Angry Birds Epic Dirilis Untuk Android, iOS dan Windows Phone, Mengubah Kesan Repetitif Dengan Genre RPG

Angry-Birds-Epic-1

Setelah dirilis secara terbatas pertengahan Maret 2014 lalu, akhirnya Rovio membuka akses Angry Birds Epic secara serentak untuk iOS, Android dan Windows Phone mulai 12 Juni 2014 kemarin. Jika berpikir karena ada nama Angry Birds maka isinya akan sama saja dengan tipikal game puzzle sebelumnya, maka kami sarankan kalian mengunduhnya dulu sebelum berpikir skeptis. Epic menandai awal baru, dengan genre yang lebih luas, dan grafis 3D yang akan merubah cara pandang kita terhadap sebuah Angry Birds.

Angry-Birds-Epic-3

Puzzle dengan efek physx yang kental sudah terpatri di benak kita dari sebuah Angry Birds. Dan bisa jadi, karena konsep yang repetitif itu juga yang menjadi salah satu alasan kenapa Rovio melalui pernyataan mereka mengumumkan jika laba tahunan mereka menurun hingga lebih dari 50% selama 2013 lalu. Banyak yang menduga itu menjadi salah satu efek kutukan dari tidak henti-hentinya mereka mengeksploitasi franchise Angry Birds dengan banyak variasi. Memang seharusnya Rovio membutuhkan franchise yang lebih fresh, bukan sekadar Angry Birds saja.

Angry-Birds-Epic-2

Namun dengan image studio asal Finlandia ini yang sudah kental dengan burung-burung yang dilontarkan, sepertinya Rovio akan tetap mengeksploitasi mereka, dan untuk mengalihkan tuduhan repetitif (yang mengarah ke efek bosan), genre baru dipilih untuk beberapa spin-offnya, seperti Angry Birds Go! (yang banyak mendapat tuduhan meniru Mario Kart dan Sonic & SEGA All-Star Racing), serta yang terbaru, Angry Birds Epic, dengan memilih genre RPG. Sayangnya (atau di sisi lain, kerennya), model pemasarannya tetap sama, ditawarkan gratisan, dan penuh dengan in-app purchase yang nilainya puluhan kali lebih mahal dari game RPG terkeren yang ditawarkan untuk platform mobile.

Angry-Birds-Epic-7

Sebagai RPG, tentu saja kalian mendapat kendali yang lebih bebas untuk unggas-unggas tersebut, sambil mengenakan helm yang sekilas justru terlihat konyol untuk menggambarkan karakter sebuah role-playing game — ya, karena mereka hanya tampil kepalanya saja. Mekanis gameplay-nya cukup simpel, bahkan siapa pun, atau yang belum mengenal RPG paling generik sekali pun bisa memainkannya dengan lancar. Esensi pertarungannya diatur secara turn-based alias bergiliran, dan karakter akan bergerak lebih awal. Hanya tiga karakter yang bisa dipilih untuk bertarung, dan kamu cukup menarik garis (ini seperti menggantikan arah lontaran burung tersebut dari ketapelnya dalam seri puzzle Angry Birds) dari burung-burung yang kamu kendalikan ke arah musuh untuk menyerangnya (siapa yang berhasil lebih dulu mengurangi health bar, dialah pemenangnya), kemudian jika kalian memang, ada kesempatan memutar roda untuk mendapatkan loot-nya (tidak seperti RPG pada umumnya dimana loot langsung masuk kantong).

Angry-Birds-Epic-6

Beberapa serangan burung akan langsung menarget satu babi. Namun ada juga serangan yang bisa mengenai semua target musuh. Kamu juga bisa menarik satu burung ke yang lainnya, untuk mengorbankan gilirannya, namun dengan efek burung yang menjadi target tadi akan bertambah kekuatan serangannya. Unsur pertarungan lainnya adalah red chili power. Jika burungnya menyerang, atau diserang, gauge red chili di bawah layar bakal terisi, dsan ketika penuh, kamu bisa menggunakannya pada salah satu karaktermu, agar mereka melancarkan serangan yang lebih kuat dengan damage lebih pada musuh.

Angry-Birds-Epic-11

Bergantung seberapa baik performa karaktermu dalam setiap pertarungan, kamu akan mendapatkan satu hingga tiga bintang — makin banyak bintang, makin bagus kualitas loot yang kamu dapat. Tidak seperti tipikal RPG, burung-burung tersebut tidak bisa berjalan bebas melalui world map, namun progress dibuat linear dan sudah diatur dari satu pertarungan ke pertarungan lain. Oh ya, jika berharap ada jalan cerita yang lebih kompleks seperti tipikal RPG pada umumnya, siap-siap saja kembali mendapatkan kata repetitif, karena kembali Rovio mengajukan skenario telur burung yang dicuri babi, dan para burung yang bertualang untuk mengambilnya kembali.

Angry-Birds-Epic-8

Dan seperti banyak RPG di luar sana, setiap burung yang menjadi karaktermu dalam satu party memiliki ciri khas dan karakteristiknya sendiri, serta kelemahan dan kelebihan. Ada burung yang lebih kuat melawan musuh tertentu, dan sebalinya (ya, ada para babi juga memiliki karakteristik tersendiri, sentuh dan tahan mereka untuk mengetahui setiap ability-nya). Ada class tertentu yang menjelaskan apa peran mereka. Red Bird adalah Knight, Yellow adalah Mage, dan White berperan sebagai Healer. Jadi kamu tetap perlu pemikiran matang bukan sekadar membuat mereka menyerang saja.

