3 IP Lokal yang Siap Menjalin Kerjasama Baru di Popcon Asia 2014

Popcon Asia 2014 Pre-event 2

Sekitar satu minggu menjelang acaranya dimulai, tim Popcon Asia 2014 kembali mengadakan pre-event keduanya pada 11 September 2014, di tempat yang sama seperti pre-event pertama. Setelah pre-event pertama membahas apa saja yang akan ditampilkan di Popcon Asia 2014, kali ini tim Popcon coba memperkenalkan IP (Intellectual Property) lokal yang memiliki potensi luar biasa dan juga akan mengisi Popcon Asia tahun ini.

Popcon Asia 2014 Pre-event 2 (1)

Mayumi Haryoto yang membuka acara ini, menginginkan kalau ajang Popcon Asia 2014 ini tidak hanya untuk acara hiburan semata, melainkan bisa jadi ajang promosi sekaligus networking bagi para pemilik IP.

“Popcon Asia sudah menyadari akan semangat membangun IP lokal ini yang cukup menggebu dari para artis/kreator dan juga para komunitas pendukungnya. Karena itu Popcon Asia 2014 tahun ini mencoba memberikan wadah promosi dan network untuk IP lokal baik yang sudah diluncurkan atau masih dalam pengembangan,” jelas Mayumi Haryoto sebagai Program Director Popcon Asia 2014.

Popcon Asia 2014 Pre-event 2 (2)

Pada acara ini, Pionicon yang diwakili Faza Meonk, pemilik Pionicon sekaligus pembuat karakter “Si Juki” hadir untuk memperkenalkan Pionicon yang belum lama berdiri. Faza bersama Pionicon ingin menjembatani para pemiliki karakter baru untuk masuk ke manajemennya dan memperkenalkan karakter tersebut ke masyarakat. Dengan keberhasilan “Si Juki”, Faza berharap bisa membantu karakter baru untuk dikenal luas.

Popcon Asia 2014 Pre-event 2 (3)

Hadir juga tim NusantaRanger yang membagi kisahnya dalam menciptakan kisah superhero Indonesianya ini. Mulai dari kicauan di Twitter sampai pertemuannya dengan Sweta Kartika sebagai Comic Artist mereka. Meski terdengar singkat, ide awal NusantaRanger sudah dipendam, Shani Budi Pandita sebagai pencetus sejak 2008. Sekarang NusantaRanger sudah sampai di buku ke-4 dan chapter 16, semuanya bisa dibaca gratis di website mereka. Tim NusantaRanger pun sangat percaya akan kekuatan sebuah universe cerita, karena mereka pun menggunakan itu untuk sampai di posisi sekarang ini. Hal lain yang membuat NusantaRanger kuat adalah para Jagawana (pembacanya) yang tidak hanya setia membaca, tetapi juga memiliki ikatan dengan tim NusantaRanger yang terdiri dari 7 orang dalam memberikan ide cerita atau karakter.

Popcon Asia 2014 Pre-event 2 (4)

IP lain yang tidak kalah bagusnya adalah hasil karya Manikmaya Games Publishing. Meski merilis juga digital game, Manikmaya lebih fokus dengan board game dan card gamenya. Mat Goceng menjadi salah satu IP sukses dari Manikmaya. Andre Muslim Dubari yang mewakili Manikmaya, mengatakan perkembangan board game yang terus meningkat meski terkesan agak lambat. Mat Goceng sendiri yang merupakan card game ini bercerita soal vrijeman (sekarang disebut preman) di jaman Batavia 1922 yang sering menentang Belanda. Sementara di Popcon Asia 2014, selain memperkenalkan sebuah karya lanjutan dari Mat Goceng, Manikmaya juga akan melakukan test play board game terbaru mereka, Mahardika. Game ini bertemakan sebuah perjuangan para pahlawan Indonesia dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.


SHARE
Previous article5 Hal Super Seru Yang Harus Elo Lakukan di Lyto Game Festival 2014
Next articleCapcom Tiru The Walking Dead untuk Resident Evil: Revelations 2
Lulusan Politeknik Negeri Jakarta yang belum puas kuliah, tapi udah sering nulis di media online. Suka game dari kecil, tapi gak pernah fokus. Alhasil, cuma bisa nge-PES doang. Namun, dunia jurnalistik membawanya ingin mengetahui semua hal di dunia, terutama Game dan Sepak Bola. Dan sekarang, Ia coba mewujudkannya!