Gamescom 2014: Arena of Fate Cocok Menjadi MOBA Untuk Newbie

Arena-of-Fate-2

Crytek mengkonfirmasikan IP barunya, Arena of Fate selama E3 2014 Juni lalu. Game yang digambarkan singkat sebagai “Greatest Heroes Clash” ini adalah sebuah game multiplayer online battle arena, alias MOBA untuk PC dan konsol, yang mengajukan pertarungan action yang cepat antara kedua tim dengan konfigurasi karakter 5 vs. 5, dan yang menarik, karakter tersebut merupakan figur ikonik dan bersejarah dari dunia nyata.

Arena-of-Fate-3

Crytek sendiri menyebut Arena of Fate sebagai action RPG, namun dengan mekanis ala MOBA. Dikembangkan oleh salah satu studionya, Sofia (diakuisisi Crytek pada tahun 2008 lalu), atau sebelumnya dikenal sebagai Black Sea Studios (eksis sejak 2001), dan dibangun di atas engine yang mereka miliki sendiri, CryEngine. Diantara figur ikonik yang akan kalian temui selama memainkannya seperti Frankenstein, Jack the Ripper, Robin Hood, Joan of Arc hingga Baron Münchhausen. Bisa dibayangkan bagaimana Joan of Arc dan Robin Hood bekerjasama memburu Little Red Riding Hood.

Arena-of-Fate-4

Dan melihat pengalaman studio tersebut di genre real-time strategy Knights of Honor dan WorldShift, wajar jika publik langsung menduga akan mendapatkan mekanis yang tidak jauh bergeser dari keahliannya tersebut. Crytek memang menyadari jika MOBA termasuk hardcore dan pasarnya niche, dan mereka mendesain gameplay-nya agar lebih mudah diterima oleh pasar yang lebih luas. Crytek mengatakan jika pemain tidak harus melalui proses pembelajaran yang cukup panjang untuk menguasai gameplay game ini seperti ketika memainkan tipikal MOBA, misalnya DOTA 2 dan League of Legends.

Mereka sengaja menghilangan beberapa elemen yang biasanya menimbulkan konflik antar pemain. Crytek memberi contoh, dalam sebuah kompetisi team, dan pemain memperebutkan gold. Biasanya, hanya pemain yang memberikan hit terakhur pada minion mendapatkan reward gold, dan kemudian memberi mereka kesempatan lebih cepat membeli item yang lebih kuat. Hal itu menciptakan ketegangan dan persaingan yang sengit diantara anggota team, dan justru menghiraukan aspek koperatip antar pemainnya.

Arena-of-Fate-5

Arena of Fate tidak sepenuhnya menghilangkan, dan sedikit merubah aturannya. Mereka justru memberi semua pemain dalam tim yang di saat terjadinya minion kill berada di dekatnya, akan tetap mendapatkan gold, dalam jumlah yang sama, tidak dibagi-bagi. Demikian justru mendorong semua pemain saling membantu rekan setimnya, bukanya malah bersaing untuk mendapatkan apa yang mereka kejar.

Namun meskipun menimbun gold, kalian tidak bisa membelanjakannya, karena tidak ada item store dalam Arena of Fate. Justru kalian akan naik level dan mendaparkan bonus pasif untuk karakternya. Dengan kata lain, daripada membeli sebuah cloak dengan tambahan +2 spell resistance, kalian cukup naik level yang sekaligus menambah ketahanan karakter terhadap serangan magic. Melalui sistem level tersebut, pemain tidak harus terpaku pada satu karakter dengan statistik tertentu saja. Dan tidak adanya store juga mendorong pemain aktif untuk mencapai kemenangan, bukanya menunggu dan memanen gold.

Arena-of-Fate-6

Lebih gampangnya, selain beberapa hal yang menurut Crytek lebih cocok untuk core gamer tersebut dimodifikasi, gameplay-nya di sini akan lebih terasa casual, tidak akan menimbulkan masalah untuk pemula sekalipun, dan bisa langsung masuk dan menyerang musuh dalam permainan.

Bukanya 20 atau lebih opsi untuk sebuah upgrade untuk satu kekuatan, kalian hanya ditawari tiga saja setiap saat. Sehingga selama bermain, keseluruhan waktu bisa terfokus pada taktik, dan bukanya sekadar mengajukan karakter yang bisa diekploitasi secara min/maxing saja. Sepertinya Crytek ingin mengambil core mekanis MOBA yang sudah ada, dan meramunya dengan gaya mereka sendiri. Namun untuk waktu pertarungannya, juga masih sama, karena dipatok waktu hitungan mundur selama 20 menit untuk menyelesaikannya. Dari awal pertarungan dimulai, tim memiliki waktu 20 menit meningkatkan nilai. Entah dengan menghancurkan base musuh, seperti pada League of Legends atau Dota 2, namun jika tidak, maka permainan dinilai pada siapa yang memiliki poin terbanyak: satu poin untuk setiap tower, satu poin untuk setiap 7 kill pemain musuh, satu poin untuk menghabisi monster besar bernama Titan. Dan siapa yang mencapai 10 poin itulah pemenangnya.

Arena-of-Fate-7

Belum ada kabar kapan game PC ini bakal dirilis. Melalui website resminya kami hanya menemui link untuk mendaftar akses closed betanya, yang akan segera diadakan dalam waktu dekat ini. Dan berikut gameplay trailernya yang dirilis selama Gamescom 2014.

Arena of Fate Gameplay Trailer

Gamescom 2014: Arena of Fate Cocok Menjadi MOBA Untuk Newbie

Crytek mengkonfirmasikan IP barunya, Arena of Fate selama E3 2014. Game MOBA PC dan konsol ini mengajukan pertarungan action yang cepat. Selama Gamescom, mereka menunjukkan seperti apa gameplay game ini.

Abaikan

Sumber: Official Site


SHARE
Previous articleSpesial Kemerdekaan: Merdeka! Bersama Google’s Doodle
Next articleGamescom 2014: Minecraft PS Vita Mendukung Cross-Buy dan Cross-Save Dengan PS3
Penggemar strategy RPG Jepang, serta semua serial Super Robot Wars, yang saat ini masih menjadi kontributor penulis artikel game guide salah satu media game Indonesia. Mulai memburu game-game mobile, dan juga emulator melalui gadget Android, hanya untuk memainkan kembali game-game RPG klasik, yang menurutnya tetap lebih baik dibandingkan game modern.