Review Deliver Us from Evil: Kisah Eksorsisme Klasik yang Menegangkan

Deliver Us from Evil (5)

Satu lagi film horor yang seharusnya menjadi salah satu film yang akan kalian tonton bulan ini. Deliver Us from Evil, dikatakan sebuah adaptasi dari kisah nyata yang dialami salah seorang polisi NYPD di Branx, Amerika Serikat.

Meski inti ceritanya agak klise, tapi genre thriller horor atau untuk film ini lebih cocok supernatural thriller yang kemunculannya tidak terlalu sering, membuat genre film ini bisa menjadi obat kebosanan dari rentetan film box office dengan genre action fiksi yang rilis berdekatan.

1175917 - DELIVER US FROM EVIL

Bukan soal penampakan hantu atau sejenisnya, tapi cerita mendalam tentang keberadaan iblis memang sering dibahas di film horor Amerika, termasuk Deliver Us from Evil. Ceritanya? Apalagi kalau bukan kerasukan, indera keenam, dan proses pengusiran iblis yang justru menjadi nilai horor yang cukup menegangkan.

Bagi yang kenal dengan Scott Derrickson (Sinister dan The Exorcism of Emily Rose) mungkin sudah menebak ujung cerita pasti ada pada adegan eksorsisme dengan sinematik yang mencekam. Akan tetapi, jalan ceritanya pun layak diikuti. Sersan Ralph Sarchi (Eric Bana) salah satu polisi tangguh di Bronx Selatan, harus mengalami peristiwa aneh yang beruntun. Bersama rekannya, Butler (Joel McHale), ia mendapati seorang mantan marinir yang berperilaku aneh dan menganiaya istrinya. Lalu, laporan tentang seorang ibu yang melempar anaknya ke kandang singa dan menemukan mayat busuk di lantai bawah keluarga Italia, yang ternyata mayat tersebut mantan marinir juga.

Eric Bana;Edgar Ramirez

Dari kejadian ini, Sarchi mulai merasakan hal aneh terjadi pada dirinya dan dipertegas oleh pendeta Joe Mendoza (Edgar Ramirez) yang meyakinan Sarchi bahwa ini adalah kejahatan primer yang bukan berasal dari manusia. Fakta yang semakin terlihat membuat Sarchi percaya dan mulai mengikuti komando Mendoza untuk mencari dalang dari semua ini, yaitu Mick Santino (Sean Harris) mantan marinir yang kerasukan saat bertugas di Iraq tahun 2010.

Deliver Us from EvilDeliver Us from Evil (4)

Keistimewaan film ini adalah latar belakang Sersan Sarchi yang jarang ditemukan pada film jenis ini. Selebihnya, kalian pecinta horor mungkin dengan sangat mudah menebak akhir ceritanya dan sudah terlalu sering melihat boneka yang bergerak sendiri atau suara tawa anak kecil yang tidak jelas berasal dari mana. Bahkan, meski suasana sangat tegang dari awal sampai akhir, harusnya penonton sudah siap dengan beberapa adegan yang mengagetkan.

Review Deliver Us from Evil: Kisah Eksorsisme Klasik yang Menegangkan

Film ini lebih cocok dikatakan sebagai supernatural thriller, dengan beragam kejahatan primer yang sesungguhnya bukan berasal dari manusia. Deliver Us from Evil karya Scott Derrickson akan mengingatkan kita dengan karya sebelumnya, Sinister dan The Exorcism of Emily Rose.

Abaikan

Tanpa bereskpetasi berlebihan, Deliver Us from Evil yang sudah mulai tayang 2 Juli 2014 seharusnya tetap menjadi pengobat rindu penggemar horor dengan kisah eksorsisme klasik karya Scott Derrickson.


SHARE
Previous articleWorld of Tanks: Xbox 360 Edition akan Menghadirkan Premium Panzer 38h Tier II German Light Tank
Next articleFox Luncurkan Tiga Film Pendek dari Dawn of the Planet of the Apes
Lulusan Politeknik Negeri Jakarta yang belum puas kuliah, tapi udah sering nulis di media online. Suka game dari kecil, tapi gak pernah fokus. Alhasil, cuma bisa nge-PES doang. Namun, dunia jurnalistik membawanya ingin mengetahui semua hal di dunia, terutama Game dan Sepak Bola. Dan sekarang, Ia coba mewujudkannya!