IeSPA Gelar Diskusi Ekonomi Kreatif di Masa Pemerintahan Mendatang

Ekonomi Kreatif

Sebuah diskusi menarik baru saja berlangsung pada 17 Juli 2014 di Jakarta terkait Ekonomi Kreatif yang akan dijalankan di masa pemerintahan terbaru nanti. IeSPA yang belum lama ini resmi menjadi organisasi e-sport Indonesia mengundang Bapak Budiman Sudjatmiko, M.Sc., M.Phil (Anggota DPR RI), sebagai perwakilan dari pemerintahan dibawah kepemimpian Jokowi-JK (jika terpilih). Serta, Arief Widhiyasa (CEO Agate) selaku orang yang berkecimpung di indsutri ekonomi kreatif khususnya game.

Bersama dengan RM. Angky Trijaka. S.I.P, M.SI (Wakil Ketua Umum IeSPA) yang bertindak sebagai moderator, diskusi berjalan dua arah dimana Bapak Budiman menerangkan apa saja yang akan dilakukan Jokowi-JK untuk ekonomi kreatif dan Arief memberikan pengalamannya bekerja di dunia kreatif serta hambatan apa saja yang dialami selama ini.

Ekonomi Kreatif (3)

Dalam penjelasan panjangnya, Bapak Budiman menyampaikan strategi utama yang akan dijalankan pemerintahan baru nanti. Yaitu, strategi diamond (4 sisi), Bank Data Inspirasi Inovasi, Agglomeration, Insentif Usaha, dan Diversifikasi Pasar. Serta visi-misi yang akan dijalankan dalam masa pemerintahan nanti.

“Kami berkomitmen meningkatkan anggaran riset untuk mendorong inovasi teknologi dan menjadikan instansi urusan hak cipta dan paten bekerja pro-aktif untuk melayani para inovator dan investor,” kata Bapak Budiman. “Kami akan bangun sejumlah science dan technopark di daerah-daerah, Politeknik dan SMK dengan sarana dan prasarana teknologi terkini,” sambungnya saat menyampaikan visi-misi untuk ekonomi kreatif.

Ekonomi Kreatif (2)

Pernyataan tersebut juga sebagai jawaban dari pengalaman yang diceritakan Arief di industri kreatif yang dijalankan. Menurut Arief, dari awal mindset pelaku industri kreatif seperti dirinya, pasti akan berjuang sendiri, meski tanpa dukungan pemerintah. Agate sendiri yang berdiri 2009 dan saat itu pemerintah baru mulai mendukung industri kreatif. Namun, Arief bersama Agate-nya mulai heran karena sampai 2012 belum ada investor besar yang masuk.

“Akhirnya, kita coba hire konsultan dari Jepang sendiri dan cari tahu kenapa Jepang, Korea, dan UK bisa mengembangkan industri kreatif dengan cepat, dan bagaimana Indonesia bisa ke arah sana?. Ternyata untuk berkembang sampai sebesar Jepang, Korea, UK ada satu faktor yang benar-benar perlu dan dulu belum ada, yaitu commitment leader,” cerita Arief.

Arief juga mencontohkan industri kreatif Korea yang langsung dimulai oleh presidennya pada 1994. Ia juga berharap pemerintah yang baru bisa mengejar pasar lokal industri kreatif yang sedang hangat-hangatnya. Karena menurutnya, jika tidak diurus, pelaku bisnis kreatif akan mencari jalan sendiri.

Ekonomi Kreatif (4)

Bapak Budiman pun meyakinkan jika di pemerintahan Jokowi-JK, masalah-masalah pelaku industri kreatif seperti perizinnya yang sering menjadi pertanyaan, termasuk dalam diskusi kali ini, akan bisa dimengerti bapak Jokowi dan Jusuf Kalla. Karena menurutnya, Jokowi-JK menang dengan cara yang kreatif dan lahir dari latar belakang seorang enterpreneur yang tahu betul dengan beragam kesulitan, seperti perizinan dan perkembangan di industri kreatif.


SHARE
Previous articletri-Ace Siapkan Game Post-Appocalyptic Action Shooter Gratisan Judas Code Untuk PS Vita
Next articleGandeng GREE, Ubisot Sulap Assassin’s Creed Menjadi Card Battle Lewat Memories
Lulusan Politeknik Negeri Jakarta yang belum puas kuliah, tapi udah sering nulis di media online. Suka game dari kecil, tapi gak pernah fokus. Alhasil, cuma bisa nge-PES doang. Namun, dunia jurnalistik membawanya ingin mengetahui semua hal di dunia, terutama Game dan Sepak Bola. Dan sekarang, Ia coba mewujudkannya!