Demi Destiny, Bungie Sampai Membangun Bunker Rahasia!

Jangan-jangan bunker-nya dijaga para Guardian juga?
Jangan-jangan bunker-nya dijaga para Guardian juga?

Destiny menjadi salah satu game yang paling ditunggu tahun ini. Wajar rasanya jika Bungie benar-benar siaga penuh untuk mempersiapkan perilisannya agar berjalan lancar dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Salah satu usaha mereka adalah dengan membangun sebuah bunker rahasia di Las Vegas, Amerika. Untuk apa?

Usut punya usut, ternyata bunker rahasia tersebut digunakan sebagai tempat untuk menyimpan server dan data center Destiny agar tetap aman, baik dari gangguan pihak-pihak yang tidak berwajib maupun antisipasi jika terjadi bencana alam. Yap, rupanya Bungie benar-benar tidak ingin “kegembiraan” para pemain saat Destiny dirilis nantinya terganggu dengan masalah sekecil apapun. Dengan kucuran dana dari Activision yang sangat besar, tentu tidak sulit bagi Bungie untuk membuat bunker dan mengamankan server Destiny ini. Bungie juga membuat sebuah server yang tangguh untuk menampung lebih dari 10 juta estimasi pemain yang akan mengakses di hari pertama perilisan nanti.

duniaku-destiny-2

Mengenai pemilihan Las Vegas sebagai lokasi bunker, Bungie memiliki alasan yang kuat. “Fakta menarik mengenai Las Vegas adalah daerah ini seringkali dilanda oleh bencana alam, namun tidak banyak bencana alam yang terjadi memberikan dampak besar terhadap landscape kotanya,” ungkap CEO dari Bungie, Pete Parsons seperti dikutip dari Guardian. “Tidak ada gempa bumi, tidak ada badai, tidak ada banjir. Sempurna (untuk lokasi data center),” lanjutnya.

Meskipun keberadaan bunker ini mungkin hanya diketahui oleh staff Bungie dan beberapa petinggi Activision saja, namun melalui pernyataan Bungie kita bisa mengetahui bahwa mereka membuat data center ini cukup megah. Ada terdapat lebih dari 100 staff yang bekerja dalam bunker tersebut untuk menjaga kestabilan server Destiny, memelihara sambungan dengan PSN dan Xbox Live, serta bekerja sama dengan data center lain di seluruh dunia. “Ini adalah tim teknisi terbesar yang kita bisa bayangkan,” ungkapnya lebih lanjut.

Destiny sendiri kurang beberapa hari lagi akan dirilis secara serentak untuk PS3, PS4, Xbox 360 dan Xbox One, tepatnya pada 9 September 2014 yang akan datang. Melihat usaha-usaha yang dilakukan, tidak heran jika Activision dan Bungie dikabarkan sudah menghabiskan lebih dari US $500 juta selama mengembangkan game ini.

[Sumber: VG247/Guardian]


SHARE
Previous articleTGS 2014: Bandingkan Voice Acting Jepang dan Inggris Pada Resident Evil HD Remaster
Next articlePopolocrois Farm Story: Ketika Harvest Moon dan Popolocrois Bersatu
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.