Microsoft Sediakan 5 Juta Unit Xbox One Versi Tiongkok, Siap Menyusul Penjualan PS4

China-Ban-2

Pasca Tiongkok membuka ban untuk konsol video game, yang sudah diberlakukan sejak tahun 2000 lalu, produsen konsol langsung bergerak untuk masuk. Microsoft pun tidak mau pasar yang begitu luas di Tiongkok, mencapai setengah miliar gamer, dinikmati saja oleh kedua pesaingnya. Mereka sudah menentukan 23 September 2014 nanti Xbox One mulai dijual di Tiongkok. Sedangkan Sony Computer Entertainment sendiri belum menentukan kapan tanggal yang pasti bakal masuk ke Tiongkok (demikian, PlayStation 4 menjadi konsol Sony yang bakal dijual resmi di Tiongkok setelah PS2). Bahkan Nintendo, yang sebelumnya juga memiliki rencana yang sama, masih belum memberikan keputusan apakah mereka jadi masuk Tiongkok.

Demikian menjadikan Microsoft sebagai pemain tunggal yang akan resmi menjual konsol mereka di Tiongkok. Mereka sebelumnya sudah mengumumkan kerjasama dengan penyedia layanan internet berbasis di Shanghai BesTV (selain juga banyak developer lokal), untuk mendukung bisnis Xbox di Tiongkok, sebagai bagian dari zona perdagangan bebas di Shanghai. Menurut pernyataan dari State Council (pengambil keputusan tertinggi di pemerintahan China), perusahaan asing yang memproduksi dan menjual produk di dalam zona perdagangan bebas bebas menjual produk mereka ke Tiongkok, namun dengan syarat, setiap produk (dalam hal ini konsol dan video gamenya, bahkan berapa jumlah yang akan beredar) yang akan dijual tetap harus mendapat persetujuan dari Departemen Kebudayaan China. Bisa jadi, game yang kelewat keras atau tidak sesuai dengan aturan dan kebijakan di Tiongkok tetap tidak mungkin dijual di sana.

Xbox-One-3

Demikian game developer dan produsen konsol harus memiliki kantor cabang di Shanghai agar bisa terlibat dalam perdaganan bebas tersebut dan memasarkan konsol serta game mereka dalam pasar domestik Tiongkok. Dalam zona tersebut, Tiongkok juga berencana untuk membatalkan larangan mengakses website seperti Facebook. Namun tetap akses pada website yang sebelumnya dilarang juga hanya bisa dilakukan ketika berada dalam zone bebas. Zona perdagangan bebas di Shanghai tersebut sudah berlangsung sejak 29 September 2013 lalu.

Kabar terbaru, Tiongkok sudah menyetujui penjualan 5 juta unit Xbox One. Dengan Microsoft hingga saat ini masih menjadi pemain tunggal konsol game yang resmi di Tiongkok, dan seandainya 5 juta unit tersebut bisa terjual dengan mudahnya, seharusnya Xbox One bisa dengan mudah mengejar ketertinggalannya dari PlayStation 4. Jumlah 5 juta tersebut terungkap dalam earning statement BesTV. Dan walaupun sensor akan tetap berlaku untuk game yang bakal dipasarkan di sana, jumlah 5 juta tersebut terbukti sangat besar untuk sebuah negara yang pernah melarang penjualan konsol selama lebih dari 13 tahun. Hal itu berarti pemerintahan Tiongkok memberikan ruang yang longgar agar konsol Microsoft tersebut terjual banyak di negara mereka.

Mengenai harga, Xbox One versi Tiongkok bakal dijual dengan nilai 3,699 yuan, atau sekitar Rp. 7 jutaan. Lebih mahal sekitar Rp. 2 jutaan dari Xbox One yang bisa kalian dapatkan di Indonesia. Dengan harga yang cukup tinggi, dan mengingat saat ini juga dipercaya masih banyak konsol game yang beredar bebas di pasar ilegal Tiongkok, Xbox One sebenarnya menghadapi tantangan yang tinggi. Namun bersama BesTV, Microsoft yakin konsol mereka akan tetap diterima, dan terus menggandeng vendor dan developer lokal untuk membuat game serta menjual sistem mereka di Tiongkok.

Sumber: PC World


SHARE
Previous articleNew Expansion 3Kingdoms Online Bertajuk Great War
Next article“Sharp Aquos Crystal” dengan Desain Bezel Super Tipis Siap Mengempur Pasar Amerika
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.