Shining Resonance Ternyata Tidak Melulu Mengenai Naga

Shining-Resonance-22

Pertengahan Mei 2014 lalu, Sega mengkonfirmasikan game Shining terbarunya, Shining Resonance untuk PlayStation 3.  Apa yang menarik darinya adalah tema ceritanya yang mengangkat mengenai bagaimana naga terakhir di dunia mempertahankan diri dari berbagai pihak yang menginginkan kekuatan legendaris yang dia miliki, dibantu oleh orang-orang terdekatnya yang memang sudah berdedikasi untuk melindunginya. Dan untuk mengenali seperti apa figur yang akan kalian temui selama permainan, berikut kami berikan deskripsi singkat mengenai para karakter dalam Shining Resonance.

Shining Dragon Irvan

Shining-Resonance-21
Perhatikan tanduk di kepala Irvan, mirip seperti pedang yang digunakan Yuma!

Protagonis Shining Resonance adalah Shining Dragon Irvan, seorang / seekor naga yang memiliki wujud manusia. Karakter lainnya bisa mengendalikannya bertarung menggunakan senjata yang memancarkan nada musik, yang disebut sebagai Dragon Instrument. Irvan dipercaya merupakan naga terakhir di dunia, dan eksistensinya dianggap tidak seharusnya ada. Namun seperti cerita RPG Jepang lain yang menyebutkan jika karakter utamamu adalah naga terakhir (Breath of Fire), jelas dalam game nantinya akan ada naga-naga lainnya, yang entah berperan sebagai sekutu atau justru lawan terberat.

Yuma Irvan

Shining-Resonance-19

Di luar pertarungan, wujud Irvan adalah seorang manusia bernama Yuma. Digambarkan sebagai seorang pemuda yang pasif, dan selalu bergantung pada karakter lainnya dalam mengambil keputusan. Begitu masuk pertarungan, Yuma mendapatkan opsi untukm berubah menjadi Shining Dragon Irvan. Di luar wujud standarnya, naga Irvan juga akan mengalami perubahan wujud, dimulai dengan warna kulitnya yang berubah. Menjadi naga jelas meningkatkan kekuatan Yuma.

Namun hal itu tetap ada efek sampingnya, setelah beberapa saat Yuma / Irvan tidak bisa dikendalikan, atau masuk kondisi berserk. Jadi ada risiko ketika kalian merubahnya menjadi naga. Di tengah party, Yume memerankan class swordsman dan bertarung menggunakan Dragon Roar Blade Vanderhorn, yang dijelaskan sebagai manifestasi sebagian kekuatan terpendamnya. Selain itu, walaupun dia bisa berubah ke wujud aslinya kapan saja menggunakan Vanderhorn sebagai katalis, dia hanya bisa melakukannya dalam kondisi setengah terbangun, dalam wujud Progress Body, dan artinya jika dia terlalu lama menggunakan kekuatan naga tersebut, maka yang terjadi adalah kondisi berserk.

Shining-Resonance-18

Serangan dasarnya berbasis ayunan pedang besarnya. Kecepatan serangnya biasa saja, tidak terlalu cepat, namun sekali kena damage-nya cukup besar. Salah satu serangan spesialnya adalah dash thrust yang mampu mendorong musuh ke belakang. Gerakan tersebut sangat efektif, terutama ketika dia dikepung atau berusaha untuk menghindari musuh.

Kirika Towa Alma
Class: Song Maiden
Weapon: Dragon Wing Bow Kotonoha
Main Magic: Sacred Magic

“My apologies, but I have no interest in humans. I only want to learn more about the heart of dragons.”

Shining-Resonance-15

Di sekeliling Irvan, kita mendapati satu tim Dragoner. Dimulai dengan Kilika Towa Alma, seorang panyanyi elf maiden yang mewarisi sihir nyanyian kuno, “Holy Song of Seals,” dan mampu menggunakannya untuk mengendalikan kekuatan alam. Dia juga memanfaatkan kemampuannya tersebut dalam pekerjaannya sebagai penyanyi wanita.

Karakter utama wanita Shining Resonance ini digambarkan sebagai figur cewek yang pendiam (karena perannya sebagai Song Maiden, membuatnya menjalani hidup yang terisolasi), meskipun dia juga dikenal memiliki hati yang baik. Dia merupakan pengguna Dragon Wing Bow Kotonoha, salah satu Dragon Instrument legendaris berbentuk harpa. Selama bertarung, kemampuan tipe holy-nya lebih banyak berguna untuk memulihkan karakter lainnya.

Kilika ahli menyerang dengan serangan jaak jauh. Menggunakan Dragon Wing Bow Kotonokagura, dia bisa menyerang musuh dengan serangan Homing Scatter.

Sonia Blanche
Class: Magic Knight
Weapon: Sword and Shield
Main Magic: Lightning

“You’re worrying too much. Just come along with me. There are people out there that really need your powers, you know.”

Shining-Resonance-14

Karakter lainnya yang sudah diungkapkan seperti Sonia Blanche, putri sebuah kerajaan yang dikelilingi lautan, yaitu kerajaan Astoria. Putri berambut hitam ini berprofesi sebagai Magic Knight. Kebalikan dari Kilika, dia memiliki keinginan kuat, dan sangat agresif (dalam artian doyan ngajak berantem), bahkan terhadap protagonis utama. Karena itu tidak heran dengan sikapnya yag dominan, siapa pun akan mengira dialah pemimpin party.

