IFA 2014: Bukan Hanya Samsung dan HTC Saja yang Punya Gembok Sidik Jari

Huawei-Ascend-Mate7-2

Sejak diperkenalkan setahunan lalu, seri Ascend Mate dari Huawei berhasil menanamkan satu ciri khas baru, smartphone dengan standar ukuran raksasa yang mengajukan spesifikasi mumpuni dengan harga yang terjangkau. Kali ini selama IFA 2014, Huawei mengenalkan penerusnya, Ascend Mate7. Dari namanya sebenarnya cukup jelas menyiratkan dimensi layar baru, yaitu 7-inchi, yang tidak mengorbankan kenyamanan pengoperasian dari sebuah ukuran tubuh yang lebih layak disebut tablet meskipun form-factor-nya smartphone.

Huawei-Ascend-Mate7-3

Dan ternyata namanya sedikit membingungkan, layarnya bukan 7-inchi, melainkan 6-inchi, dari material IPS-NEO yang diproduksi oleh JDI Jepang (IPS hanya menawarkan warna hitam yang lebih gelap, dan juga distorsi view angle lebih rendah dibandingkan tipikal IPS. Resolusi layarnya pun meningkat menjadi Full HD 1080p dengan 368PPI, jelas lebih baik dari sebelumnya yang sekadar HD 720p saja.

Kemudian untuk mesin utama yang menggerakkannya, kita dapatkan chipset racikan Huawei sendiri, yaitu HiSilicon Kirin 925, dengan prosesor yang dikembangkan dengan teknologi 28 nm HPM (High Performance Mobile), octa-core yang menganut arsitektur ARM big.LITTLE, dengan kecepatan empat inti Cortex-A15-nya mencapai 1.8 GHz, dan untuk Cortex-A7-nya 1,3 GHz. Chipset tersebut dipadukan dengan GPU Mali-T628 MP4 yang memiliki empat core dengan kecepatan masing-masing 600 MHz. Storage-nya sendiri ada pilihan antara 16 atau 32 GB, dan dengan memory 2 atau 3 GB RAM.

Huawei-Ascend-Mate7-4

Selain konektifitas standar Android, berkat chipset anyarnya, Ascend Mate7 juga mendukung koneksi 4G LTE Cat6. Smartphone besar dengan berat 185-gram dan ketebalan 7.9-mm ini makin canggih saja dengan adanya beberapa fitur yang hanya eksis di tipe termahal brand lainnya, seperti sensor sidik jari. Kemudian di sektor fotografi, kalian bisa menyerahkan tugas tersebut pada sensor 13-megapixel dengan diafragma f/2.0 (meningkat dari Ascend Mate sebelumnya yang hanya f/2.4). Sensor tersebut disuplai oleh Sony dari tipe IMX214 BSI, dengan lensa berukuran 28mm. Sedangkan di depan kalian mendapatkan sensor 5-megapixel. Seperti Huawei terbaru lainnya, langsung menggunakan OS Android 4.4 dengan interface EMUI 3.0. Dan untuk menjalankan semua fungsinya, Huawei ingin seri Ascend Mate mereka sebelumnya yang terkenal irit ini tetap bisa bertahan lama, dengan dukungan baterai 4,100-mAh.

Huawei-Ascend-Mate7-5

Melihat dari spesifikasinya, jelas tidak cocok masuk kelas menengah seperti Ascend Mate sebelumnya (bandingkan saja dengan Ascend Mate 2 yang sekadar menggunakan Snapdragon 400). Spesifikasinya memang bukan yang terkuat, namun sudah sangat tinggi untuk sebuah kelas smartphone yang sejatinya masuk kelas menengah. Yang masih perlu dibuktikan, apakah chipset octa-core Kirin 925, atau tipe tertinggi di keluarga Huawei tersebut (seharusnya setara dengan chipset yang digunakan Samsung pada Galaxy S5, bahkan mengajukan konfigurasi big.LITTLE), tidak rakus baterai, dan tetap irit seperti seri-seri sebelumnya. Untuk sensor sidik jari yang diposisikan di casing belakangnya, kalian bisa berinteraksi dengannya dengan hanya menyentuhnya saja, tidak perlu menyapukan jari seperti pada Galaxy S5. Adanya RF sensor juga membantu ketika kalian menyentuk sensor sidik jari, layar otomatis akan menyala.