Angry-Birds-Epic-14

Burung-burung tersebut juga dilengkapi dengan banyak perlengkapan dan ability, dan armor serta kemampuan khusus tersebut bisa di-upgrade seiring progress permainan (menang pertarungan, maka kamu bisa akses level selanjutnya). Seiring permainan, kamu akan membuka weapon dan armor baru untuk para burung. Kamu juga bakal mendapatkan item spesial, yang bisa digunakan untuk membuat item lainnya, seperti potion untuk memulihkan health selama pertarungan. During a battle if your health runs low, you can drag the health potion on any of your birds to recharge their health. Juga ada item lain, seperti yang bisa mengisi gauge red chili lebih cepat, atau menghabisi semua pig di area dalam sekali serangan. Kamu juga bakal membuka lebih banyak karakter, dan mereka terus naik levelnya, dengan statistik seperti kekuatan dan pertahanan juga ikut bertambah.

Angry-Birds-Epic-12

Khusus untuk visualnya, satu poin ini yang membuat kami memiliki perkembangan terbaik dari Angry Birds sebelumnya. Gaya visualnya berbeda, dan lebih baik dari sebelumnya, terlihat lebih dewasa, meskipun masih terkesan kartun. Karakter dianimasikan dengan sangat baik, bahkan setiap serangan mereka tampil dengan animasi khusus dan efek pencahayaan yang baik. Tidak ketinggalan obyek-obyek selama pertarungan, beberepa diantaranya juga bergerak dengan halus. Pulau Piggy yang menjadi setting game ini pun diperlihatkan dengan detail yang tinggi.

Angry-Birds-Epic-13

Rovio merilisnya sebagai game gratisan, dan seperti game gratis lainnya, ada kompensasi (selain IAP), yaitu iklan. Iklannya berbentuk video yang tampil satu layar penuh. Mengganggu, pastinya, namun ada insentif jika kalian melihatnya, seperti mendapatkan sejumlah coin. Untungnya iklan tersebut jarang muncul. Rovio juga memberikan aspek sosial dengan opsi menghubungkannya dengan Facebook, dan memungkinkan kita saling berbagi item dengan teman FB yang juga memainkan game ini, atau meminta mereka membuka bagian tertentu dalam game, seperti yang juga kami temui dalam tipikal game puzzlenya King (Candy Crush Saga misalnya). Rovio juga memberi akses kita menggunakan akun Rovio untuk menyimpan data permainan, dan sinkronisasikan data tersebut melalui pereangkat dan platform yang berbeda.

Angry-Birds-Epic-4

Seperti Angry Birds sebelumnya yang bersembunyi di balik kedok game gratisan, ada banyak in-app purchase di sini. Bahkan bundle mata uang virtual (gold coind, yang bisa digunakan untuk membeli banyak item spesial dalam game) dengan isi terbanyak dalam game ini ditawarkan paling mahal mencapai Rp. 1 jutaan! Dengan uang virtual (dari kartu kredit tentunya) sebanyak itu, kamu bisa membeli semua item dan equipment dalam game agar jauh lebih mempermudah dalam membantai semua babi yang menghalangi jalanmu. Cara klasik juga masih legal di sini, grinding kumpulkan uang, dan jelas akan membuatmu lebih lama (semoga saja tidak bosan) menikmati Angry Birds Epic.

  • Dapatkan Angry Birds Epic versi iOS melalui Apple App Store. Membutuhkan iOS minimal versi 6.0 dan storage 98.3 MB.
  • Dapatkan Angry Birds Epic versi Android melalui Google Play Store. Membutuhkan Android minimal versi 2.3.3 dan storage 161 MB.
  • Dapatkan Angry Birds Epic versi Windows Phone melalui Microsoft Windows Phone Marketplace. Membutuhkan Windows Phone minimal versi 8.0 dan storage 60 MB.

Angry Birds Epic – Official Gameplay Trailer

Angry Birds Epic Dirilis Untuk Android, iOS dan Windows Phone, Mengubah Kesan Repetitif Dengan Genre RPG

Setelah dirilis secara terbatas pertengahan Maret 2014 lalu, akhirnya Rovio membuka akses Angry Birds Epic secara serentak untuk iOS, Android dan Windows Phone mulai 12 Juni 2014 kemarin. Berikut impresi Duniaku untuk Angry Birds "terbesar" ini!

Abaikan

Make your own Angry Birds Epic trailer! Out now!

Angry Birds Epic Dirilis Untuk Android, iOS dan Windows Phone, Mengubah Kesan Repetitif Dengan Genre RPG

Setelah dirilis secara terbatas pertengahan Maret 2014 lalu, akhirnya Rovio membuka akses Angry Birds Epic secara serentak untuk iOS, Android dan Windows Phone mulai 12 Juni 2014 kemarin. Berikut impresi Duniaku untuk Angry Birds "terbesar" ini!

Abaikan

Angry Birds Epic – Cinematic Trailer

Angry Birds Epic Dirilis Untuk Android, iOS dan Windows Phone, Mengubah Kesan Repetitif Dengan Genre RPG

Setelah dirilis secara terbatas pertengahan Maret 2014 lalu, akhirnya Rovio membuka akses Angry Birds Epic secara serentak untuk iOS, Android dan Windows Phone mulai 12 Juni 2014 kemarin. Berikut impresi Duniaku untuk Angry Birds "terbesar" ini!

Abaikan


SHARE
Previous articlePuluhan Foto Terbaru Transformers: Age of Extinction dari Paramount Pictures
Next articleRovio Siapkan Angry Birds Transformers, Saatnya Perang Antara Autobird dan Deceptihog
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.