yang memberikan opsi bagi penggunanya untuk membalas sebuah pesan dengan ikon “tanda centang” (juga ada tanda silang, yang melambangkan jawaban cepat kita tidak setuju atau kata “no” / “tidak”), serta dengan mudahnya kita bisa memberi semacam status (dengan tanda centang juga) bahwa kita sedang berada dalam perjalanan, atau baterai gadgetnya sedang menipis, sehingga tidak bisa segera menjawab pesan Talk-nya. Dan karena proses tersebut, maka kini ketika aplikasi utama Path menerima pesan pribadi dari teman, akan ada peringatan bagi user untuk mengunduh aplikasi Talk, sehingga pesan tersebut kemudian bisa diakses.

Path-Talk-4

Selain itu, kami juga menyukai beberapa fitur aplikasi ini, seperti semua pesan yang kita kirimkan akan dihapus dari server dalam 24 jam (ini juga mendukung agar kinerja aplikasi tetap ringan dan cepat), mudahnya berbagi status apa yang kita dengarkan, koordinat peta, dan juga informasi movie seperti ketika menggunakan Path, hanya dalam sekali sentuh saja, serta semua stiker handmade yang kamu temui di Path juga ada di sini.

Namun dengan memisahkan Path dengan fitur messaging-nya, itu sama saja menyiksa smartphone yang kebetulan mungkin memory RAM-nya terbatas. Dari pantauan penulis, untuk Path saja dibutuhkan memory sekitar 35 MB untuk menjalankannya. Jika kalian juga mengaktifkan Talk, maka itu memerlikan sekitar 30 MB lainnya. Seandainya di sistem tidak ada banyak instant messaging atau jejaring sosial lainnya, mungkin tidak ada masalah. Namun kami yakin, di dalam sebuah Android dan iOS dewasa ini, minimal pasti ada BBM (sumber pemakan memory terbesar), WhatsApp, Facebook atau Twitter. Penulis sendiri juga memiliki user Hangouts, Yahoo! Messeger, Kakao Talk, WeChat, LINE, Facebook Messenger, Instagram, Tumblr dan juga Linkedln yang aktif. Menambah Talk yang lebih banyak digunakan untuk sharing foto-foto atau meme yang lucu seperti biasanya, justru hanya menambah beban sistem Android dan iOS.

Sumber: Path


SHARE
Previous articleLady Troopers Juga Ikut Ambil Bagian di Grand Final PBNC 5
Next articleNathan Fillion Dipastikan Muncul Sebagai Cameo di Guardians of the Galaxy
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.