Gamescom 2014: Below = “be low,” Memaksa Kalian Benar-benar Merendah

Below-2

Game-game indie terus mendapatkan pengakuan di dunia. Dan sejauh ini, platform Sony (baik PS4 dan PS Vita) dianggap sebagai yang paling ideal untuk merilis game indie. Microsoft tidak tinggal diam, dan mereka mengajukan program ID@Xbox. Sudah ada banyak game indie yang masuk mendukung. Seperti Below, yang sudah dikonfirmasikan sejak E3 2013 lalu, dan kembali mendapat tempat selama Gamescom 2014 pekan lalu.

Below-3

Below merupakan game adventure yang dikembangkan oleh studio game asal Kadana, Capybara Games untuk PC Windows dan X1. Game yang awalnya dikonfirmasikan selama E3 tahun lalu, dan menjadi bagian program ID@Xbox ini sebenarnya dibuat eksklusif X1, walaupun kemudian juga diputuskan masuk ke Steam April 2014 lalu, serta sejak awal memang sudah diketahui jika X1 hanya akan mendapatkannya sementara waktu, sebelumnya kemudian Capy diperbolehkan merilis port-nya untuk mesin lain. Hak lebih X1 tidak lain karena kedekatan Capy dengan Microsoft, karena game mereka lainnya, Super T.I.M.E. Force yang juga hanya eksis di platform Microsoft. Seperti game mereka sebelumnya (Critter Crunch, Might and Magic: Clash of Heroes, Superbrothers: Sword & Sworcery EP), Below membawa setiap kelebihan Capy dalam membuat sebuah game. Unik, visual yang cantik, serta gameplay yang juga tidak biasa.

Below-4

Dalam Below, sudut pandang permainan diambil dari atas. Karakter kalian merupakan warrior yang sangat kecil, dan dikisahkan menjelajahi kedalaman sebuah pulau terpencil. Keseluruhan game ini mengenai eksplorasi, meskipun tujuan permainan tersebut sangat bergantung pada bagaimana karakter bisa selamat (karena gameplay dibyat sangat susah, pertarungan yang brutal serta kematian karakter yang permanen), selama menjelajahi lingkungan dalam game yang dibuat secara random. Semacam Wayward Souls yang beberapa waktu lalu juga sudah hadir di iOS dan Android.

Below-5

Capy mengatakan jik Below merupakan proyek terbesar mereka, dan sudah dikonsep lama, bahkan sebelum Demon’s Souls saat ini akhirnya dianggap sebagai game dengan tingkat kesulitan tertinggi. Dibandingkan proyek Capybara lainnya, Below akan mengajukan fitur, artwork, serta waktu dan tingkat kesulitan pengembangan tertinggi, sekaligus seperti Superbrothers: Sword & Sworcery, game yang cukup populer di toko digitalnya Apple dan Google, bakal banyak menggunakan musik dari komposernya, Jim Guthrie untuk menghidupkan game ini dari segi estetik musiknya. Capy sendiri menyebut Sword & Sworcery sebagai game yang dibangun di atas pondasi musik Guthrie, sedangkan Below sebaliknya, musik Guthrie dibangun di atas gamenya Capy tersebut.

Below-6

Sebagai warrior yang sangat kecil dan bersenjatakan pedang dan perisai, kematian akan mengancam di setiap langkahnya selama menjelajahi dungeon, yang walaupun dibuat hanya satu layar saja, namun random setiap kali dimasuku. Capy pun menerapkan efek fotografi, tilt-shift (fokus aksi karakter berada di tengah, dan lingkungan sekitar sampai mendekati sisi terluar tampilan game akan terlihat nge-blur), untuk menambah kesan perbedaan ukuran antara karakter yang kalian kendalikan dengan keadaan sekelilingnya. Kemudian dengan atmosfer yang gelap, serta sudut pandang dari atas, membuat Below ini cocok disebut sebagai perpaduan Dark Souls dan The Legend of Zelda klasik.

Below-7

Permadeath death yang diterapkan mengindikasikan game ini semacam “roguelike,” sub-genre RPG yang memiliki ciri level yang berubah-ubah (procedural level generation), gameplay turn-based, serta keseluruhan daratan dimana karakter berjalan terlihat seperti lantai yang berbentuk persegi panjang, persegi atau segi-enam. Namun Below jelas bukan sepeti itu. Below juga bukan game hack-and-slash, seperti tipikal game roguelike. Kalian bisa melakukan itu (hack-and-slash), namun dipastikan akan lebih cepat tewas. Sepertinya Below benar-benar menuntut kalian untuk “be low” / merendah ya, agar bisa selamat sampai tujuan akhir game ini.

Pertarungannya akan dibuat brutal, namun tetap adil. Jika membuat kesalahan dalam bermain, karakter bisa saja tewas, dan kematiannya permanen. Meskipun sebagian besar permainannya single-player, namun aspek multiplayer Below juga sangat penting pada beberapa area dalam game.

Belum ada tanggal pasti kapan Below dirilis untuk Xbox One, namun berikut beberapa screenshot terbarunya, dan juga trailer yang dirilis Microsoft selama Gamescom 2014 kemarin.

BELOW – Come in from the Storm

Gamescom 2014: Below = “be low,” Memaksa Kalian Benar-benar Merendah

Game-game indie terus mendapatkan pengakuan di dunia. Apalagi Microsoft yang sudah mengajukan program ID@Xbox, berhasil menarik banyak game indie untuk Xbox One. Salah satunya adalah Below.

Abaikan

BELOW – Descent // Gamescom 2014

Gamescom 2014: Below = “be low,” Memaksa Kalian Benar-benar Merendah

Game-game indie terus mendapatkan pengakuan di dunia. Apalagi Microsoft yang sudah mengajukan program ID@Xbox, berhasil menarik banyak game indie untuk Xbox One. Salah satunya adalah Below.

Abaikan


SHARE
Previous articleReview Guardians of the Galaxy: Kisah Sukses Terbaru Marvel dari Luar Angkasa
Next article“Awarding Ceremony” Menjadi Penutup Indonesia Game Show 2014
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.