AFAID 2014: Tidak Hanya Identik Karya Dari Jepang

AFAID-2014-Doujin-2

Di setiap event Anime Festival Asia, selalu menyediakan puluhan booth untuk diisi oleh doujin circle yang ingin menjual karya buatan mereka. Bagian itu dinamakan Creator’s Hub. Creator’s Hub sendiri tidak kalah menarik dibandingkan dengan booth-booth official, tidak jarang kamu akan menemukan karya-karya dengan kualitas yang tidak kalah dibanding karya Jepang di sini.

AFAID-2014-Doujin-3

Benda yang dijual di sini antara lain adalah poster dengan ukuran yang bervariasi, keychain, kaos, artbook, photobook, dan juga pin. Beberapa booth terlihat sangat ramai dikunjungi bahkan sold out sejak hari pertama, seperti booth Jegier yang menjual ilustrasi-ilustrasi mecha dan hal-hal yang manly seperti dari seri Jojo. Booth lain yang juga ramai adalah Black Monkey Pro, yang memang sudah terkenal di kalangan fujoshi. Ada juga booth seperti Figure Photo Studio yang menjadi booth satu-satunya yang menjual karya foto figure mereka.

AFAID-2014-Doujin-4

AFAID-2014-Doujin-5

Tidak hanya dari Indonesia, ada juga booth seperti Tomodachi T-Shirt yang jauh-jauh datang dari Thailand untuk membuka booth. Didukung dengan kualitas ilustrasi yang bagus, banyak kaos mereka yang sold out sampai hari ketiga. Selain di Creator’s Hub, ada juga Re-On yang membuka booth di hall utama, menjual kompilasi komik buatan anak bangsa, yang karya-karyanya juga bisa kamu dapatkan di minimarket terdekat.

AFAID-2014-Doujin-6

AFAID-2014-Doujin-8

AFAID-2014-Doujin-9

AFAID-2014-Doujin-7


SHARE
Previous articleAFAID 2014: No Game No Life, Ceritanya Baru Saja Akan Dimulai
Next articleAFAID 2014: Mini Akihabara, Mencapai Puncak di Hari Kedua!
Merupakan penggemar anime sejak SMP, dan terus berlanjut hingga sekarang bekerja. Belakangan ini suka memperhatikan dan ikut dalam konser-konser dari artis Jepang favorit. Saat ini bekerja sebagai Graphic Designer, yang menurutnya cukup asik dilakukan karena seperti bekerja sambil bermain. Kairi juga seorang gamer dan genre favoritnya adalah RPG. Sebagai salah satu kontributor untuk majalah Zigma dan Omega, menulis merupakan caranya membagi informasi kepada orang lain tentang hal-hal yang disukainya dengan lebih informatif, dari segi pandang seorang penggemar.