Ascend Mate7 juga disebutkan memiliki dua antena selular, berada di ujung atas dan bawah. Keduanya berfungsi, dan smartphone besar ini tahu kapan berganti mengaktifkan antena tersebut bergantian, berdasarkan bagaimana kita menggenggamnya. Sehingga meskipun ada satu lengan kita mengganggu penerimaan sinyal, tidak masalah, karena Mate7 akan segera berganti ke antena kedua. Mate7 ini juga mendukung dua slot kartu SIM GSM, dan keduanya mendukung jaringan 4G LTE.

Huawei-Ascend-Mate7-7

Huawei Ascend Mate7 bakal mulai dijual akhir tahun ini dengan harga €499 atau sekitar Rp. 7,5 jutaan untuk varian 16GB, dan 2GB RAM, serta serta €599 atau sekitar Rp. 8 jutaan untuk yang 32GB dengan 3GB RAM. Pilihan warnanya moonlight silver, obsidian black dan amber gold. Sepertinya “angka 7” pada namanya kali ini cukup pas, mewakili harganya yang ditawarkan di atas Rp. 7 jutaan…  Oh ya, Huawei Indonesia sepertinya juga sudah ancang-ancang menjual smartphone raksasa mereka ini ke pasar lokal, karena sertifikatnya sudah diajukan ke Ditjen Postel Indonesia.

Huawei-Ascend-Mate7-6

Spesifikasi Huawei Ascend Mate7

  • Layar LCD IPS 6-inchi Full HD 1080p
  • Prosesor octa-core chipset HiSiicon Kirin 950 (1.8GHz + 1.3GHz)
  • 16/32GB storage
  • 2/3GB RAM
  • Baterai 4100mAh
  • Mendukung koneksi 4G LTE Cat6
  • Berat 185-gram, ketebalan 7.9-mm
  • Sensor kamera utama 13-megapixel, dengan bukaan f/2.0, kamera depannya 5-megapixel
  • Sensor sidik jari
  • Dimensi 157.0 x 81.0 x 7.9-mm, berat 185-gram
  • Android 4.4 dengan interface EMUI 3.0

Huawei Ascend Mate7 Global Launch Event @ IFA 2014

IFA 2014: Bukan Hanya Samsung dan HTC Saja yang Punya Gembok Sidik Jari

Bukan hanya Galaxy Note 4 dan HTC One Max saja, Huawei Ascend Mate7 pun punya sensor fingerprint.

Abaikan

Huawei Ascend Mate7: An Exceptionally Balanced Smartphone

IFA 2014: Bukan Hanya Samsung dan HTC Saja yang Punya Gembok Sidik Jari

Bukan hanya Galaxy Note 4 dan HTC One Max saja, Huawei Ascend Mate7 pun punya sensor fingerprint.

Abaikan

Huawei Ascend Mate7 TVC: Live Once. Live Life.

IFA 2014: Bukan Hanya Samsung dan HTC Saja yang Punya Gembok Sidik Jari

Bukan hanya Galaxy Note 4 dan HTC One Max saja, Huawei Ascend Mate7 pun punya sensor fingerprint.

Abaikan

[cb type=”company”]Huawei[/cb]

Sumber: Huawei


SHARE
Previous articleSongoku Vs Superman Beradu, Siapa Menang?
Next articleIFA 2014: Dual SIM HTC Desire 820 Gunakan Prosesor Octa-Core dan Casing Two-Tone

Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY – yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi “ngoprek” smartphone.