Castle of Illusion Dirilis di Android, Bagi yang Kangen Kembali Beraksi Dengan Mickey Mouse

Castle-of-Illusion-1

Meskipun kami sudah yakin jika Castle of Illusion Starring Mickey Mouse bakal dirilis juga untuk Android, setelah ternyata versi iOS-nya eksis akhir November 2013 lalu, namun game action platformer yang ditampilkan dalam visualisasi 2.5D tersebut harus bertahan di iOS sampai 7 bulan, sampai akhirnya hadir di Android awal pekan lalu.

Castle-of-Illusion-2

Castle of Illusion Starring Mickey Mouse, atau cukup disebut sebagai Castle of Illusion, menjadi salah satu judul game klasik yang paling memorable bagi mereka khususnya gamer Sega Genesis / Mega Drive. Setidaknya untuk pilihan game 2D platformer, game ini menjadi pilihan terbaik sampai Sonic the Hedgehog eksis. Game aslinya dirilis tahun 1990, dan menjadi salah satu game berkarakter Disney terbaik. Versi remake-nya pertama diungkapkan awal 2013 lalu, dan dikembangkan Sega Studios Australia — serta menjadi salah satu game terakhir mereka. Remake ini kemudian dirilis September 2013 untuk PSN, Xbox Live dan Microsoft Windows.

Castle-of-Illusion-3

Remake ini tetap konsisten mempertahankan elemen asli Castle of Illusion. Sehingga meskipun mengajukan visual 3D dengan resolusi tinggi (bukan sekadar 2D sprite seperti pada game aslinya), namun keseluruhan gameplay-nya tetap sama bernuansa 2D. Kami lebih suka menyebutnya 2.5D karena pada beberapa bagian area Miki Tikus bisa bergerak bukan sekadar ke kiri atau kanan saja, namun juga ke segala arah. Tugas Miki di sini adalah menyelamatkan Mini dari penyihir jahat yang ingin menyuri usia muda dan kecantikan si tikus. Dalam perjalanannya menembus istana penyihir, Miki akan menggunakan beberapa gerakan khasnya untuk mengalahkan musuh, seperti menginjak kepala mereka, atau melemparkan apel.

Castle-of-Illusion-4

Gerakan tersebut sama seperti versi klasiknya, dan seperti tipikal game 2D platformer, kamu juga masih bisa melompat lebih tinggi setelah menginjak kepala musuh. Desain levelnya menjadi penggambaran ulang dalam tampilan high definition dari desain aslinya, dengan modifikasi seperti layout baru, puzzle dan juga musuh, sekaligus pertarungan boss yang lebih menantang. 

Untuk kontrol versi mobilenya, Disney menawarkannya dalam bentuk tombol-tombol virtual. Dengan gadget yang layarnya lebih lega, seharusnya kita bisa mengendalikannya lebih mudah. Apalagi visual game ini menjadi salah satu daya tariknya yang sayang jika harus tertutupi oleh jari tangan selama memainkannya.

Castle-of-Illusion-5

Meskipun kelewat terlambar, namun Castle of Illusion tetap menjadi salah satu game mobile di Android yang sangat sayang untuk kalian lewatkan. Game ini menjadi salah satu dari game berkualitas di Play Store, yang harga penawarannya sangat sepadan dengan kepuasan ketika memainkannya (apalagi untuk mereka yang pernah memainkan game aslinya). Ya, memang harga yang ditawarkan cukup tinggi, Rp. 119.840 di Play Store dan App Store, namun mengingat ini bukan game freemium, maka kalian bisa tenang selama memainkannya. Selain itu, versi mobile ini sama seperti remake konsol dan PC-nya, tidak ada yang dikurangi.

  • Dapatkan Castle of Illusion versi iOS melalui Apple App Store. Membutuhkan iOS minimal versi 6.1 dan kebutuhan storage 481 MB.
  • Dapatkan Castle of Illusion versi Android melalui Google Play Store. Membutuhkan Android minimal versi 4.0 dan kebutuhan storage 590 MB.

Castle of Illusion – Official App Trailer

Castle of Illusion Dirilis di Android, Bagi yang Kangen Kembali Beraksi Dengan Mickey Mouse

Castle of Illusion Starring Mickey Mouse dirilis versi iOS-nya akhir November 2013 lalu, namun game action platformer yang ditampilkan dalam visualisasi 2.5D tersebut baru eksis di Android Juni 2014 ini.

Abaikan


SHARE
Previous articleBerkat Summer Sale, Steam Pecahkan Rekor Jumlah Pengguna
Next articleThe World Ends With You: Solo Remix Dirilis di Play Store, Terlambat Hanya Dua Tahun Dari Versi iOS
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.