Rock Simulator 2014, Rasakan Sensasi Menjadi Sebongkah Batu!

Banyak ide yang “nyeleneh” dari para developer game indie dalam mengembangkan sebuah game simulasi. Yang menarik, ide-ide yang unik ini justru lebih laku di pasaran dan mendapat apresiasi dari gamer. Sebut saja Goat Simulator yang dikembangkan oleh Coffee Stain Studios, yang justru menjadikan ratusa bug dan glitch di dalam game sebagai nilai jualnya, ditambah dengan konsep game yang menjadikan gamer untuk memerankan kambing dan melakukan banyak hal sesuka mereka. Kali ini, muncul lagi satu konsep game simulasi yang lebih unik lagi berjudul Rock Simulator 2014. Sesuai dengan namanya, dalam game ini Strange Phanter Games sang pengembang mengajakmu untuk berperan menjadi sebongkah batu!

Game ini masih belum terwujud, dan masih merupakan konsep sembari menggalang dukungan di Steam Greenlight. Mungkin kamu bertanya-tanya: Apa yang bisa diperankan dari sebuah benda mati? Dari deskripsi yang ditampilkan dalam Steam Greenlight, sang pengembang mengungkapkan bahwa dalam game ini kamu bisa menikmati (alias melihat) batu-batu dengan berbagai latar pemandangan di seluruh dunia. Kalau hanya melihat batu-batu dari seluruh dunia, lantas dimana elemen yang bisa dimainkan dalam game ini, mengingat game ini memiliki judul Rock Simulator alias simulasi menjadi batu?

Dalam update selanjutnya di halaman Steam Greenlight, Strange Phanter juga menambahkan bahwa akan ada beberapa mini game yang bisa kamu mainkan dengan berperan sebagai batu. Misalnya saja, kamu diharuskan untuk mengendalikan batu yang jatuh dari atas bukit sembari menghindari rintangan-rintangan yang ditemui. Dalam deskripsinya sang pengembang menuliskan bahwa game ini untuk rock enthusiast. Jika kamu tidak suka dengan bebatuan? Game ini pastinya bukan ditujukan untukmu. Hehe.

Terdengar sedikit konyol, dan mungkin beberapa diantara kalian ada yang menganggap game ini hanya guyonan dari pihak pengembang saja. Namun konsep ini ternyata mendapat sambutan yang sangat meriah dari komunitas di Steam Greenlight. Bahkan, hanya beberapa hari setelah peluncuran kampanye mereka di Greenlight, saat artikel ini ditulis mereka sudah mendapatkan posisi #9, yang artinya sebuah posisi yang cukup bagus untuk bisa di-Greenlit oleh Valve.

Penulis rasa, jika pengembang memang ingin membuat sebuah game simulasi batu, tentu mereka harus membuat pemain merasakan bagaimana menjadi sebuah batu, yang bisa rusak karena cuaca, menggelinding kemana-mana, atau bahkan terlindas mobil secara tidak sengaja. Atau, mungkin nantinya kamu bisa memerankan berbagai macam batu dengan segala karakteristiknya, seperti batu apung yang bisa mengapung di laut. Bukan hanya sekedar menjadikan simulasi batu tersebut menjadi mini game, dan justru game utamanya hanya “melihat” batu di berbagai belahan dunia. Benar bukan? Jika kamu ingin juga mendukung game ini agar di-Greenlit oleh Valve, kamu bisa menyalurkan dukunganmu melalui halaman ini.

[Sumber: VG247/Steam Greenlight]


SHARE
Previous articleIeSPA Akan Berencana Membuat Stadion Khusus Untuk Kompetisi Game
Next articleKonami Rilis Detail dan Trailer Perdana Pro Evolution Soccer 2015
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.