Review Into The Storm: Sensasi Masuk dalam Pusat Putaran Tornado Terbesar!

into-the-storm-2014-poster02

Disaster movie? Melawan bencana alam? Sudah kah kalian bosan dengan film sejenis ini, pasca film 2012? Atau justru film jenis ini tetap menjadi favorite kalian. Into The Storm masuk dalam kategori disaster movie yang cukup unik, karena menggunakan teknik found footage. Meski menurut penulis, mungkin ini hanya semi-found footage.

Beberapa adegan menunjukan, seakan-akan gambar yang diambil bukan dari kamera si pemainnya. Ada sisi positif, ada juga negatifnya. Ketegangan lebih terasa karena penonton bisa merasakan apa yang dirasakan para pemain. Melihat dari dekat angin puting beliung membentuk, sampai masuk ke dalam lingkaran tornado dengan kecepatan 300 mph yang diklaim terbesar sepanjang sejarah.

into-the-storm-2014-06

Anehnya, penonton jadi bingung sendiri dengan keberadaan kamera dan pemainnya, atau adegan yang dipaksakan, seperti tetap merekam padahal si pemain seharusnya lari atau menolong orang lain.

Film produksi New Line Cinema yang bekerjasama dengan Village Roadshow Pictures, disturadarai oleh Steven Quale. Mengajak beberapa pemain kenamaan, seperti Richard Armitage dan Sarah Wayne Callies.

into-the-storm-2014-04

Bercerita tentang kota Silverton yang disinyalir akan diterjang badai tornado, sekelompok orang yang bekerja sebagai pemburu badai untuk dijadikan film dokumenter, mencoba mengabadikan badai ini. Pete (Matt Walsh) memimpin kelompok ini dan dibantu oleh Allison Stone (Sarah Wayne Callies), ahli Meteorologi. Pete dengan Mobil Titus, mobil setara Tank yang dibuat khusus menerjang badai sekaligus merekamnya, sangat berambisi masuk ke dalam putaran tornado tersebut. Perjalanan mereka ke Silverton mempertemukannya dengan keluarga Gary Morris (Richard Armitage).

into-the-storm-2014-img04into-the-storm-2014-10

Gary adalah wakil kepala sekolah dengan dua anak, Donnie (Max Deacon) dan Trey (Nathan Kress) di kota tersebut. Saat badai datang, Donnie terpisah dengan Ayah dan Adiknya, membuat Gary yang kehilangan mobil harus ikut dengan Allison dkk mencari Donnie.

Soal ide cerita, terlalu klise. Hampir semua film disaster dimulai dan berakhir seperti ini. Pemeran pembantu mati dan pemeran utama tetap hidup. Bahkan, penulis merasa ada yang janggal, ketika Donnie yang terjebak di reruntuhan berhasil diselamatkan dan terlihat kakinya terbentur dengan keras. Tapi setelah itu, Ia nampak mampu berjalan dengan baik. Terlalu banyak pemain dengan sisi ceritanya masing-masing membuat ada yang menggantung di film ini. Sisi humor yang dimasukkan lewat dua orang bergaya ala “Jackass” mungkin cukup membuat penonton tersenyum.

 

into-the-storm-2014-03

So, Into The Storm dijadwalkan akan tayang pada 8 Agustus 2014, persiapkan bioskop yang sekiranya bisa menampilkan gambar dan suara yang terjamin kualitasnya. Agar kalian tidak terlalu memikirkan ceritanya, tapi menikmati pemandangan badai tornado, tornado api, sampai masuk ke dalam pusat putarannya dengan Titus, yang menurut Pete kejadian alam ini hanya bisa dilihat oleh Tuhan.

Review Into The Storm: Sensasi Masuk dalam Pusat Putaran Tornado Terbesar!

Into The Storm masuk dalam kategori disaster movie yang cukup unik, karena menggunakan teknik found footage. Penonton akan merasakan masuk ke dalam badai tornado yang paling besar sepanjang sejarah.

Abaikan

 


SHARE
Previous articleShining Resonance Ingatkan Kita Pada Cerita Manusia Naga Dalam Breath of Fire
Next articleSplinter Akhirnya Menampakkan Mukanya di Foto Terbaru Teenage Mutant Ninja Turtles
Lulusan Politeknik Negeri Jakarta yang belum puas kuliah, tapi udah sering nulis di media online. Suka game dari kecil, tapi gak pernah fokus. Alhasil, cuma bisa nge-PES doang. Namun, dunia jurnalistik membawanya ingin mengetahui semua hal di dunia, terutama Game dan Sepak Bola. Dan sekarang, Ia coba mewujudkannya!