Kisah Menarik Attack On Titan Di Mata Produser-nya!

George Wada, produser Attack on Titan
George Wada, produser Attack on Titan saat interview dalam sebuah konvensi

George Wada sendiri merupakan produser season pertama dari serial anime paling populer tahun 2013, Attack on Titan. Serial yang diangkat dari manga adaptasi karangan Hajime Isayama ini meraih banyak kesuksesan di berbagai belahan dunia. Bahkan penjualan komiknya sempat diberitakan menyaingi penjualan komik One Piece. George Wada sendiri memberikan kesempatan para fans untuk bertanya kepada dirinya dalam suatu konvensi tahunan di Bonn, Jerman. Disini berbagai hal menarik dibeberkan oleh produser berbakat ini.

f5ac74ad3a647b2fc7ceb06c54bd68921407400722_full

Berita yang paling banyak ditunggu adalah seputar season kedua Attack on Titan. Benar saja, sesaat setelah penayangan dan nonton bareng episode pertama Attack on Titan, George Wada menjawab pertanyaan tersebut dengan berita bahagia. Sesi pre-produksi untuk season kedua telah berjalan. Para fans bergemuruh ria mendengar jawaban menggemberikan tersebut.

Setelah itu ia berbicara banyak mengenai produksi season pertama anime ini. Ia mengakui keinginannya mengadaptasi komik Hajime Isayama ini mantap sesaat selesai membaca volume kedua komiknya. Ia menambahkan bahwa Spider-man dan Pacific Rim banyak memberikan pengaruh dan inspirasi saat proses produksi. Tidak main-main, proses produksi episode pertama mencapai 6 bulan lamanya, dan untuk selanjutnya berlangsung 6 minggu tiap episode-nya. Tim produksi benar-benar sukses meracik episode pertama untuk meraih kepopuleran sepanjang masa Attack on Titan.

Ia bercerita juga mengenai diskusi berkelanjutan antara dirinya dengan Hajime Isayama. Tiap dua minggu mereka menggelar pertemuan kecil untuk mendiskusikan tiap detil anime-nya. Diskusi ini menghasilkan banyak hal, salah satunya yakni keputusan desain ulang dari 3D Maneuver Gear karena keinginan sang mangaka untuk meningkatkan kualitas desain awal, saat dimana kemampuan gambarnya tidak sebagus sekarang.

Versi Live Action Collosal Titan
Versi Live Action Collosal Titan

Ketika ditanyai resep kesuksesan Attack on Titan, George Wada menjawabnya dengan bagaimana fokusnya Attack on Titan ke arah action. Setting dimana umat manusia dikepung dan diserang dari luar juga menjadi faktor kesuksesan Attack on Titan. Ia juga mengakui kerja kerasnya untuk pencarian sumber inspirasi dari fotografi-fotografi negara Jerman dikarena ketiadaan budget untuk mengirim orang langsung ke sana menjadi kontribusi vital bagi Attack on Titan.

Lelaki yang memfavoritkan karakter Sasha Brauss ini juga mengiyakan mengenai alasan pemasukan lirik-lirik berbahasa Jerman dan suasana ke-Jermanan dalam Attack on Titan karena sang mangaka dan director-nya menganggap Jerman itu keren, hanya begitu saja alasannya. Hal tersebut diperkuat lagi dengan keinginan kuat Linked Horizon untuk membuat lagu opening pertama dan kedua Attack on Titan. Lalu ia membeberkan juga mengenai Christa dan Ymir, keduanya karakter di Attack on Titan, yang sebenarnya adalah pasangan dan juga ketertarikannya dengan beragam doujinshi berkisahkan Attack on Titan. Ketika ditanyai ingin berperan apa andai ia berada dalam dunia Titan, Wada menjawab bahwa ia tetap akan memproduksi anime, penggemar-pun banyak yang tersenyum.

Proses di balik layar pembuatan Collosal Titan
Proses di balik layar pembuatan Collosal Titan

Ketika ditanya mengenai keputusan pemerintah Jepang memerangi produk-produk bajakan, sebagai produser, Wada sangat ingin sekali karyanya bisa dinikmati secepat mungkin oleh banyak fans di luar Jepang, tetapi ia berharap bahwa kedepannya akan ada solusi terbaik, sebuah sistem terbaik, untuk mengatasi berbagai masalah seperti sekarang ini. Ia sendiri mengakui kepuasannya saat membaca reaksi awal para fans dunia saat menonton episode pertama di situs Youtube.

Promosi live action Attack on Titan di iklan otomotif
Promosi live action Attack on Titan di iklan otomotif

Konvensi tahunan di Jerman ini-pun berakhir dengan sesi tanda tangan selama satu jam. Di Jerman sendiri, Attack on Titan baru masuk secara legal di bulan September tahun ini. Bagaimana kalau Indonesia? Sepertinya untuk Indonesia, komik sudah cukup untuk memenuhi dahaga para fans, berhubung kemampuan ekonomi di Indonesia sendiri yang masih tidak sebagus di luar negeri.