Mengintip Konsep Call of Duty Versi Third Person Shooter yang Batal Dikembangkan

Selama ini, kita mengenal Call of Duty sebagai sebuah franchise shooter yang menyajikan sudut pandang first person. Namun tahukah kamu, ternyata dulu pernah ada konsep satu game Call of Duty yang tidak menyajikan sudut pandang first person, melainkan third person ala Dead Space? Ya, konsep mengenai game third person shooter Call of Duty ini datang dari Sledgehammer Games, developer yang saat ini tengah sibuk mengembangkan salah satu seri dari franchise tersebut, Advanced Warfare.

Nama Sledgehammer Games sendiri sebenarnya bukan nama baru dalam sejarah Call of Duty. Sebelum mengerjakan Advanced Warfare, developer ini ikut serta dalam pengembangan Modern Warfare 3 bersama dengan Infinity Ward. Pengerjaan Modern Warfare 3 inilah yang menyebabkan akhirnya Sledgehammer harus meninggalkan proyek game third person shooter yang rencananya bakal menjadi spin off seri Call of Duty ini. Padahal, pada saat mendapatkan tugas untuk membantu Infinity Ward tersebut, Sledgehammer sudah mengembangkannya selama enam hingga delapan bulan.

Concept art dari proyek yang dibatalkan ini pun muncul di dunia maya setelah sang artist, Eddie del Rio mengunggahnya sebagai bagian dari portfolionya. Dalam concept art yang muncul ke permukaan ini, terlihat bahwa Call of Duty yang dibatalkan ini mengambil setting dalam perang Vietnam. Glen Schofield, salah satu founder dari Sledgehammer pun membeberkan sedikit mengenai konsep game yang dibatalkan tersebut. “Game tersebut memiliki terowongan di bawah tanah. Sebenarnya kami ingin memberikan sedikit sentuhan momen ala Dead Space. Bukan dalam hal fiksi ilmiahnya. Yang saya maksud adalah menyajikan sebuah perang yang menakutkan dan mencekam bagi para tentara Amerika,” ungkap Schofield seperti dikutip dari IGN.

“Mereka tidak tahu bahwa di dalam hutan atau terowongan tersebut terdapat jebakan yang mematikan. Dan terdapat ribuan mil terowongan yang ada di bawah tanah. Semua berpikir, bahwa perang Vietnam hanya terjadi di Vietnam. Nyatanya, perang ini juga berkecamuk di Kamboja dan Laos. Kami menyiapkan kisah yang keren dalam game ini,” lanjutnya. “Kami mengetahui hal tersebut karena kami sudah melakukan riset dengan sangat baik,” pungkasnya. Melihat deskripsi dari Schofield ini, nampaknya mereka benar-benar sangat serius dalam mengembangkan game ini. Bukan hanya dari segi setting yang sudah diriset dengan baik, melainkan juga karena mereka berani untuk menyiapkan suasana yang baru dalam seri Call of Duty. Sebenarnya menyajikan sudut pandang third person dalam Call of Duty bukan hal yang benar-benar baru. Tahun 2013 lalu, The Blast Furnace sempat mengembangkan Call of Duty: Strike Team untuk platform iOS yang menyajikan gabungan antara sudut pandang first person dengan third person.

Mengenai suasana kelam dan mencekam ala Dead Space, Sledgehammer memiliki pengalaman yang cukup mumpuni. Hal tersebut tidak lain adalah karena dua founder mereka, Schofield dan Michael Condrey dulu adalah dua orang yang ikut serta dalam pengembangan Dead Space. Pada tahun 2009, akhirnya mereka keluar dari proyek tersebut dan bergabung dengan Activision untuk membentuk Sledgehammer Games. Sayang sekali, proyek game shooter third person ini harus dibatalkan. Melihat setting dan konsep yang ingin ditawarkan sih sepertinya cukup menarik, dan semoga mereka berencana untuk melanjutkan pengembangannya suatu saat nanti..

[Sumber: IGN/CVG]