Dan karena kepribadiannya yang tegas tersebut, Sonia mendapatkan julukan “Lightning Princess.” Kisah dalam game bermula ketika dia dan pasukannya menyerang fasilitas penelitian empire, dan menyelamatkan Irvan, salah satu naga legenda yang ditahan di sana, yang kemudian dia lindungi sejak saat itu juga. Keluarga Sonia juga yang memiliki Dragon Instrument, dan diwariskan secara turun-temurun.

Sebagai anggota kerajaan, gaya bertarung Sonia tetap elegan, namun sangat gesit, memungkinkannya bisa menghindari serangan musuh dengan cepat.

Agnam Brethart
Class: Mage
Weapon: Dragon Flame Wand Igryut
Main Magic: Explosive Fire

“You just sit back and enjoy this explosive tune I’ve got in store for you during these last few moments of your life!”

Shining-Resonance-13

Selanjutnya ada Agnam Brehart, pemuda berambut merah yang selama permainan diperlihatkan layaknya sebagai kakak untuk protagonis. Kepribadiannya sepanas api yang dia bisa kendalikan sesukanya. Dragoner ini menguasai Dragon Instrument berwujud mirip gitar, bernama Dragon Flame Wand Igryut. Sebagai ahli sihir yang juga memahami musik, suasana pertarungan seakan berubah menjadi ruang konser.

Meskipun dia juga terlihat nakal dan suka keluyuran di mana saja, Agnam juga perhatian dengan orang lain, tertunama kepada Yuma. Kemudian untuk kemampuan bertarungnya, meskipun banyak gerakannya berbasis sihir, tidak seperti tipikal penyihir lainnya, dia tidak takut untuk menyerang dari jarak dekat atau berada di sisi terdepan menggunakan banyak gerakan berbasis api.

Lesty Sera Alma

Shining-Resonance-16

Karakter yang baru saja dikonfirmasikan adalah Lesty Sera Alma (disuarakan oleh Yuichi Nakamura), kakak Kilika, seorang knight yang bertarung menggunakan senjata Dragon Fang Halberd, yang bernama Feng Root. Dia pemimpin pasukan militer dari ras elf. Sebagai seorang pemimpun di satuannya, Lesty terlihat sangat cool (sedingin es yang menjadi elemen serangannya), dan selalu berusaha menyelesaikan masalah bersama-sama. Namun Lesty juga tipikal pria yang terlalu mengekang setiap langkah adiknya, Kilika.

Rinna Mayfield 

Shining-Resonance-17

Rinna Mayfield (disuarakan oleh Ai Kayano), penyihir elf yang menggunakan senjata Dragon Spine Tran Rod, alat musik dengan elemen angin selama bertarung. yang memungkinkannya menerbangkan musuh, dan memanggil tornado besar. Dragoner ini dikirim dari negara elf Wellant untuk membantu Astoria, setelah mereka mendapati pulau Alfheim, yang sebelumnya menjadi benteng pertahanan para naga, telah dikepung oleh Lombardia Empire. Rinna juga menjadi teman masa kecil Kilika. Dia memiliki kepribadian yang ceria, dan mungkin yang paling cerewet diantara karakter lainnya.

Fromage

Shining-Resonance-20

Fromage diplot menjadi maskot game ini. Aural Spirit berwujud pinguin, yang juga banyak memberi saran bagi party dalam hakl musik. Fromage tidak berpartisipasi langsung selama pertarungan.

Georg Zalbard

“People don’t get to pick their gods. It is the gods who pick their people. As the living word of the gods, I’ll show you what fate has in store for you with this blade!”

Shining-Resonance-12

Di sisi musuh, dikenalkan juga Georg Zalbard, knight dari empire, atau pihak yang mengejar naga (karakter utama kita). Dia adalah pemimpin pasukan Beowulf, kelompok spesial yang bekerja untuk Church of Slain Dragon di Lombardian Empire. Dia dan pasukannya sangat ditakuti oleh siapa pun. Zalbard tidak ragu selalu berada di garis depan, dan dia menjalankan aksinya atas perintah putri Lombardian. 

Dragomachina

Shining-Resonance-11

Bicara naga yang lain, memang dalam game kalian akan bertarung dengan “naga-naga” lainnya. Bukan naga yang “asli,” karena ketiga naga tersebut, yang disebut sebagai “Dragomachina,” sekadar menjadi produk penelitian pasukan empire. Mereka adalah naga-naga legendaris yang dibangkitkan kembali, sehingga tidak memiliki jiwa naga yang asli, dan dengan mudah dikendalikan para epire. Naga-naga tersebut dijadikan sebagai Dragon Knights di tengah pasukan empire, dan nama mereka didasarkan juga pada senjata legendaris, seperti Crimson Spear Trishula, Roaring Lightning Halberd Gungnir, dan Ice Blue Spear Gae Bolg.


SHARE
Previous articleDisney Bocorkan 7 Menit dari Serial Star Wars Rebels!
Next articleUji Nyali Masa Kini, Masuki Kembali Spencer Mansion Dalam Resident Evil Remastered

Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY – yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi “ngoprek” smartphone.