Pak Jokowi, Begini Caranya Jadikan Game Indonesia Nomor 1 di Dunia

industri game indonesia nomor 1 dunia

Industri game Indonesia masih sangat kecil dibanding potensi pasar dunia yang luar biasa besar, di Indonesia menurut BPS pasar industri game baru mencapai 4.8 Trilyun Rupiah (sekitar US$400 juta), sangat kecil bila dibandingkan dengan Asia Pasifik (US$ 25 Milyar) dan Dunia (US$ 75 Milyar). Hal ini aneh karena Indonesia merupakan salah satu kekuatan ekonomi terbesar dunia.

Ketertinggalan ini akan semakin nyata apabila tidak dilakukan upaya sistematis untuk mendukung industri game nasional, nah keterlibatan penulis dalam penyusunan rencana induk pengembangan game oleh Kemenparekraf menelurkan beberapa ide untuk menjadikan Indonesia semakin berdaya saing di kancah industri game dunia. Yuk cermati beberapa poin penting dalam usulan kami untuk menjadikan industri game nasional nomor 1 di dunia


1

Buka Jurusan Game Dev Baru


beasiswa untuk mahasiswa di jurusan game

Di Indonesia baru terdapat 7 universitas yang menyediakan program studi pengembangan game. Jumlah ini sangat kurang karena mahasiswa kita mencapai hampir 6 Juta orang secara nasional, dibandingkan angka tersebut mahasiswa teknologi game baru mencapai 0,023% dari total nasional. Jika melirik amerika yang mahasiswanya mencapai 21 Juta orang saja, terdapat 228 universitas yang menawarkan program studi pengembangan game.Dengan hitungan sederhana tersebut, diperlukan setidaknya 65 universitas yang menyediakan program studi game di Indonesia untuk sekedar sama dengan Amerika serikat, namun melihat ketertinggalan Indonesia, ada baiknya membuka jauh lebih banyak dari jumlah tersebut.

Tentu pembukaan jurusan tersebut harus diimbangi dengan adanya skema beasiswa untuk mahasiswa yang kuliah disana, skema beasiswa penuh yang dilakukan pemerintah melalui program Bidikmisi bisa dijadikan rujukan untuk mekanisme penyelenggaraan.

Pendekatan lain yang bisa dilakukan adalah mendorong satuan pendidikan yang jenjangnya lebih rendah – seperti SMK untuk membuka jurusan terkait program studi. Pendekatan ini memungkinkan munculnya angkatan kerja siap pakai yang langsung dapat berkiprah di Industri dengan cepat namun dengan biaya yang lebih murah.

Jika ragu bahwa Industri game lokal tidak dapat menampung SDM yang sedemikian banyak, jangan khawatir – karena pasar global sangat siap untuk mengganjar tenaga kerja yang kompeten dengan upah yang sangat baik


2

Sekolahkan Talenta Unggul ke Universitas Game Terbaik Dunia


kuliah di perguruan tinggi terbaik dunia

Program nomor 1 juga harus dikombinasikan dengan mengirim mahasiswa game dev ke luar negeri, tentu di perguruan tinggi yang unggul di bidang pengembangan game. Saat ini sudah ada program pemerintah yang memungkinkan hal tesebut tinggal ada kebijakan afirmasi yang mungkin memberikan kesempatan lebih luas untuk pengembangan game.

Banyaknya talenta Indonesia yang nantinya sekolah di luar negeri akan merubah lansekap tenaga kerja Indonesia menjadi lebih berpola pikir Internasional yang nantinya akan mengembangan industri lokal.

Jika ada yang mengkhawatirkan tentang tidak kembalinya tenaga kerja tersebut ke Indonesia, perlu diingat bahwa sekarang dunia sudah pada tataran global sehingga batasan ekonomi dan geografis nantinya semakin tidak relevan. Apapun yang dibangun oleh orang Indonesia diluar negeri akan berdampak pada perkembangan industri game nasional


Bangun Fasilitas Pendanaan Khusus


fasilitas pembiayaan untuk industri game yang memadai

Sebagaimana lazimnya bisnis yang sedang berkembang, tentu membutuhkan tambahan kemampuan permodalan. Karena sifatnya yang unik, biasanya industri game tidak dapat memanfaatkan fasilitas kredit untuk bisnis konvensional. Contohnya adalah pada saat perbankan membutuhkan jaminan berupa alat produksi / bahan baku, di game biasanya ya adanya source code, mesin komputer (yang harganya gak seberapa) dan userbase. Tentu sangat tidak cocok dengan kebutuhan jaminan yang dipersyaratkan bank-ujungnya adalah kredit biasanya tidak disetujui.

Sebenarnya pemerintah sudah mulai menyediakan solusi pembiayaan untuk industri industri yang bersifat unik, sayangnya skala pembiayaannya masih sangat kecil, hanya mencapai Rp500 juta rupiah. Biaya sebesar itu hanya cukup untuk mengembangkan game mobile atau casual, dan sangat jauh jika dibandingkan dengan game berkelas AAA.

Jika ada yang bertanya berapa dana yang harus disiapkan oleh pemerintah, kami punya hitung hitungan sederhana. Dari rilis 10 game AAA terakhir, rata rata biaya produksinya adalah US$ 50 Juta atau sekitar 600 milyar rupiah. Dari 10 game tersebut 3 sukses besar, 5 sukses dan 2 tidak balik modal. Statistik tersebut menjelaskan bahwa investasi di industri game sangat aman. Dengan analisa tersebut, mungkin pemerintah hanya perlu mengalokasikan 6 Trilyun rupiah (hanya 0.3% dari APBN 2015) untuk menjadikan industri game Indonesia bicara banyak di pentas global

Semua ide tersebut tertuang dalam rencana induk permainan interaktif yang sedang disusun oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Tunggu tanggal rilisnya ya.


SHARE
Previous article“Cyber Cafe Solution” dari Digital Eight Temui Pengusaha Warnet Bandung
Next articleKonser Solo Pertama di Singapore, Disiarkan Secara Live di 4 Negara!