Mengarungi Laut, Harta Karun, dan Ordo Rahasia bersama Novel Assassin’s Creed Black Flag

Poster Assassins Creed

“…kalau tidak ada yang benar, lantas untuk apa memercayai sesuatu? Dan kalau semuanya diizinkan… Kenapa manusia tidak mengejar hasratnya?”

“Mungkin gagasan itu hanyalah permulaan bagi kearifan, bukan wujud akhirnya.”

Edward James Kenway, 1720

Ahoy, matey! Selamat datang di era bajak laut, dimana para pelaut, privatir, tentara kerajaan, hingga bajak laut –tentunya– berseteru di lautan mencari kekayaan dan kejayaan. Itulah alasan kenapa aku berada di sini, di dalam buku ini. Aye, di buku ini kamu akan menjadi aku, Edward Kenway, seseorang yang hidup sebagai petani ternak, bertualang sebagai privatir, dan karena keadaan, aku mencari uang dan ketenaran sebagai bajak laut di West Indies. Tapi di samping itu, aku menemukan kebenaran dunia yang terjebak di antara perseteruan ordo rahasia antara Assassin dan Templar.

Di buku Assassin’s Creed : Black Flag ini kamu akan melihat perjalanan hidupku, matey. Kehidupanku di peternakan Hatherton tidak memberiku kekayaan dan kejayaan. Itulah mengapa aku melaut, menjadi privatir untuk mengumpulkan harta. Keadaan pun berubah, saat dimana dengan menjadi privatir aku tidak akan mendapatkan kekayaan itu. Itulah kenapa aku menjadi bajak laut, menyerang kapal dan kastil milik Spanyol, Perancis, bahkan Inggris –Tuhan memberkati Sang Ratu-.

Tetapi kehidupanku mencari kekayaan dan kejayaan ini ternyata terperangkap dalam sebuah perang rahasia. Aku terjebak di antara perseteruan ordo rahasia antara Assassin dan Templar. Dalam perseteruan mereka, aku pernah berada di kedua kubu, menjadi Templar, dan di saat yang lain menjadi Assassin. Aku melakukan itu karena aku tidak peduli dengan perseteruan di antara mereka. Karena yang aku pedulikan adalah sesuatu rahasia yang sedang mereka cari, sebuah tempat bernama Observatori yang aku yakini dapat memberikanku harta dan kekayaan. Semua jalan kehidupan dan petualangan seru itu akan kamu temukan jika kamu membaca buku ini, lad!

Cover Assassins Creed Black Flag

Avast, aku dengar beberapa di antara kamu pernah memainkan versi game dari kehidupanku. Apa nama game itu… kalau tidak salah… Assassin’s Creed IV : Black Flag? Aye, di game itu kamu bisa merasakan serunya aksi bajak laut tidak hanya aku, tapi juga pada teman-temanku yang juga bajak laut terkenal di dunia, seperti Cap’n Edward Thatch, Cap’n Benjamin Hornigold, James Kidd, Anne Bonny, dan lainnya. Tapi, nay! Di sini cerita akan berpusat pada aku, Edward James Kenway. Semua kisah terangkum dalam 526 halaman, diawali dengan kisah hidupku saat menjadi petani ternak, menikahi istriku, Caroline, hingga sebuah peristiwa pilu yang menanamkan dendamku terhadap para Templar itu –kau tak akan menemukan semua itu di game-nya kan, lad?-. Kamu sebagai Assassin sejati tentu akan menelusuri kisah hidup para Assassin terdahulu bukan? Untuk itulah mengapa kamu perlu membaca buku ini, savvy?

Buku ini bisa kamu dapatkan di toko buku kesayanganmu. Jangan lupa, ada gimmick menarik yang terselip di antara halaman buku ini, matey!

 

Data Buku

Penulis: Oliver Bowden

Penerjemah: Melody Violine

Jumlah Halaman: 526

Penerbit: Fantasious (Ufuk Publishing House), Juni 2014

Bonus: –well, kamu bisa menemukannya kalau kamu membelinya matey!-

Mengarungi Laut, Harta Karun, dan Ordo Rahasia bersama Novel Assassin’s Creed Black Flag

Novel Assassin's Creed : Black Flag mengisahkan tentang Edward Kenway, seorang yang hidup sebagai petani ternak, bertualang sebagai privatir, dan karena keadaan, ia mencari uang dan ketenaran sebagai bajak laut di West Indies. Tapi di samping itu, Edward Kenway menemukan kebenaran dunia yang terjebak di antara perseteruan ordo rahasia antara Assassin dan Templar.

Abaikan

Lengkapi seri novel Assassin’s Creed dengan judul-judul berikut ini:

Cover Novel-novel Assassins Creed


SHARE
Previous articleTransformers: Age of Extinction, Dinobots Membuka Awal Trilogi Baru
Next articleAyo Memilih! Program Capres Jokowi Mengenai Ekonomi Kreatif
Toto yang merupakan pemerhati dunia komik dan game ini pernah menjalani karier sebagai editor buku anak selama 3 tahun. Bekerja dalam dunia anak membuat jiwa mudanya selalu ada dalam kehidupan sehari-hari. Saat ini, orang yang melanjutkan karier nya sebagai perancang pameran ini suka bereksplorasi seni melalui tulisan dan gambar (desain), yang kebanyakan terinspirasi dari berbagai komik dan game kesukaannya.